Home / Motogp / Veda Ega Kesulitan di Catalunya…Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Motogp •

Veda Ega Kesulitan di Catalunya…Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 5 menit
Veda Ega Kesulitan di Catalunya…Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Veda Ega Kesulitan di Catalunya…Apa yang Sebenarnya Terjadi? — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Iwanbanaran.com – Cakkkk…Harapan besar publik Indonesia untuk menyaksikan bocah ajaib kita, Veda Ega Pratama, tampil kompetitif di Sirkuit Catalunya sepertinya harus sedikit tertahan.
  • Pada sesi Practice Moto3 yang digelar Jumat kemarin (15/5/2026), pembalap andalan Honda Team Asia itu hanya mampu menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 48,136 detik.
  • Hasil ini bener-bener kontras dengan […]

Iwanbanaran.com – Cakkkk…Harapan besar publik Indonesia untuk menyaksikan bocah ajaib kita, Veda Ega Pratama, tampil kompetitif di Sirkuit Catalunya sepertinya harus sedikit tertahan. Pada sesi Practice Moto3 yang digelar Jumat kemarin (15/5/2026), pembalap andalan Honda Team Asia itu hanya mampu menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 48,136 detik. Hasil ini bener-bener kontras dengan ekspektasi kita semua setelah performa apiknya di Le Mans kemarin (P4). Ono opo iki Rek?

Jujur saja, mata IWB agak melotot saat melihat data komparasi internal sesama penunggang Honda NSF250RW. Veda yang biasanya jadi ujung tombak, justru sempat menjadi pembalap Honda yang paling lambat di antara rider papan atas. Doi tertinggal cukup jauh dari Adrian Fernandez (Leopard Racing) yang sukses menembus P3 dengan waktu 1’47.146. Selisih hampir satu detik (0,990 detik) di kelas Moto3 itu rasanya sudah seperti beda sak kecamatan, alias jauh banget!

Nah, mari kita bedah bersama-sama, apa sebenarnya yang terjadi pada motor nomor 54 ini? Ini dia analisis anomali performa Veda ala IWB:

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

1. Mesin Ora Lemot, Top Speed Masih Njengat!

Ini yang menarik, cakk. Kalau ada yang menuduh mesinnya loyo, sampeyan salah besar. Data Top Speed menunjukkan Veda sukses tembus 246,0 km/jam. Angka ini bahkan lebih ngibrit ketimbang Fernandez yang ada di P3 (242,1 km/jam). Berarti, secara potensi power di trek lurus sebenarnya tidak ada masalah. Tapi pertanyaannya, kenapa lap time-nya malah memble? Nah, ini indikasi kalau kecepatan trek lurus tidak menjamin waktu putaran bagus kalau tidak diimbangi dengan cornering speed yang mulus.

2. Lap Time Inkonsisten, Seperti Kehilangan Grip

Kalau kita intip data lap milik Veda, doi cuma bisa mencetak satu lap valid di angka 1’48.136. Sisa lap lainnya? Ambyar cakk, cuma bermain di kisaran 1’49 sampai 1’52 detik! Ini menjadi indikasi kuat bahwa Veda belum menemukan feeling atau grip yang pas dengan aspal Catalunya. Kadang dapat ritme bagus di satu lap, eh lap berikutnya motor malah seperti mlayu-mlayu tidak karuan.

3. Dejavu JuniorGP 2025, Kok Tidak Ada Peningkatan?

Ini yang membuat IWB agak heran. Pada bulan November 2025 lalu saat masih berlaga di FIM JuniorGP, Veda sudah bisa mencetak waktu kisaran 1’48.2 (dan finis P6 & P8). Sekarang, dengan motor spek Moto3 World Championship yang di atas kertas jauh lebih canggih dan bertenaga, kok catatane cuma 1’48.136? Cuma selisih se-upil alias hampir tidak ada peningkatan signifikan! Harusnya, dengan skill Veda, doi sudah bisa bermain di angka 1’46 atau 1’47 kecil. Fix, ini murni perkara set-up!

Hasil Teropong IWB: Apa yang Menghambat Veda?

Melihat data yang ada, IWB mencium ada tiga perkara utama yang membuat performa Veda kurang menggigit:

  • Set-up Suspensi Mumet: Catalunya sangat butuh stabilitas tinggi di tikungan cepat (T10-T14). Kalau suspensi terlalu kaku atau justru terlalu empuk, Veda akan kehilangan traksi saat exit tikungan, sehingga momentum menuju trek lurus jadi terlambat.

  • Masalah Ban (Grip): Kemungkinan besar Veda kesulitan membuat bannya mencapai suhu kerja optimal. Kalau ban kurang pas, rasanya seperti jalan di atas kulit pisang, licin cakk!

  • Traffic Padat Khas Moto3: Di kelas capung ini, pembalap sering sekali bergerombol untuk mencari towing (curi angin). Sesi balap Veda disinyalir sering terganggu oleh pembalap lain yang menghalangi racing line-nya.

  • Ora Perlu Panik, Ini Baru Sesi Practice!

