Suppo: “Marquez Sangat Menyayangi Honda, Saya Tidak Akan Terkejut Jika Ia Kembali”
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Livio Suppo, mantan manajer tim Repsol Honda yang bekerja sama erat dengan Marc Marquez selama masa kejayaannya, memberikan pandangan menarik mengenai masa depan pembalap asal Spanyol tersebut. Meski Marquez saat ini telah memulai babak baru bersama Ducati, Suppo meyakini bahwa hubungan emosional antara sang pembalap dan pabrikan asal Jepang tersebut belum sepenuhnya berakhir….
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Suppo merefleksikan kepindahan Marquez ke Gresini dan kemudian ke tim pabrikan Ducati. Namun, ia menekankan bahwa perpisahan Marquez dengan Honda dilakukan dengan cara yang sangat baik dan penuh rasa hormat, sesuatu yang jarang terjadi di dunia balap profesional ketika seorang bintang besar hengkang.

“Marc selalu mengatakan bahwa Honda adalah tim dalam hidupnya,” ujar Suppo. “Cara mereka berpisah—tanpa drama, tanpa tuntutan hukum, dan dengan rasa saling pengertian—menunjukkan betapa kuatnya ikatan di antara mereka. Marc pergi karena ia butuh motor yang kompetitif untuk membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia masih yang terbaik, bukan karena ia membenci Honda.”
Suppo menambahkan bahwa faktor teknis akan menjadi kunci utama. Jika Honda mampu memperbaiki performa motor RC213V mereka dalam beberapa tahun ke depan, peluang kembalinya sang juara dunia delapan kali itu bukanlah hal yang mustahil.
“Jika dalam dua tahun ke depan Honda menunjukkan kemajuan besar dan kembali ke papan atas, saya tidak akan terkejut sama sekali jika Marc memutuskan untuk kembali dan mengakhiri kariernya di sana. Itu akan menjadi cerita penutup yang indah bagi sejarah MotoGP,” lanjut Suppo.
Saat ini, Marc Marquez sedang bersiap untuk musim 2025 bersama tim pabrikan Ducati (Ducati Lenovo), di mana ia akan bertandem dengan Francesco Bagnaia. Banyak pengamat menilai ini adalah kesempatan terakhir Marquez untuk menyamai atau melampaui rekor gelar juara dunia Valentino Rossi.
Namun, bagi Suppo, romansa antara Marquez dan Honda tetap menjadi api yang belum sepenuhnya padam. “Hati Marc tetap memiliki warna oranye Honda. Di paddock ini, kita telah melihat banyak hal yang jauh lebih aneh daripada kembalinya seorang juara ke rumah lamanya.”…tutupnya. Apakah sampeyan setuju dengan Suppo ?? (iwb)