Toprak Razgatlioglu akhirnya temukan masalah Besar Yamaha M1 !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Toprak Razgatlioglu, kembali menyuarakan keluhan menjalani akhir pekan yang berat di MotoGP Brasil. Mengawali akhir pekan MotoGP Brasil dengan cukup baik. Pada hari Jumat yang berlangsung dalam kondisi trek campuran, ia berhasil menembus Q2 untuk pertama kalinya. Namun, performanya justru menurun pada Sabtu. Ia hanya mampu menempati posisi ke-12 di kualifikasi—catatan waktu yang jika di Q1 akan menempatkannya di posisi kedua terbawah—dan finis di posisi ke-17 pada balapan utama, hanya unggul dari Maverick Vinales. Sisi positifnya kini Toprak Razgatlioglu akhirnya temukan masalah Besar Yamaha M1 !!! Apa gerangan ?
Meski hari Minggu berjalan lebih baik dibandingkan sprint race, masalah yang dihadapi tetap sama. Razgatlioglu mengeluhkan kurangnya traksi saat keluar tikungan, masalah yang sudah berulang kali dikeluhkan pembalap Yamaha sejak era ban Michelin dan kontrol elektronik dimulai pada 2016-2017.
“Balapan utama berjalan lebih baik daripada Sprint. Tapi traksi belakang terasa aneh. Pabrikan lain memiliki grip yang lebih baik daripada Yamaha,” keluh Razgatlioglu usai balapan di Goiania…
Ia menjelaskan bahwa upaya untuk memperbaiki situasi tidak membuahkan hasil signifikan. “Kami mencoba memperbaiki situasi, tetapi begitu saya membuka gas, saya kehilangan banyak waktu. Saya mengalami wheelspin besar dan tidak bisa akselerasi dengan baik.”
Tertinggal dari Quartararo di Sektor Akselerasi
Sepanjang balapan, Razgatlioglu menghabiskan banyak waktu di belakang rekan sesama pembalap Yamaha, Fabio Quartararo. Ia merasa di beberapa tikungan ia lebih kuat, bahkan mampu mendekat. Namun, setiap kali memasuki lintasan lurus, ia selalu tertinggal.
“Ketika saya berada di belakang Fabio, saya melakukannya dengan sangat baik di hampir setiap tikungan. Di beberapa tikungan, saya bahkan mampu mengejar ketertinggalan darinya. Tapi begitu kami membuka gas, dia selalu memiliki keuntungan besar. Mungkin dia mengelola ban lebih baik atau memiliki pengaturan yang lebih baik. Dia selalu sangat efektif di bawah akselerasi. Di tikungan 12 dan tikungan terakhir, dia selalu berhasil menambah jarak.”
Kesalahan Sendiri Memperburuk Keadaan
Nasib Razgatlioglu semakin buruk setelah ia melakukan kesalahan di tikungan pertama yang membuatnya keluar dari jalur dan kehilangan kontak dengan kelompok di depannya.
“Saya membuat kesalahan di tikungan 1, keluar jalur, dan kehilangan kontak. Sejak saat itu, saya tidak memiliki referensi dan berkendara sendirian. Saya tidak puas, karena sekali lagi saya finis hampir di posisi terakhir.”
Meski hasil akhir mengecewakan, Razgatlioglu mencoba mengambil sisi positif dari akhir pekan yang berat ini. Ia merasa ada pelajaran berharga yang didapat, terutama terkait pengaturan pengereman mesin (engine braking).
“Akhir pekan ini saya mempelajari beberapa hal tentang engine braking. Sekarang saya lebih puas dengan pengereman saya.”
Last….keluhan Razgatlioglu ini kembali menegaskan bahwa Yamaha masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait pengembangan mesin dan traksi. Meskipun Quartarao berhasil finis di posisi yang lebih baik, jarak yang cukup signifikan dengan para pembalap di depan menunjukkan bahwa motor YZR-M1 masih kesulitan bersaing dalam hal akselerasi dan grip keluar tikungan dibandingkan dengan pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, dan KTM. Dengan seri selanjutnya yang akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Yamaha dan para pembalapnya harus segera menemukan solusi agar tidak kembali tertinggal jauh di trek yang memiliki banyak tikungan dan akselerasi. Semangattt Toprakkk !! (iwb)