Home / Rohani / Sebuah kisah nyata yang patut menjadi renungan kita bersama….
Rohani •

Sebuah kisah nyata yang patut menjadi renungan kita bersama….

Seluruh kantor dibikin shock mendengar Arman (sebut saja demikian) mengalami kecelakan kendaraan bermotor hingga cedera parah.
Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 5 menit
Sebuah kisah nyata yang patut menjadi renungan kita bersama….
Sebuah kisah nyata yang patut menjadi renungan kita bersama…. — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Seluruh kantor dibikin shock mendengar Arman (sebut saja demikian) mengalami kecelakan kendaraan bermotor hingga cedera parah.
  • Kabarnya doi tersenggol bis….motor oleng…jatuh…dan kakinya dilindas kendaraan dibelakangnya hingga tulang panggul dan kaki patah.
  • Apesnya….bukannya ditolongin, motornya malah dibawa kabur oleh orang tak dikenal.

GIF460x110px460x110-OK

Sebuah kisah nyata yang patut menjadi renungan kita bersama….

Seluruh kantor dibikin shock mendengar Arman (sebut saja demikian) mengalami kecelakan kendaraan bermotor hingga cedera parah. Kabarnya doi tersenggol bis….motor oleng…jatuh…dan kakinya dilindas kendaraan dibelakangnya hingga tulang panggul dan kaki patah. Ngilu tenan mzbro. Apesnya….bukannya ditolongin, motornya malah dibawa kabur oleh orang tak dikenal. Ketidak beruntungan ternyata tidak kunjung usai…..
Yamaha MioSebuah kisah nyata yang patut menjadi renungan kita bersama….

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Dirumah sakit karena alasan administrasi….para petugas tidak segera melakukan tindakan darurat. Ditelantarkan hingga kaki sudah mati rasa membuat Arman didera siksaan luar biasa. Setelah menunggu sekian lama dan menyelesaikan administrasi….ujung-ujungnya doi malah direkomendasikan pindah rumah sakit karena keterbatasan dokter bedah. Jawaban yang bikin frustasi mengingat luka belum disentuh sama sekali oleh perawat yang bertugas selama 24 jam pasca kecelakaan. Akibat keterlambatan, efeknya sangat fatal sebab doi akhirnya divonis cacat susah normal kembali. Sebuah kabar yang tentu saja membuat sesak siapapun yang mendengar termasuk temannya sekalipun…..

Arman adalah sosok yang baik. Bawaannya pendiam tidak pernah menyakiti? orang lain. Ringan tangan suka membantu menjadi ciri khas keseharian dilingkungan kantor. Soal fisik….wah gagah bener bro.? Makanya kaum hawa banyak yang keranjingan pada penampilannya.? Dikantor juga doi akhirnya mendapatkan jodoh yang dinikahin hingga mempunyai anak satu (masih balita). Sayang, pasca kejadian tragis…..Arman seperti memutus hubungan dengan dunia luar. Doi terkesan menutup diri enggan dijenguk teman. Untunglah perusahaan tempat doi bekerja memberikan dispensasi. Arman diijinkan cuti kerja hingga cederanya sembuh…..

Waktu terus berjalan. 3 bulan sudah terlewati belum ada tanda Arman masuk kerja. Ternyata dari kasak kusuk yang beredar….operasi kaki yang dijalani beberapa bulan lalu mengalami kegagalan. Entah menjadi korban mal praktek atau nggak, yang jelas…kaki Arman kudu dibedah ulang sehingga proses recovery lebih lama dari biasanya. Mirisnya asuransi sudah angkat tangan. Yup…biaya yang mencapai puluhan juta rupiah membuat asuransi kesehatan dari perusahaan menyerah. Ya Allah….ada apa sih dengan siArman. Berat bener cobaannya sebagai orang baik. Semua teman yang mendengar hanya bisa menggeleng dan menghela nafas panjang. Beramai-ramai seluruh department akhirnya berinisiatif menggelar aksi solidararitas mengumpulkan sumbangan. Tapi akibat biaya operasi yang sangat besar….nominal yang terkumpul bak madu disiramkan keair sungai. Nggak nampol mzbro….

Memasuki bulan ke5….kabar gembira berembus dilingkungan kantor. Arman akan masuk kerja brosis….luar biasa sukacita semua teman yang sudah menunggu sejak 3 bulan yang lalu. Tanpa banyak persiapan khusus seluruh teman menyambut dengan hangat. Tapi alangkah terkejut saat masa itu datang. Sosok Arman yang gagah telah hilang. Badan jauh lebih kurus dengan dua alat penyangga berusaha membantu badan berdiri tegak. Kaki satunya kini terlihat menggelantung nyaris tidak berfungsi 🙁 . Dengan kondisi tersebut Arman masih berusaha tersenyum menyembunyikan derita dan cobaan yang begitu luar biasa….

