Terbongkar…Kenapa Pecco sulit diatas mesin GP25 !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya Terbongkar…Kenapa Pecco sulit diatas mesin GP25 !!! Francesco Bagnaia menjelaskan ada beberapa poin yang menjadi penyumbang terbesar kenapa dia kehilangan sentuhan diatas mesin GP25. Hilangnya kemampuan untuk mengerem saat motor dalam posisi miring (lean angle) terbukti sangat merugikan performanya. Dan inilah 3 poin masalah pada Pecco…
Sepanjang musim 2025, Bagnaia berupaya keras untuk menemukan kembali kepercayaan diri pada ban depan yang sebelumnya ia miliki pada motor Ducati versi lama. Meskipun sempat menunjukkan sekilas gaya pengereman keras khasnya (seperti di Motegi), kemajuan tersebut sering kali berumur pendek.
2. Perbedaan Teknik: Pengereman Lurus vs. Pengereman Saat Miring
Bagnaia menjelaskan perbedaan mendasar antara performanya musim ini dibandingkan musim-musim sebelumnya saat ia menjadi juara dunia:
-
Pengereman Jalur Lurus: “Pengereman di jalur lurus masih sangat mirip,” ungkap pembalap Italia tersebut.
Pengereman Saat Miring: “Perbedaan terbesarnya adalah saat memasuki tikungan. Sebelumnya, saya punya kemampuan untuk menghentikan motor saat sedang miring (lean angle). Itulah yang hilang sepanjang musim ini.”
3. Masalah Fatal Saat Berada di Belakang Pembalap Lain
Keterbatasan dalam fase masuk tikungan (corner entry) ini menjadi sangat merusak dalam situasi balapan sesungguhnya. Menurut Bagnaia:
-
Saat mengikuti pembalap lain, efek slipstream tidak membantu motor untuk berhenti di jalur lurus.
-
Oleh karena itu, kemampuan untuk menghentikan motor di fase transisi (saat mulai miring masuk tikungan) menjadi sangat krusial.
“Jika Anda tidak bisa menghentikan motor saat posisi miring, Anda tamat (you’re f**ked). Itulah masalah saya,” tegasnya.
4. Perbandingan dengan Musim Lalu
Bagnaia menyoroti bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, ia mampu mengontrol slide (gesekan ban belakang) lebih baik untuk membantu mengurangi kecepatan di fase terakhir sebelum mencapai titik puncak tikungan (apex). Namun, pada GP25, ia merasa tidak bisa lagi memaksakan motor di fase terakhir pengereman tersebut tanpa risiko kehilangan kendali.
Karena kesulitan yang persisten ini—ditambah dengan masalah getaran (chattering) saat keluar tikungan—posisi Bagnaia merosot di klasemen. Ia hanya mampu meraih dua kemenangan Grand Prix dan akhirnya turun ke posisi lima dalam Kejuaraan Dunia MotoGP 2025 akibat delapan kali gagal meraih poin dalam sepuluh balapan terakhir. Apakah Ducati mampu memperbaiki keluhan Pecco ini dimusim 2026 ? kita tunggu saja cak…(iwb)