Pecco pusing….” Masalah Ducati masih Sama ” !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan yang berat kembali dialami Francesco Bagnaia di MotoGP Brasil. Pembalap Ducati Lenovo itu harus puas tersungkur di tikungan pada lap ke-11 balapan utama di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu (22/3/2026). Ia mengakui bahwa dirinya kesulitan memahami kondisi trek dan merasa sangat terbebani untuk sekadar menjaga motor tetap berada di jalur…
Sebelum balapan, Bagnaia masih menyimpan harapan. Ia yakin dengan kecepatannya meski harus start dari posisi tengah. Namun, hanya dalam beberapa lap, ia menyadari bahwa ini akan menjadi Grand Prix yang berat. Optimisme dari tes pramusim seolah sirna hanya setelah dua seri balapan.
“Saya berusaha bertahan, tapi akhirnya saya jatuh juga,” ujar Pecco dengan nada kecewa. “Mungkin saya kurang memahami kondisi trek, dan saya sangat kesulitan untuk tetap berada di atas motor. Grip-nya sangat rendah, dan seperti yang saya katakan, saya tidak memahami kondisi di sana.”
Masalah yang Mirip dengan Musim Lalu
Ketika ditanya apa yang kurang dari dirinya, Bagnaia mengaku kesulitan menjawab. Sebab, sepanjang tes pramusim dan sesi latihan di Brasil—di luar balapan—ia merasa cukup baik. Di FP2 dan pemanasan pagi hari sebelum balapan, ia bahkan berada di posisi teratas. Hanya satu kesalahan di kualifikasi yang membuatnya start kurang ideal.
Namun, performanya langsung anjlok di sprint race dan balapan utama.
“Saya perlu meningkatkan performa. Aneh rasanya saya kemudian sangat kesulitan di Sprint dan balapan. Saya memiliki masalah yang kurang lebih sama seperti tahun lalu. Saya cukup kesulitan untuk menghentikan motor dan mempertahankan kecepatan tikungan normal, dan kemudian ada masalah kurangnya grip belakang.”
Ia menambahkan, “Selama latihan saya merasa lebih baik, tapi tidak saat balapan. Masalahnya ada pada pengereman dan masuk tikungan.”
Situasi Makin Sulit saat Terjebak di Kerumunan
Bagnaia juga mengakui bahwa kondisi balapan yang mengharuskannya berada di tengah kerumunan pembalap memperburuk situasi. Suhu ban depan naik dan membuatnya semakin sulit untuk mendorong motor sekeras biasanya. Meski demikian, ia merasa ada sedikit peningkatan dibandingkan tahun lalu.
“Ketika Anda mengikuti seseorang, suhu ban depan naik dan menjadi sulit untuk mendorong sekencang biasanya, tapi tahun lalu saya mengalami masalah yang lebih parah. Saya harus bertahan setengah detik di belakang pembalap di depan saya; sekarang saya bisa bertahan lebih dekat.”
Soal Trek dan Persiapan ke Austin
Balapan utama MotoGP Brasil sendiri dipersingkat dari 31 lap menjadi 23 lap karena kondisi aspal yang dinilai membahayakan. Namun, Bagnaia memilih untuk tidak berkomentar banyak.
“Saya tidak ingin terlibat dalam diskusi itu; saya punya masalah saya sendiri. Ini adalah trek baru, tapi bagaimanapun, di Austin juga banyak gundukan setiap tahunnya. Mereka akan memperbaikinya.”
Mengenai seri selanjutnya di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Bagnaia berharap bisa tampil kompetitif seperti tahun lalu.
“Saya berharap ini akan seperti tahun lalu, ketika saya kompetitif, dan saya akan berusaha bertarung untuk posisi yang saya anggap sebagai target saya.”
Dengan hasil buruk di Brasil, tekanan mulai menghampiri Bagnaia di awal musim 2026. Ia kini harus segera bangkit dan menemukan kembali performa terbaiknya di sirkuit yang ia yakini bisa menjadi titik balik kebangkitannya. Semangatttt Pecco !! (iwb)