Home / Motogp / Polemik batasan RPM mesin Moto2 Triumph, dendanya besar euy
Motogp •

Polemik batasan RPM mesin Moto2 Triumph, dendanya besar euy

Cakkk…Era baru Moto2 telah dimulai sejak awal musim 2019 dengan Triumph selaku pemasok mesin tunggal, ternyata masih ada beberapa poin tersembunyi yang perlu diketahui cakkk, opo wae??
Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 4 menit
Polemik batasan RPM mesin Moto2 Triumph, dendanya besar euy
Polemik batasan RPM mesin Moto2 Triumph, dendanya besar euy — Foto: Iwanbanaran

Iwanbanaran.com – Cakkk…Era baru Moto2 telah dimulai sejak awal musim 2019 dengan Triumph selaku pemasok mesin tunggal, ternyata masih ada beberapa poin tersembunyi yang perlu diketahui cakkk, opo wae?? Simak dibawah pakdeeee..

Setelah sembilan tahun Moto2 berkolaborasi dengan Honda sebagai pemasok mesin tunggal sejak peralihan 250cc menuju 600cc sejak awal tahun 2010 silam hingga akhir tahun 2018 pemasok tunggal kini diambil alih oleh pabrikan asal Inggris yakni Triumph, mereka menghadirkan prototype tiga silinder 765cc dengan power yang bisa tembus hingga 140 hp. Alasan mendasar selain proyek lebih menarik adalah banyak orang yang menganggap Honda CBR6000RR sudah terlalu tua dilevel dunia cakkk..

Sejauh ini sebenarnya belum ada keluhan terhadap engine yang cukup powerfull tersebut (Triumph), tetapi Tetapi pada bulan Agustus musim lalu, Triumph dan ExternPro yang sepenuhnya bertanggung jawab menindaktegasi dan menjatuhkan hukuman terhadap beberapa rider yang menyiksa mesin dengan cara yang berlebih saat downshifting karena bisa mengakibatkan umur mesin menjadi lebih pendek…..

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Pada awal musim 2019, semua rider dan tim telah diberitahu mengenai ketentuan batasan Rpm dalam regulasi resmi Moto2, dimana regulasi ini menyebutkan kecepatan maksimum akan dibatasi hingga 14.000 Rpm dan batas kecepatan ketika dinaikkan harus menjadi 14.500 Rpm saat downshifting. Namun sebagian rider tidak terlalu memperhatikan regulasi ini termasuk Jorge Navarro (Team Speed Up Moto2) yang sering melewati batas regulasi yang ditetapkan.

Tapi menurut Direktur Teknis MotoGP, Danny terkait menyalahi aturan yang menyangkut putaran mesin dinaikkan terlalu tinggi, dikeluarkan dari alokasi, dibongkar, atau gampangnya direvisi lebih awal dari biasanya plus dilengkapi dengan suku cadang baru akan terus dipantau dan harus diuji terlebih dahulu dalam tes tertentu…..

Polemik batasan RPM mesin Moto2 Triumph, dendanya besar euyNahh…Bagi para pelanggar regulasi menurut Speedwwek via Perusahan besar ExternPro yang juga menangani hal semacam ini, untuk para rider maupun tim yang melebihi 14.500 RPM didenda sebesar 5150 Euro atau sekitar 79,3 Juta Rupiah. Welehh gede juga euy dendanya. Disisi lain jika pelanggaran regulasi mengakibatkan mesin mengalami kerusakan terlalu parah maka denda bisa mencapai 8.000 Euro atau 123,2 Juta Rupiah.

?Biaya revisi ini didasarkan pada biaya suku cadang dan tenaga kerja. Uang itu bukan untuk Triumph, tetapi ExternPro,” ujar pihak Triumph.

Kemudian Trevor Morris, selaku Direktur Teknis ExternPro juga buka suara mengenai masalah ini cakkk..

