Test Shake Down Sepang 2 : Yamaha dan Honda singkirkan Ducati…Pabrikan Jepang melesat !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…Jika Fabio Quartararo adalah ujung tombak kecepatan dan Toprak Razgatlioglu adalah sensasi baru, maka Jack Miller adalah “insinyur di atas lintasan” yang dibutuhkan Yamaha untuk menyempurnakan mahakarya V4 mereka. Pada hari kedua Tes Shakedown MotoGP 2026 di Sepang, Miller memberikan masukan krusial terkait satu hal yang sempat hilang dari Yamaha… ketajaman pengereman dan stabilitas masuk tikungan. Hasilnya ? Yamaha dan Honda singkirkan Ducati…Pabrikan Jepang melesat !!
Bergabung dengan tim Prima Pramac Yamaha, Miller membawa data berharga dari pengalamannya bersama Ducati dan KTM untuk membantu Yamaha menjinakkan mesin barunya.
Analisis “Hard Braking”: Identitas Baru Yamaha
Selama bertahun-tahun, Yamaha M1 dikenal sebagai motor yang halus namun lemah saat dipaksa mengerem keras. Namun, kehadiran Jack Miller di hari kedua Shakedown mengubah narasi tersebut. Miller, yang dikenal sebagai salah satu pembalap dengan pengereman paling lambat (late breaker), fokus menguji seberapa jauh sasis baru Yamaha bisa ditekan.
-
Stabilitas Garpu Depan: Miller melaporkan bahwa dukungan dari teknisi Yamaha terhadap sistem suspensi baru memberikan stabilitas luar biasa saat downshift agresif.
Akselerasi Keluar Tikungan: “Miller Manner” terlihat jelas di Tikungan 15 Sepang. Dengan mesin V4, Jack mampu menegakkan motor lebih cepat dan mendapatkan traksi maksimal, sebuah area di mana Yamaha sebelumnya selalu tertinggal dari Ducati.
Keunggulan Miller: Input dari “Dua Dunia”
Mengapa peran Jack Miller begitu penting bagi ketajaman Yamaha? Karena ia adalah satu dari sedikit pembalap yang tahu persis bagaimana cara kerja mesin V4 dari dua pabrikan berbeda (Ducati dan KTM).
Di hari kedua, meski fokus pada pengujian long run dan pemetaan elektronik (bukan sekadar mengejar waktu satu putaran), Miller berhasil mencatatkan waktu yang konsisten di kisaran 1:59 rendah. Dan terbaik ketika time attacking tembus 1 menit 57,9 detik. Masukannya memungkinkan teknisi Yamaha untuk menyesuaikan keseimbangan berat motor agar tetap “tajam” namun tidak terlalu liar bagi pembalap seperti Quartararo.
Sinergi Pramac dan Pabrikan
Ketajaman motor Yamaha tahun ini juga terbantu oleh integrasi teknis antara tim pabrikan dan Pramac. Jack Miller tidak bekerja sendiri; ia berbagi data secara real-time dengan Fabio Quartararo.
“Motor ini mulai terasa seperti motor juara. Jack memberikan perspektif yang berbeda tentang bagaimana mesin V4 seharusnya berperilaku saat masuk ke tikungan sempit,” ujar salah satu sumber internal tim Yamaha.
Data Singkat Hari Ke-2 (Fokus Yamaha):
| Pembalap | Tim | Catatan Waktu Terbaik | Peran Fokus |
| Fabio Quartararo | Monster Energy Yamaha | 1:58.424 | Pure Pace & Aero |
| Toprak Razgatlioglu | Prima Pramac Yamaha | 1:58.805 | Adaptasi & Braking |
| Jack Miller | Prima Pramac Yamaha | 1:57.908 | Development & Geometry |
Kesimpulan: Paket Lengkap Yamaha
Dengan Miller yang mengasah “pisau” Yamaha agar tetap tajam di area teknis, pabrikan Iwata ini tampak siap menghadapi musim 2026 dengan lebih percaya diri. Kombinasi antara kecepatan murni Fabio, agresivitas Toprak, dan pengetahuan teknis Jack Miller menjadikan Yamaha sebagai tim paling menarik untuk diikuti perkembangannya sebelum tes resmi dimulai minggu depan. Terus gimana dengan Honda ??
