MotoGP pada titik Kritis…Liberty Media Soroti Uang yang Makin kering !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…kalau sampeyan ngikutin perkembangan MotoGP belakangan ini, ternyata suasananya bener-bener lagi chaos bin puyeng! Liberty Media yang tadinya digadang-gadang bakal bawa “koper duit” ke MotoGP, ternyata malah bikin tim-tim di paddock gigit jari. IWB dapet bisikan bahwa MotoGP lagi krisis sponsor, dan sekarang yang pegang kendali bukan lagi bos tim, tapi para pembalapnya sendiri! Lhoo kok iso ??
Jadi gini lho ceritanya…
Sampeyan liat nggak Aprilia? Motor kenceng, ganteng, tapi fairing-nya masih banyak yang “polos” tanpa sponsor utama. Ini kan aneh, cakk! Liberty Media emang pinter bikin konten, pinter bikin MotoGP jadi viral kayak Formula 1, tapi ternyata mereka belum becus narik minat perusahaan raksasa buat naruh duit di balap motor. Efeknya? Tim-tim mandiri sampe tim pabrikan mulai megap-megap bayar operasional yang makin selangit!
Nah, di sinilah muncul fenomena “The Riders are in Charge”. Kenapa pembalap yang berkuasa? IWB coba jabarkan pake bahasa warung kopi ya cakk:
-
Sponsor Cuma Mau “Wajah” Pembalap: Sekarang brand itu nggak peduli motornya merk apa. Mereka cuma mau nempel kalau ada sosok kayak Marc Marquez, Pedro Acosta, atau si “darah muda” Veda Ega kalau nanti naik kelas. Tanpa pembalap bintang, proposal tim cuma jadi bungkus kacang di meja sponsor cakk!
-
Pembalap Pegang Kartu AS: Karena tim butuh banget sponsor, dan sponsor butuh pembalap bintang, akhirnya para rider ini punya posisi tawar yang edan-edanan. Mereka bisa minta gaji selangit atau milih tim sesuka hati. Tim nggak punya pilihan, daripada nggak dapet sponsor sama sekali, mending nurut apa maunya pembalap.
Liberty Terlalu Fokus “Show”: Liberty Media kabarnya terlalu maksa bikin balapan makin banyak (ada Sprint Race segala), tapi mereka lupa kalau tiap balapan itu butuh biaya. Pabrikan mulai protes: “Kita disuruh main drama terus, tapi mana duit sponsor barunya?”
Jujur aja cakk, IWB ngelihat ini sebagai alarm bahaya. MotoGP emang makin populer di sosmed, followers naik drastis, tapi kalau di dalem paddock kantongnya kering ya percuma. Liberty Media harus cepet gerak. Jangan sampe MotoGP cuma jadi ajang “pamer tampang” tapi jeroannya keropos karena nggak ada dukungan finansial yang sehat.
Bayangin cakk, motor prototype biayanya jutaan Euro tapi nggak ada logo sponsor di badannya… bener-bener pusing ! Makanya sekarang ini Liberty sedang utar otak namun sayangnya usul Liberty Media banyak ditolak tim yang berkaitan dengan artikel sebelumnya. Kita pantau terus, apakah strategi Liberty Media ini bakal beneran berhasil atau malah bikin MotoGP makin “mahal” tapi nggak terjangkau buat tim-tim kecil. Kita tunggu saja pamor MotoGP dimasa depan….. (IWB)