Toprak dan Moreira akui Ngeri dengan Motogp Bike….!!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk..tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang bukan sekadar ajang adu cepat, melainkan momen pembuktian bagi dua nama besar, Toprak Razgatlioglu dan Diogo Moreira. Keduanya memberikan testimoni serupa: motor MotoGP adalah “monster” yang berada di level yang sama sekali berbeda dari motor apa pun yang pernah mereka tunggangi. Ya…Toprak dan Moreira akui Kaget dengan Motogp Bike cak….!!!
Toprak Razgatlioglu: Dari Superbike ke Jet Darat
Bagi Toprak, yang selama bertahun-tahun mendominasi WorldSBK, transisi ke motor prototipe (kini bersama proyek V4 Yamaha) memberikan kejutan budaya teknis yang besar. Meskipun ia dikenal sebagai raja pengereman di Superbike, ia mengaku harus belajar ulang di MotoGP.
Kesulitan yang dihadapi berasal dari teknologi yang membuat setiap motor MotoGP sangat berbeda dari motor lain di planet ini….aerodinamika ekstrem dan sistem RHD terutama di bagian belakang. Bukan soal Horse power. Ini soal feeling dan hukum racing yang seperti ditabrak di Motogp. Ini soal mendidik ulang indra. Selama bertahun-tahun, Toprak telah belajar bahwa ada batas yang tepat untuk kecepatan di mana pembalap dapat melewati tikungan secara maksimum. Batas fisik yang jelas di luar batas tersebut motor akan crash. Namun di Motogp tidak…
Sekarang rider berada di atas mesin yang mendorong batas itu jauh lebih jauh. Begitu jauh sehingga Toprak seperti tidak lagi mengenalinya. Aerodinamika motor MotoGP sukses membuat motor tidak pernah kehilangan grip….ini adalah level berbeda. Untuk tetap berada di tikungan pada kecepatan yang selama bertahun-tahun telah Toprak anggap berbahaya. Bahkan sebelum menjadi peningkatan teknis, batasan baru ini harus diasimilasi oleh tubuh dan dirasionalisasi oleh pikiran, sehingga indra, dan karenanya gaya berkendara, dapat melompat ke dimensi lain….
“Saya sudah sering mendengar orang bilang motor ini berbeda, tapi merasakannya sendiri di tengah lintasan bersama pembalap lain adalah hal lain. Tenaganya luar biasa, tapi yang paling mengejutkanku adalah bagaimana elektronik mengaturnya. Di Superbike, kamu bisa merasakan motor bergerak dan meluncur, namun di sini, semuanya terasa jauh lebih terkontrol namun jauh lebih cepat. Gaya balapku biasanya sangat mengandalkan rem depan, namun ban Michelin memiliki karakter yang sangat spesifik. Saya harus mengubah cara masuk ke tikungan. Jelas kalian tidak bisa membandingkan motor ini dengan motor Superbike; itu seperti membandingkan jet tempur dengan pesawat komersial.” serunya kaget. Ya…kengerian atas teknologi yang disodorkan cak…
Di sisi lain, Diogo Moreira, yang lebih terbiasa karena berangkat dari Moto2, tetap mengakui betapa dahsyatnya kekuatan mematikan motor MotoGP saat berakselerasi, ada perangkat penurun ketinggian (RHD) yang siap menekan pusat gravitasi motor ke tanah seolah-olah itu adalah pengisap pada kaca. Karena dengan adanya downforce, pembalap dapat membuka gas jauh lebih awal daripada yang diajarkan instingmu. Motor MotoGP tidak terangkat, tidak kehilangan keseimbangan, tidak melaju tak terkendali. Motor tetap stabil. Dan tenaga itu, yang di atas kertas tampak mengintimidasi, tiba-tiba menjadi sepenuhnya tersalurkan dengan kuat keaspal…
“Semuanya terjadi begitu cepat. Kecepatan di lintasan lurus adalah satu hal yang mengagumkan, tapi cara motor ini berhenti dan berakselerasi keluar dari tikungan sangat mengejutkan. Di Moto2, kalian harus bekerja keras untuk membuat motor berbelok, tapi di MotoGP, dengan semua perangkat ride-height dan aerodinamika, motor terasa sangat berat namun sekaligus sangat presisi. Ada begitu banyak tombol dan hal yang harus dipikirkan saat kamu melaju dengan kecepatan 330 km/jam. Kamu harus menjadi seorang pilot sekaligus teknisi di atas motor.” tuturnya…
Last…baik Toprak maupun Moreira setuju bahwa transisi ini akan memakan waktu. MotoGP tahun 2026 dengan regulasi teknis yang terus berkembang menuntut adaptasi fisik dan mental yang luar biasa. Meski mencatatkan waktu yang menjanjikan, keduanya sadar bahwa memahami “jiwa” motor MotoGP tidak bisa dilakukan hanya dalam satu hari. Satu hal yang pasti bagi mereka, mulai hari ini, semua motor lain akan terasa lambat. Luarr biasa Motogp…(iwb)