Pecco akhirnya bocorkan niatnya keluar dari Ducati…waduhhh !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Bagnaia membahas hubungan kerjanya dengan Marc Marquez, yang kini menjadi rekan setimnya. Ia juga merespons komentar Valentino Rossi yang menyebutnya mungkin akan kesulitan secara psikologis menghadapi Marc Marquez. Bagnaia mengakui dominasi Marc Marquez di awal musim, tetapi menegaskan bahwa kesulitannya lebih disebabkan oleh perubahan karakter motor, bukan semata karena kehadiran sang juara dunia delapan kali itu. Dari sinilah terlontar niatnya keluar dari Ducati…waduhhh..
“Marc datang dan langsung mendominasi; Anda tidak bisa berkata apa-apa tentang itu. Saya tidak bisa mengendarai motor yang berubah dari tahun sebelumnya, di mana motor itu terasa sempurna. Saya dalam kesulitan ekstrem; saya tidak kesulitan dengan Marc, tetapi dengan kenyataan bahwa saya tidak bisa mengekspresikan potensi saya.”
Ia justru melihat kehadiran Marc Marquez sebagai nilai tambah yang besar.
“Memiliki Marc di dalam garasi adalah sebuah nilai plus; saya bisa melihat datanya dan berbicara dengannya.”
Pelajaran Berharga dari Para Legenda: Rossi, Marquez, Stoner
Bagnaia merasa sangat beruntung bisa belajar dari para legenda MotoGo. Ia dengan jeli membandingkan karakter para juara yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
“Secara olahraga, Valentino pasti adalah orang yang paling banyak membantu saya, bersama dengan Carlo (Casabianca, pelatih saya). Saya mencoba mengambil yang terbaik dari semua orang. Casey (Stoner) juga selalu ada untuk saya di saat-saat tertentu, dan bantuannya membuat perbedaan besar.”
Saat diminta merinci apa yang dipelajarinya dari masing-masing legenda, Pecco memberikan jawaban yang sangat tajam:
“Vale dan Marc memiliki satu kesamaan: determinasi. Di lintasan, mereka akan berjuang mati-matian untuk tetap berada di depan Anda. Saya belum pernah melawan Casey secara langsung, tetapi dia punya bakat luar biasa; dia bisa membuat perbedaan dengan beradaptasi pada situasi yang berbeda.”
Ia juga menambahkan pelajaran penting yang baru-baru ini ia sadari, terutama setelah mengalami masa sulit di Thailand dan sepanjang tahun lalu: “Yang saya sadari adalah, saya bisa kompetitif ketika motornya punya potensi; saya sedang berusaha belajar untuk memberikan lebih dari diri saya ketika motor memiliki kekurangan.”
Masa Depan di Ducati: Antara Mimpi dan Realita
Salah satu pernyataan paling mencolok dari wawancara ini adalah tentang masa depannya di Ducati. Pecco mengakui bahwa kontrak barunya akan segera diumumkan (“paling lama seminggu lagi”), dan ia melontarkan pernyataan yang cukup mengharukan sekaligus realistis.
“Impian dan tujuan saya adalah memulai dan mengakhiri karier MotoGP saya bersama Ducati. Sayangnya, kami menghadapi beberapa kesulitan musim lalu, dan itu wajar jika keadaan bisa berubah.”
Pernyataan ini membuka spekulasi bahwa negosiasi kontraknya mungkin tidak semulus yang dibayangkan banyak orang, meskipun ia sebelumnya selalu dikaitkan dengan masa depan jangka panjang bersama pabrikan Borgo Panigale.
Antusiasme Menyambut Sirkuit Baru
Terakhir, Bagnaia juga memberikan komentarnya mengenai sirkuit baru yang akan dimasuki MotoGP, termasuk trek jalan raya di Adelaide. Ia menyambut positif ide tersebut, selama memenuhi standar keselamatan.
“Jika itu trek yang aman dan kami bisa balapan di lingkungan yang menyenangkan tanpa harus melakukannya di tempat parkir, maka saya senang. Saya sudah melihat tata letak trek Adelaide; tidak terlihat buruk—pasti lebih baik dari Balaton Park yang pada dasarnya adalah tempat parkir. Akan jadi sesuatu yang berbeda dan menarik.”
Meski demikian, ia tak bisa menyembunyikan kesedihannya karena harus kehilangan Sirkuit Phillip Island. “Secara emosional, kehilangan sirkuit seperti Phillip Island memang berat. Balapan di sana benar-benar luar biasa.” serunya…(iwb)