Pecco Bagnaia salahkan Ducati…” 100% bukan salahku, Motornya terlalu stabil !!” serunya. Laahhh
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk….asli IWB mumet dengar komen Pecco yang kembali tidak mengakui bikin kesalahan.
- Ini seperti doi crash saat race Argentina.
- Ketika itu Pecco mengatakan kecepatan dan racing linenya identik sehingga doi heran kenapa crash.
Iwanbanaran.com – Cakkk….asli IWB mumet dengar komen Pecco yang kembali tidak mengakui bikin kesalahan. Ini seperti doi crash saat race Argentina. Ketika itu Pecco mengatakan kecepatan dan racing linenya identik sehingga doi heran kenapa crash. Ban dituding tidak memberikan sinyal dan kini motornya yang disalahkan. Bahkan secara nggak logis Pecco menyalahkan Ducati karena terlalu stabil. ” 100% bukan salahku, Motornya terlalu stabil !!” serunya. Laahhh…
Bagnaia diawal musim begitu sempurna karena berhasil meraih hasil tertinggi di Portimao. Namun kesalahan awal terjadi di Argentina, kemenangan pole-to-Sprint….berusaha mengejar Marco Bezzecchi – dia malah kehilangan 45 poin karena kesalahan di Argentina (posisi kedua) dan Austin (posisi pertama). Dan herannya dia nggak merasa melakukan kesalahan cak. Menurutnya ada yang salah dengan motornya….
“Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku tidak tahu berapa putaran yang sudah aku jalani akhir pekan ini. Mungkin 80 sampai 100 putaran. Mendorong, mengendalikan, memahami… Dan kemudian dalam balapan saat aku memegang kendali penuh, tiba-tiba aku crash. Jelas aku sangat marah….bukan kesal pada diriku karena aku yakin 100% itu bukan kesalahanku. Di Argentina, aku menyadari sedikit on limit. Tapi hari ini, tidak. Hari ini sesuatu terjadi, bukan dari bannya tapi dari motornya…..
“Memang benar motor kami adalah yang terbaik. Kami memiliki motor terbaik di grid, tapi celakanya ketika kalian crash…justru disitu kalian tidak tahu kenapa. Kami kehilangan 45 poin dalam dua pekan, ini jelas tidak bagus. Jadi menurutku mungkin kami harus mengurangi kestabilan. Aku lebih suka motor lebih lambat sepersepuluh detik tetapi bisa dipahami sepenuhnya. Sebab jujur ekarang ini sangat sulit. Aku merasa tak terkalahkan. Aku merasa bisa melakukan segalanya. Seperti hari ini aku melaju kencang tanpa perlu mengambil risiko, tidak melakukan hal-hal gila…aku masuk dengan sangat tenang di tikungan dua, karena aku tahu area itu sedikit licin namun tiba-tiba crash...
” Dengan kejadian ini aku berharap timku akan membantuku karena aku yakin potensi dan performa GP23 luar biasa. Ini motor terbaik yang pernah aku tunggangi. Tapi untuk balapan, ada sesuatu yang harus kita pahami apa yang terjadi. Mungkin bisa memodifikasi sedikit karena sekarang motor sangat stabil. Mungkin kami harus kehilangan sedikit stabilitas, kehilangan sedikit feedback agar aku bisa merasakan ban depan. Karena sejujurnya motornya terlalu sempurna. Tetapi ketika kamu crash dan kehilangan 45 poin dalam dua akhir pekan terakhir, ada sesuatu yang tidak sempurna…” tegasnya. Disini IWB mengerutkan dahi cak…
Asli, baru kali ini ada pembalap minta motor dikurangi kestabilannya. Jadi intinya Pecco minta motor dikurangi kestabilannya sehingga ada feedback atau sinyal ketika motor akan crash dan sudah on limit. Kalau menurut sampeyan logis nggak cak permintaan tersebut…monggo berikan opininya…(iwb)