Home / Lainnya / Moto3 Jerez Test Day 1 : Veda Fokus Utak-atik Sasis…?? Honda vs KTM sangat Alot !!
Lainnya •

Moto3 Jerez Test Day 1 : Veda Fokus Utak-atik Sasis…?? Honda vs KTM sangat Alot

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 5 menit
Moto3 Jerez Test Day 1 : Veda Fokus Utak-atik Sasis…?? Honda vs KTM sangat Alot
Moto3 Jerez Test Day 1 : Veda Fokus Utak-atik Sasis…?? Honda vs KTM sangat Alot — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Iwanbanaran.com – Cakkk…Veda Ega Pratama, wonderkid Indonesia yang baru saja naik kelas ke kancah dunia (Moto3), mencatatkan waktu terbaik 1’46.628 pada hari pertama tes resmi di Jerez.
  • Jika dibandingkan dengan pemuncak sesi, Alvaro Carpe (1’44.980), terdapat selisih (gap) sebesar 1.648 detik.
  • Kenapa Veda terlempar dibandingkan Jerez ?

Iwanbanaran.com – Cakkk…Veda Ega Pratama, wonderkid Indonesia yang baru saja naik kelas ke kancah dunia (Moto3), mencatatkan waktu terbaik 1’46.628 pada hari pertama tes resmi di Jerez. Jika dibandingkan dengan pemuncak sesi, Alvaro Carpe (1’44.980), terdapat selisih (gap) sebesar 1.648 detik. Kenapa Veda terlempar dibandingkan Jerez ? karena isunya Veda Fokus utak – atik sasis. Dan yang menarik cak pertarungan antara Carpe dan Pini menjadi penegas persaingan ketat antara Honda vs KTM !!

Persaingan antara Alvaro Carpe (#83) dan Guido Pini (#94) di posisi 1 dan 2 pada tes Jerez ini adalah cerminan dari rivalitas masa depan Moto3. Keduanya adalah lulusan terbaik dari “sekolah” balap yang berbeda: Carpe dari program Red Bull KTM Ajo dan Pini dari Leopard Racing (Honda). Carpe menunjukkan mentalitas “pemburu”. Ia mencatatkan waktu tercepatnya di lap ke-72 dari total 73 lap. Ini sangat impresif karena:

  • Stamina Luar Biasa: Dia tetap tajam meskipun sudah melahap lebih dari 70 putaran.

Advertisement

Iklan Iwanbanaran
  • Progresif: Dia terus memperbaiki catatan waktunya hingga sesi berakhir, menandakan paket motor KTM Ajo sudah sangat matang dan sinkron dengan gaya balapnya.

  • Psikologis: Mencetak waktu tercepat di lap-lap terakhir memberikan pesan kuat kepada rival bahwa dia punya kecepatan final yang mematikan.

  • Guido Pini: Efisiensi Tinggi Leopard Racing

    Meskipun berada di posisi kedua, Pini sangat efisien. Dia mencetak waktu terbaiknya di lap ke-56 dengan total lap yang lebih sedikit (62 lap) dibanding Carpe.

    • Adaptasi Honda: Pini membuktikan bahwa Honda NSF250RW milik Leopard Racing tetap kompetitif melawan dominasi KTM. Selisih hanya 0.064 detik (kurang dari sekejap mata) menunjukkan Pini sudah menemukan limit motornya lebih cepat.

    • Konsistensi: Leopard Racing biasanya fokus pada base setup yang solid. Pini tampaknya sudah mendapatkan itu tanpa perlu melakukan putaran sebanyak Carpe.

    KTM vs Honda: Perang Pabrikan

    Pertarungan Carpe dan Pini juga merupakan representasi rivalitas abadi antara KTM dan Honda di Moto3:

    • KTM (Carpe): Terkenal dengan torsi yang kuat saat keluar tikungan dan stabilitas pengereman. Carpe memanfaatkan keunggulan ini untuk menduduki puncak klasemen.

  • Honda (Pini): Biasanya unggul dalam kelincahan (handling) di tikungan cepat Jerez (seperti tikungan 11 dan 12). Pini berhasil menjaga jarak sangat tipis, membuktikan Honda tidak tertinggal secara teknologi.

  • Terus gimana dengan Veda ??

    Veda ternyata sedikit lebih kesulitan dibandingkan Portimao cak. Veda yang sangat kuat di sirkuit mengalir seperti Portimao ternyata belum nyaman ketika di Jerez dengan sirkuit Stop and go. Karena Berbeda dengan saat ia mendominasi Asia Talent Cup (ATC), motor Moto3 adalah mesin prototipe yang jauh lebih kaku, lebih bertenaga, dan memiliki karakteristik ban yang sangat berbeda. Ada beberapa analisa yang timbul cak kenapa hari pertama Jerez Veda terlempar ke 21 yakni…

    • Adaptasi Chassis: Veda sedang mempelajari batas kemampuan sasis Honda NSF250RW miliknya.

    • Learning Curve: Hari pertama tes biasanya bukan tentang mengejar lap time tercepat (time attack), melainkan mencari feeling terhadap motor dan posisi berkendara yang ergonomis.

