Pecco Bagnaia Ungkap Teori “Konsumsi Ban Sangat Aneh” pada Ducati GP26 !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…..Iki baru panas, cak! Lhaa piyee….Di saat para fans lagi adem-ayem, Pecco Bagnaia malah melempar sebuah teori yang bikin dahi mengernyit. Setelah balapan yang penuh drama, sang juara dunia bertahan ini buka suara soal masalah yang bikin dia gagal tampil maksimal. Dan poin utamanya? Apalagi kalau bukan si karet bundar alias ban!
MotoGP seri terakhir kemarin menyisakan tanda tanya besar buat kubu Ducati Lenovo. Pecco Bagnaia, yang biasanya tampil tenang dan presisi, justru terlihat kedodoran di fase akhir balapan. Jebule….Pecco punya teori sendiri soal apa yang terjadi pada motornya. Dia menyebut ada yang “sangat aneh” dengan konsumsi ban belakangnya.
1. Performa yang Drop Tiba-tiba
Pecco menceritakan kalau awalnya semua berjalan sesuai rencana. Ritme balapnya oke, motor anteng, dan dia ngerasa punya pace buat menang. Tapi tiba-tiba, lha kok grip belakangnya terjun bebas alias hilang tak berbekas. Pecco ngerasa motornya nggak mau diajak miring dan sering spin di lintasan lurus.
2. Teori “Ban Aneh”
Nah, ini inti beritanya, cak. Pecco merasa konsumsi bannya sangat tidak wajar dibanding data saat sesi latihan (FP). “Sangat aneh, tingkat keausannya tidak masuk akal jika dibandingkan dengan apa yang kami lihat di hari Jumat dan Sabtu,” cetus Pecco. Dia menduga ada faktor eksternal atau mungkin batch ban yang dia dapatkan punya karakteristik yang berbeda. Waduh, indikasi ban “gaib” lagi nih?
Yang bikin Pecco makin garuk-garuk kepala adalah performa Marc Marquez yang pakai motor serupa. Di saat Pecco menderita, Marc justru terlihat masih punya tenaga di lap-lap akhir. Pecco menegaskan kalau gaya balapnya nggak berubah, mapping mesin juga sama, tapi kenapa bannya bisa habis duluan?
Perbedaan karakter ini menunjukkan bahwa GP26 sebenarnya memiliki potensi pace yang baik, tetapi belum bisa dioptimalkan secara konsisten oleh kedua pembalap karena masalah yang berbeda.
Last….saat ini, tim engineer Ducati lagi lembur bagai kuda buat membedah data telemetri. Mereka ingin memastikan apakah ini murni kesalahan settingan motor, suhu lintasan yang berubah drastis, atau memang kualitas bannya yang lagi apes. Pecco sendiri nggak mau menyalahkan pihak pemasok ban secara langsung, tapi dia minta investigasi mendalam supaya hal ini nggak terulang lagi. MotoGP akan segera memasuki seri Eropa perdana di Jerez, Spanyol, akhir April ini. Bagnaia dan tim Ducati memiliki waktu singkat untuk mencari solusi atas masalah kronis ini sebelum jarak poin semakin melebar. Kita tunggu saja usaha Pecco Ducati….(iwb)