Revolusi Aero dan Power delivery Honda RC213V
Melalui tangan dingin Aleix Espargaro, Honda HRC menunjukkan sinyal paling positif dalam tiga tahun terakhir. Pada Tes Shakedown di Sirkuit Sepang, mantan kapten Aprilia ini membuktikan bahwa ia adalah “kepingan puzzle” yang selama ini hilang dari pengembangan Honda RC213V.
Berdasarkan data hingga hari kedua (Jumat, 30 Januari 2026), Aleix tetap menjadi salah satu pembalap tercepat, bersaing ketat di papan atas bersama adiknya, Pol Espargaro (KTM) dan bintang Yamaha, Fabio Quartararo.
Aleix Espargaro langsung menghentakkan paddock pada hari pembukaan dengan menjadi pembalap tercepat lewat catatan waktu 1:58.091. Waktu ini bukan sekadar keberuntungan; Aleix menunjukkannya lewat rentetan putaran yang konsisten. Di hari kedua, meski fokus bergeser ke pengujian komponen sasis yang lebih detail, ia tetap bertahan di posisi dua besar sebelum akhirnya beberapa pembalap reguler Yamaha merangsek naik di jam-jam terakhir.
Misi Kebangkitan Honda RC213V 2026
Peran Aleix di Honda jauh lebih besar daripada sekadar mencetak waktu lap. Ia direkrut sebagai pembalap penguji (test rider) dengan misi tunggal: Menghilangkan karakter motor yang tidak terduga.
Beberapa poin penting dari kerja Aleix di Sepang meliputi:
-
Revolusi Aerodinamika: Aleix terlihat menguji paket aero baru dengan “stealth mode” (hitam karbon) yang bertujuan meningkatkan downforce saat keluar tikungan.
-
Feedback Berharga: Pengalaman Aleix selama bertahun-tahun mengembangkan Aprilia dari motor papan bawah menjadi pemenang balapan adalah aset yang sangat dibutuhkan Honda untuk memberikan arahan bagi pembalap utama mereka seperti Joan Mir.
-
Patokan bagi Rookie: Kecepatan Aleix menjadi standar tinggi bagi pembalap muda Honda lainnya, termasuk Diogo Moreira (LCR Honda), yang masih berjuang menutup selisih waktu sekitar 2 detik dari sang veteran.
Last….Salah satu pemandangan menarik di Sepang adalah duel catatan waktu antara Aleix (Honda) dan adiknya, Pol (KTM). Keduanya menguasai puncak klasemen di sebagian besar sesi Shakedown. Persaingan kakak-beradik ini membuktikan bahwa motor-motor non-Ducati sedang melakukan lompatan besar di musim 2026. Yess…Pabrikan Jepang akhirnya bisa singkirkan Ducati yang pada hari kedua FInal hanya mampu bertengger terkencang ke 7….(iwb)
2026 Sepang MotoGP Shakedown Test: Day 2 (Friday – FINAL) |
||||
| Rider | Nat | Team | Time | |
| 1 | Jack Miller | AUS | Pramac Yamaha (YZR-M1) | 1:57.908s |
| 2 | Pol Espargaro | SPA | KTM Test Rider (RC16) | +0.025s |
| 3 | Aleix Espargaro | SPA | Honda Test Rider (RC213V) | +0.158s |
| 4 | Alex Rins | SPA | Monster Yamaha (YZR-M1) | +0.749s |
| 5 | Dani Pedrosa | SPA | KTM Test Rider (RC16) | +0.761s |
| 6 | Toprak Razgatlioglu | TUR | Pramac Yamaha (YZR-M1)* | +0.897s |
| 7 | Michele Pirro | ITA | Ducati Test Rider (GP26) | +1.247s |
| 8 | Fernandez/Dovizioso | N/A | Yamaha Test Rider (YZR-M1) | +1.443s |
| 9 | Lorenzo Savadori | ITA | Aprilia Test Rider (RS-GP) | +1.743s |
| 10 | Diogo Moreira | BRA | Pro Honda LCR (RC213V)* | +2.022s |
| 11 | Mika Kallio | FIN | KTM Test Rider (RC16) | +6.468s |
Fastest 2025 Malaysian MotoGP qualifying laps – by manufacturer:
Ducati: Francesco Bagnaia, 1m 57.001s.
Yamaha: Fabio Quartararo, 1m 57.195s.
KTM: Pedro Acosta, 1m 57.363s.
Honda: Joan Mir, 1m 57.440s.
Aprilia: Marco Bezzecchi, 1m 57.549s.
*Yamaha V4: Augusto Fernandez 1m 59.382s.