    Wis tho, ra usah jantungan disik! Perlu diingat bahwa sesi Practice adalah tempatnya tim untuk melakukan eksperimen. Seringkali pembalap sengaja menyembunyikan performa asli mereka atau sedang fokus menguji ketahanan ban bekas untuk simulasi balap.

    Veda bukan pembalap kemarin sore di Catalunya. Doi sudah paham luar dalam karakter sirkuit ini sejak musim lalu. Tim Honda Team Asia pasti sedang membedah data telemetri semalaman demi menemukan racikan set-up yang pas untuk sesi kualifikasi hari Sabtu ini.

    Last…Langkah pertama, Veda harus lolos ke Q2 terlebih dahulu (hari ini dia harus berjuang di Q1). Jika problem motornya sudah terpecahkan, target start di posisi 10-12 sangat realistis, atau bahkan syukur-syukur bisa menyodok ke barisan 6-8 besar. Kita doakan saja, semoga para mekanik Honda Team Asia mendapat wangsit agar motor Veda Ega Pratama kembali ngacir  dan siap tempur habis-habisan demi mendulang poin di Catalunya. Goooo Vedaaa !! (iwb)

    Perbandingan Performa Veda dengan Pembalap Honda Lain

    Pembalap Tim (Motor) Catatan Waktu Posisi Top Speed (km/h)
    Adrian FERNANDEZ Leopard Racing (HONDA) 1’47.146 P3 242.1
    Jesus RIOS Rivacold Snipers (HONDA) 1’47.689 P10 245.4
    Eddie O’SHEA GRYD – MLav Racing (HONDA) 1’47.704 P11 248.8
    Veda PRATAMA Honda Team Asia (HONDA) 1’48.136 P19 246.0
    Joel KELSO GRYD – MLav Racing (HONDA) 1’47.846 P14 246.5
    Guido PINI Leopard Racing (HONDA) 1’48.484 P22 243.7
    Zen MITANI Honda Team Asia (HONDA) 1’48.507 P23 244.8

    Anomali Lap Time: Inkonsistensi yang Mencolok

    Veda hanya mencatatkan 1 lap valid di bawah 1 menit 49 detik (1’48.136). Selebihnya, waktu putarannya berkisar di 1’49-1’52—jauh dari standarnya.

    Lap Catatan Waktu Catatan
    2 1’49.829 Lap awal
    6 1’49.127 Membaik
    11 1’48.384 Hampir terbaik
    14 1’48.136 Lap terbaik
    Lap lain 1’49-1’52 Inkonsisten

    Perbandingan dengan JuniorGP 2025

    Ajang Waktu Terbaik Posisi
    JuniorGP 2025 (Race 1) ~1’48.2 P6
    JuniorGP 2025 (Race 2) ~1’48.5 P8
    Moto3 Practice 2026 1’48.136 P19
    Share this article
    Post

    Baca Juga

    Artikel Motogp Lainnya

    Lihat Semua Motogp
    Blak-Blakan…Akhirnya Aprilia akui siapkan “Team Order” Kalahkan Marquez !!
    Motogp

    Blak-Blakan…Akhirnya Aprilia akui siapkan “Team Order” Kalahkan Marquez !!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dominasi luar biasa pabrikan Aprilia di Grand Prix Indonesia (Mandalika)—dengan menyapu bersih posisi empat besar—ternyata menyisakan pekerjaan rumah yang pelik bagi manajemen tim. Di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP antara Jorge Martin dan Marc Márquez, Direktur Teknik Aprilia, Fabiano Sterlacchini, mengisyaratkan bahwa pabrikan asal Noale tersebut akan segera menetapkan tenggat […]

    October 13, 2026 • 0 Baca →
    Kemarahan Marquez terhadap Dorna di Mandalika…Denda Besar ancam Marc ?!
    Motogp

    Kemarahan Marquez terhadap Dorna di Mandalika…Denda Besar ancam Marc ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Dorna Sports dan FIM resmi memperketat aturan komersial dan promosi bagi para pebalap MotoGP. Regulasi baru ini menetapkan sanksi tegas—mulai dari denda finansial hingga penalti Grid—bagi pebalap yang absen dalam agenda Public Relations (PR), sesi penandatanganan autograf, atau wawancara media wajib tanpa alasan medis yang sah. Kebijakan baru ini langsung menuai reaksi keras […]

    October 13, 2026 • 0 Baca →
    Heboh kontroversi Jorge Martin “Jump Start” di Mandalika…kena Penalti ??
    Motogp Trending

    Heboh kontroversi Jorge Martin “Jump Start” di Mandalika…kena Penalti ??

    Iwanbanaran.com – Cakkk…..Dunia maya dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang menampilkan pebalap Aprilia, Jorge Martin, melakukan gerakan mencurigakan di grid start sesaat sebelum balapan Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika dimulai. Video tersebut langsung memicu perdebatan sengit di media sosial, di mana sebagian penggemar menuduh Martin melakukan jump start (curi start). Apakah Martin terkena Penalti […]

    October 13, 2026 • 0 Baca →