    Fokus pada “Race Pace” Bukan “One-Lap Magic”

    Jika kita melihat kolom “Lap Total”, Veda melahap 69 lap (dengan lap terbaik di lap ke-53). Ini menunjukkan fokus utama tim Honda Team Asia adalah:

    • Memberikan jam terbang sebanyak mungkin kepada Veda.

    • Menguji ketahanan ban dalam durasi panjang.

    • Mencoba berbagai settingan suspensi dan rasio gir. Banyak pembalap senior menggunakan ban lunak (soft) di akhir sesi untuk mencetak waktu cepat, sementara rookie seringkali tetap menggunakan ban bekas untuk memahami penurunan performa ban.

    Karakteristik Sirkuit Jerez yang Teknis

    Sirkuit Jerez sangat teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan pengereman keras. Bagi pembalap yang baru pertama kali membawa motor Moto3 spesifikasi penuh ke sini, mencari titik pengereman (braking point) yang tepat membutuhkan waktu. Selisih 1,6 detik di sirkuit sepanjang 4,4 km sebenarnya bukan jarak yang “abysmal” (sangat buruk) untuk seorang pemula di hari pertama.

    Kepadatan Kompetisi (Tight Gap)

    Moto3 dikenal sebagai kelas paling kompetitif di dunia. Perhatikan selisih antara Veda (P21) dengan pembalap di posisi 15 (Jesus Rios). Selisihnya hanya sekitar 0,6 detik. Di kelas ini, kesalahan kecil di satu tikungan saja bisa membuat pembalap turun 5 hingga 10 posisi sekaligus.

    Haruskah Kita Khawatir?

    Sama sekali tidak cak. Tes pramusim bukanlah balapan. Posisi 21 di hari pertama adalah hasil yang sangat wajar bagi seorang rookie.

    Yang perlu diperhatikan adalah progres:

    • Gap yang mengecil: Jika di hari kedua dan ketiga Veda bisa memangkas gap dari 1,6 detik menjadi di bawah 1 detik, itu adalah sinyal positif.

    • Konsistensi: Kecepatan Veda dalam mencetak waktu yang stabil di angka 1’46-an lebih penting bagi tim daripada satu lap spektakuler tapi kemudian terjatuh.

    Rekannya Zen Mitani sedikit lebih unggul di hari pertama dengan selisih 0,320 detik dari Veda. Ada kemungkinan Mitani memiliki referensi data yang sedikit lebih baik atau setelan motor awal yang langsung “klik” dengan gaya berkendaranya di sirkuit ini. Namun, perlu diingat bahwa dalam tes pramusim, tim sering memberikan instruksi berbeda kepada tiap pembalap. Bisa jadi Veda sedang fokus mencoba komponen sasis baru, sementara Mitani fokus pada pengereman…

    Last…Veda tidak tertinggal jauh. Selisih 0,3 detik dari rekan setim adalah margin yang sangat wajar untuk sesi tes pembuka. Pertarungan sebenarnya antara dua rookie Honda ini akan terlihat saat mereka melakukan simulasi balap (race simulation) di mana ketahanan ban mulai diuji. Jika Veda bisa memperbaiki sektor 3 dan 4 (bagian paling teknis di Jerez), dia sangat berpeluang melampaui catatan waktu Mitani di hari kedua. Goooo Vedaaa !! (iwb)

    Share this article
    Post

    Baca Juga

    Artikel Lainnya Lainnya

    Lihat Semua Lainnya
    Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!
    Lainnya

    Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!

    Iwanbanaran.com – Cakkk….angelll cakkk, angelll emang. Walaupun IWB sebelumnya sempat membahas mengenai dosa Munoz, namun penting rasanya membahas perihal penalti yang ternyata juga mengejutkan Veda. Menurutnya…penalti tersebut diluar dugaan karena dia merasa bersih dan terukur. Tidak heran penalti tsb disebut sebagai konspirasi Eropa yang sedang berjalan ? Nahh untuk menggambarkan seperti apa yang dirasakan Veda, […]

    September 22, 2026 • 0 Baca →
    Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???
    Lainnya

    Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia balap Grand Prix kelas ringan tengah bersiap menyambut revolusi terbesar dalam sejarah modernnya. Mulai musim 2028 hingga 2033, Yamaha resmi meneken kontrak jangka panjang eksklusif dengan Dorna Sports untuk bertindak sebagai pemasok tunggal (single-supplier) sepeda motor di kelas Moto3. Keputusan strategis ini otomatis mengakhiri era panjang mesin […]

    September 16, 2026 • 0 Baca →
    Ada apa dengan Veda ???
    Lainnya

    Ada apa dengan Veda ???

    Iwanbanaran.com – Cakkk….perjalanan musim debut Veda Ega Pratama di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026 bersama Honda Team Asia menyajikan cerita yang menarik untuk dibedah. Setelah menggebrak pada awal musim lewat torehan poin impresif termasuk finis sensasional di podium Grand Prix Brasil, grafik perolehan poin pembalap asal Gunungkidul ini justru menunjukkan tren fluktuatif cenderung melandai, bahkan […]

    September 15, 2026 • 0 Baca →