Tangis Marc Marquez karena 3 jari tidak bisa dikontrol…ancurrr tenan !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….IWB lumayan terkejut melihat tayangan Ducati yang membongkar perasaan Marc. Kabar paling baru dari garasi Ducati Lenovo Team, sang juara bertahan, Marc Marquez, ternyata menyimpan rahasia yang bener-bener mengiris hati. Lewat video eksklusif serial Inside Ducati, terlihat jelas momen emosional saat Marquez menangis tersedu di depan Gigi Dall’Igna dan kru mekaniknya setelah menjadi korban kecelakaan highside di Sprint Race Le Mans kemarin. Tangis Marc Marquez karena 3 jari tidak bisa dikontrol…ancurrr tenan !!!
Bukannya mengeluhkan perkara kakinya yang patah akibat insiden tersebut, Marquez malah blak-blakan mengakui perkara yang jauh lebih mengerikan: “I’m riding with one and a half arms… Aku balapan cuma pakai tangan satu setengah. Sampeyan pasti ingat insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi di sirkuit Mandalika, Indonesia, musim 2025 kemarin kan? Nah, ternyata dari situlah petakanya, cakk! Baut bedah yang ada di bagian pundak Marquez ternyata bergeser pasca tabrakan tersebut.
Marquez merasakan ada yang aneh pasca seri Jerez kemarin. Saat doi membungkuk dalam posisi riding, baut yang bergeser itu malah mengenai dan menjepit saraf radial-nya. Itu adalah saraf utama yang berfungsi untuk menggerakkan tiga jari dan lengan kanannya cakk! Akibatnya? Kekuatan tangane langsung loyo alias hilang seketika! Ini yang membuat nyesek, cakk. Marquez sampai matanya berkaca-kaca saat mengatakan bahwa sejatinya doi balapan di angka setengah detik lebih lambat dari limit aslinya.
“Aku tidak ada yang perlu dibuktikan, aku bisa melaju kencang. Buktinya Q1 Le Mans kemarin aku bisa pecah rekor lap! Tapi masalahnya, aku balapan jauh dari limitku,” ujar Marquez emosional. Doi sering ndlosor alias kecelakaan di tikungan cepat (seperti saat balapan hari Minggu di Jerez) yang doi sendiri tidak paham sebabe. Ternyata ya itu cakk, tangannya sudah tidak kuat menahan bobot dan traksi motor Ducati spek dewa tersebut. Berikut kutipan lengkap Marc Marquez didalam pit Ducati…
-
Marc Marquez: “Aku tidak bisa bilang apa-apa.”
-
Marc Marquez: “Ada satu baut yang membuat sarafku bermasalah. Kadang terasa, kadang tidak.”
Anggota Tim: “Setidaknya kamu sudah mengerti masalahnya.”
Marc Marquez: “Ya, tapi aku sudah tahu ini bakal terjadi padaku. Kamu tidak bisa mengendarai motor dengan kondisi ‘on-off’ (sebentar oke, sebentar tidak). Sekarang terasa, nanti tidak… Aku tahu ini akan terjadi.”
Marc Marquez: “Itulah kenapa operasinya sudah dijadwalkan setelah GP Catalunya. Aku balapan hanya dengan satu setengah lengan.”
Marc Marquez: “Kita perlu cari tahu apakah bisa melakukan satu operasi saja… Melewatkan balapan Catalunya… Karena mereka harus membedah dan mengambil baut yang patah itu.”
Marc Marquez: “Baut itu (patah) saat kecelakaan di Indonesia… Mereka melihat bautnya bergeser. Setelah balapan di Jerez, aku melakukan pemeriksaan dan bilang, ‘Ada sesuatu yang salah’.”
Marc Marquez: “Sebenarnya, saat aku dalam posisi berkendara… kalau posisi biasa seperti ini tidak terasa, tapi saat posisi balap, baut yang patah itu—setelah cedera di Indonesia—ia bergeser dan menekan saraf.”
Marc Marquez: “Saraf yang menggerakkan tiga jari ini… dan seluruh lenganku.” (menangis)
Anggota Tim: “Jadi itu membuat tenagamu hilang?”
Marc Marquez: “Ya, itu membuatku kehilangan tenaga.”
Marquez sebenarnya sudah janjian dengan dokter untuk operasi pencabutan baut tersebut pasca balapan sirkuit Catalunya akhir pekan ini. Tapi, karena kakinya keburu cedera patah duluan di Le Mans, tim dokter langsung gerak cepat melakukan operasi ganda sekaligus untuk membenahi kaki dan pundaknya…
Marquez memang punya mental bukan manusia biasa cakk. Bayangkan, balapan di level tertinggi MotoGP dengan kondisi saraf kejepit dan tangan cuma berfungsi separuh saja masih bisa menang Sprint Race dua kali berturut-turut musim ini! Doi memang sengaja meminta manajemen Ducati untuk merahasiakan problem ini supaya tidak menjadi bahan omongan media atau membuat fokus tim buyar selama akhir pekan. Tapi dari data telemetri, Gigi Dall’Igna dan Marco Rigamonti memang sudah merasa ada yang ganjil dengan gaya balap nomor 93 ini…
Last..sekarang operasi sudah rampung cakk. Pihak Ducati sendiri belum bisa memastikan kapan sang Superhero ini bakal comeback, apakah sudah siap tempur lagi saat di sirkuit Mugello atau harus menunggu lebih lama. Yang pasti, keputusan operasi ini sudah benar banget demi kesehatan jangka panjang. Kita doakan saja cakk, semoga pemulihan saraf tangan Marc Marquez bisa cepat lancar, supaya doi bisa kembali nggegirisi dan balapan menggunakan dua tangan utuh lagi untuk mengacak-ngacak podium MotoGP. Gws Marc…(iwb)