“Ada sangat sedikit rider Moto2 yang menyiksa mesin kami secara berlebihan saat downshifting, dan kami sangat akomodatif karena kami tidak menghitung 50 persen putaran di mana seorang rider melanggar lebih dari 14.500 Rpm. Kami tidak dapat lagi membuat konsesi lebih lanjut jika kami tidak ingin membahayakan kehandalan mesin. Kau harus ingat bahwa dasar dari mesin Triumph adalah mesin seri,” tutur Morris

Kemudian Morris juga mengutarakan sesuatu mengenai sumber daya mesin tiga silinder ini ternyata belum dirancang untuk menahan kecepatan RPM 14.000 atau bahkan lebih dari 15.000 rpm.

Polemik batasan RPM mesin Moto2 Triumph, dendanya besar euy“Mesin Triumph baik-baik saja, tetapi jika rider Moto2 mengubah mesin menjadi 15.300 atau 15.400 Rpm, ini tidak akan baik, masalahnya bukanlah mesin tetapi rider tersebut yang mengabaikan peraturan kami. Kami tidak perlu mengubah apa pun secara mekanis untuk tahun 2020, karena semua tim sangat senang dan Tidak ada yang meminta perubahan. Tapi terkadang ada masalah kecil dengan ECU atau rasio gigi yang kami awasi, kami harus waspada terhadap perubahan serius ini karena memang demikian adanya..” serunya…

Dan yang terakhir, jika tahun lalu Moto2 tidak menghadirkan Wildcard dengan alasan tertentu, namun untuk tahun ini telah diberlakukan regulasi baru yakni kembali menghadirkan Wildcard tetapi wajib dengan tim Reguler alias tidak boleh membawa tim individu.

“Sebenarnya kami bisa menyediakan motor untuk rider wildcard ditahun 2019. Tetapi pertanyaannya adalah apakah ada cukup sasis baru untuk mesin tiga silinder pada tahun pertama ini? Dimana setiap tim dan rider hanya mendapatkan satu paket, dan apakah sebuah tim (individu) memiliki cukup pengetahuan mengenai ECU Magneti Marelli hanya untuk satu balapan saja?.” tutup Morris….(cc for iwb)

Bagikan artikel
WhatsApp X

Tentang Penulis

Iwanbanaran
Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Marc Marquez Kuasai Sepang…Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 di Qatar Terbuka !!
Motogp

Marc Marquez Kuasai Sepang…Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 di Qatar Terbuka !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….Persaingan Kejuaraan Dunia MotoGP musim 2026 kini berada di ujung tanduk penentuan setelah pembalap tim pabrikan Ducati, Marc Marquez, tampil sangat dominan pada balapan Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang. Kemenangan telak di Sepang ini tidak hanya menambah perolehan trofi pribadinya musim ini, tetapi juga membuka peluang emas (match point) pertama bagi pembalap […]

November 1, 2026 • 0 Baca →
Marc Marquez Ungkap Strateginya berhasil….Semakin Dekat ke Gelar MotoGP 2026 !!
Motogp Trending

Marc Marquez Ungkap Strateginya berhasil….Semakin Dekat ke Gelar MotoGP 2026 !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez terus melangkah mantap menuju gelar juara dunia MotoGP ke-10 dalam kariernya. Meski gagal meraih kemenangan ke-25 di sesi Sprint, pembalap Ducati Lenovo Team itu menunjukkan kecerdasan taktis yang membawanya semakin dekat ke mahkota juara. Dalam sesi Sprint MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Sabtu (31/10/2026), Marquez finis di posisi kedua di belakang […]

October 31, 2026 • 0 Baca →
Sprint Race MotoGP Malaysia 2026 : Acosta Juara…Marquez Cerdas, Ogura Nafsu puolll !!
Motogp Trending

Sprint Race MotoGP Malaysia 2026 : Acosta Juara…Marquez Cerdas, Ogura Nafsu puolll !!

Iwanbanaran.com – Cakk….Balapan Sprint Race Grand Prix Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang menyajikan drama luar biasa pada Sabtu (31/10). Pembalap muda Red Bull KTM, Pedro Acosta, sukses keluar sebagai pemenang setelah memanfaatkan insiden jatuhnya sang pemimpin balapan serta perubahan cuaca yang mendadak. Sedang Marquez super cerdas walaupun punya Pace sementara Ogura nafsu puolll !!! Pembalap […]

October 31, 2026 • 0 Baca →