Sebuah kisah nyata yang patut menjadi renungan kita bersama….

Keterbatasan fisik membuat Arman cepat lelah. Atas saran teman-temanya….lelaki berusia 38 tahun tersebut dianjurkan agar sering istirahat. Tidak jarang karena kelelahan, Arman tidur terlentang dilantai gudang kantor beralaskan koran seadanya. Luar biasanya…..doi bisa tidur pulas ditemani tongkat kaki yang kini menjadi teman setianya. Badan yang dulu lincah dan bersemangat kini sirna. Yang ada adalah sosok rapuh patut dikasihani. Saking nyenyaknya…seringkali mulut Arman terbuka seperti menahan letih dari cobaan yang diberikan sang khalik. Kondisi tersebut membuat teman-teman kantor tidak kuasa menahan perasaan iba, khususnya para cewek yang harus menahan air mata melihat sahabat akrab yang bekerja bersama selama 12 tahun mengalami nasib yang begitu malang….

Hari dan bulan terlewati. Alhamdulillah….Arman sudah kembali ceria melupakan terjalnya cobaan yang dilalui. Walau masih dibantu tongkat….doi bisa bersenda gurau lepas. Arman akhirnya mulai terbuka sudi menuturkan perasaan yang dialami. Ngobrol ringan hingga menuju tema serius. Suatu ketika….meluncur pengakuan yang cukup mengejutkan. Arman menuturkan ke S (sebut saja demikian) bahwa doi ikhlas dengan kondisi fisik yang diberikan sekarang. Doi mengaku bisa menerima semua yang menimpa pada dirinya. Doi menyadari…..seluruh kejadian merupakan balasan atas ulahnya sendiri. Lho koq??….

Yup….dengan bergetar Arman menuturkan. Setahun sebelum kejadian naas tersebut, ternyata doi pernah mengalami insiden tabrak lari. Entah bagaimana ceritanya….kejadiannya sangat cepat. Tanpa bisa dijabarkan secara gamblang…..tiba-tiba saja kendaraannya nubruk seseorang cukup keras. Tapi bukannya berhenti untuk nolongin….Arman malah kabur. Motor digeber meninggalkan lokasi. Alasannya satu…takut urusan panjang dan ribet. Apalagi melihat sekilas dari spion…cedera korban sepertinya cukup parah karena terkapar dipinggir aspal. Kejadian singkat tersebut dilupakan begitu saja. Namun…pasca kecelakaan yang menimpa dirinya….barulah ingatan seperti diseret kepada tabrak lari 1 tahun silam. Sebuah cerita yang membuat merinding pastinya brosis….

Sebuah kisah nyata yang patut menjadi renungan kita bersama….

Kisah diatas merupakan cerita nyata yang menimpa teman IWB. Walau banyak yang meragukan ada keterkaitan antara kedua kejadian….namun itulah faktanya. Dan hati kecil Arman mengatakan demikian. Seperti bisikan tak bertuan mengingatkan keburukan yang kita perbuat. Balasan lebih pedih diberikan sang khalik jika kita jahat terhadap seseorang. Sebaliknya….insyaallah rasa manis akan kita rasakan jika sudi menabur kebaikan kepada siapapun. Yang patut dicatat…..balasan didunia hanya awal sebelum mendapatkan balasan yang maha dahsyat diakhirat kelak. Wallahualam….

Oleh karena itu brosis…marilah berlomba berbuat baik terhadap sesama. Sebab niscaya kita sendiri yang akan mendapatkan manisnya…bukan orang lain. Sebaliknya….rasa puas dan tertawa bangga melihat orang lain tersakiti oleh tindakan kita…hanya tinggal menunggu waktu tindakan tersebut bakal berbalik dengan lebih pedih. Didunia ini ada hukum sebab akibat. Siapa yang menanam…..dialah yang menuai. Peribahasa tersebut dibuat bukan hanya dongeng belaka. Namun merupakan pengalaman turun temurun dari para pendahulu kita yang tahu betul liku-liku kehidupan manusia dimuka bumi ini. Akhir kata….Semoga cerita nyata yang IWB share diatas bisa menjadi bahan renungan kita bersama agar tidak menyakiti orang lain pada umumnya serta meremehkan tindakan tabrak lari khususnya. Amin YRA….(iwb)

Bagikan artikel
WhatsApp X

Tentang Penulis

Iwanbanaran
Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!