Pedro Acosta akui terkesan dengan Duel Marc Marquez !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…Pertarungan sengit di MotoGP semakin terasa seperti “kembali ke masa lalu” bagi pembalap muda KTM, Pedro Acosta. Ia mengaku bahwa duelnya melawan Marc Marquez di Sprint Race seri pembuka di Buriram, Thailand, adalah pertarungan terbaiknya sepanjang karier di kelas utama….
Acosta, yang musim lalu menjadi rookie, langsung tancap gas di musim 2026. Di Sirkuit Chang, ia terlibat pertarungan sengit memperebutkan posisi terdepan dengan Marc Marquez, setelah Marco Bezzecchi jatuh dari posisi pimpinan lomba. Acosta berkali-kali melancarkan serangan pengereman ke dalam di tikungan terakhir, namun Marc Marquez selalu mampu merebut kembali posisinya berkat kecepatan exit yang lebih baik.
Momen krusial terjadi tiga lap sebelum finis. Sebuah kesalahan kecil Marc Marquez di sektor dalam trek memungkinkan Acosta untuk akhirnya memimpin. Kini giliran Marc Marquez yang menjadi penyerang. Sebuah manuver pengereman mendadak di tikungan terakhir berujung kontak, membuat Acosta melebar. Akibatnya, Marc Marquez mendapat penalti satu posisi dari Stewards FIM.
Penalti itu seharusnya menjadi pembuka jalan bagi duel sengit di lap akhir. Namun, Marc Marquez mengaku tidak melihat instruksi penalti di papan dasbor hingga ia keluar dari tikungan kedua terakhir. Tanpa kesempatan untuk membalas, ia pun mengalah dan mengizinkan Acosta melewatinya di tikungan terakhir, memberikan kemenangan Sprint bagi pembalap KTM tersebut.
Meski finis terkesan anti-klimaks, Acosta mengaku sangat menikmati pertarungan dengan pembalap yang santer dikabarkan akan menjadi tandemnya di Ducati musim depan itu.
“Sangat menyenangkan. Ini adalah pertarungan terbaik saya sejauh ini di MotoGP,” ujar Pedro Acosta, antusias.
Lebih jauh, Acosta sama sekali tidak mempermasalahkan manuver agresif Marc Marquez yang berujung kontak. Ia justru melihatnya sebagai bumbu penyedap balapan.
“Tentu saja. Maksud saya, inilah yang membuat MotoGP begitu menarik. Anda akan mengingat pertarungan dan momen-momen seperti ini. Itu adalah balapan yang bagus untuk para penggemar,” tegasnya.
Keseruan tak berhenti di situ. Di balapan utama GP Thailand, Acosta kembali terlibat pertarungan sengit, termasuk dengan sesama juara dunia Jorge Martin, dalam perjalanannya meraih posisi kedua di belakang Bezzecchi.
“Saya menikmatinya seperti di masa-masa Moto3 saya, ketika saya biasanya banyak melakukan overtake,” kenang Acosta dengan sumringah. “Saya berada di momen yang sangat baik, menikmati setiap pertarungan, seperti hari ini dengan Jorge.”
Namun, setelah melihat bagaimana Bezzecchi mampu melesat dan mendominasi sejak start hingga finis, Acosta pun bergurau. Ia sepertinya juga menginginkan kemenangan yang lebih “tenang” di masa depan.
“Mungkin lain kali kita coba lakukan seperti Marco, yang hanya melesat pergi dan tidak terlibat dalam pertarungan berantakan ini!” candanya.
Last…Hasil impresif di Thailand membawa Acosta memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026. Ia menjadi pembalap KTM pertama yang pernah memimpin kejuaraan dunia kelas premier. Dengan keunggulan tujuh poin atas Bezzecchi, Acosta kini bersiap untuk seri berikutnya di Sirkuit Goiania, Brasil, akhir pekan depan….(iwb)