Home / Lainnya / Moto3 Jerez Day 2 : Veda Ega Raja Rookie Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk !!
Lainnya •

Moto3 Jerez Day 2 : Veda Ega Raja Rookie Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 5 menit
Moto3 Jerez Day 2 : Veda Ega Raja Rookie Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk
Moto3 Jerez Day 2 : Veda Ega Raja Rookie Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Iwanbanaran.com – Cakkkk….Veda Ega Pratama, rookie asal Gunungkidul yang membela Honda Team Asia, menunjukkan kembali kelasnya sebagai talenta muda berbakat di kancah dunia.
  • IWB bisa melihat bagaimana Veda secara metodis memperbaiki catatan waktunya sepanjang hari kedua tes pramusim.
  • Veda menunjukkan kurva pembelajaran yang sangat positif.

Iwanbanaran.com – Cakkkk….Veda Ega Pratama, rookie asal Gunungkidul yang membela Honda Team Asia, menunjukkan kembali kelasnya sebagai talenta muda berbakat di kancah dunia. IWB bisa melihat bagaimana Veda secara metodis memperbaiki catatan waktunya sepanjang hari kedua tes pramusim. Veda menunjukkan kurva pembelajaran yang sangat positif. Ia tidak hanya sekadar memutar lap, tetapi mampu memangkas waktu secara drastis setiap kali turun ke lintasan. Yup…Veda Ega Raja Asia….Adaptasinya ngeri cakkkk !!

Cak…Veda Ega Pratama membuktikan bahwa ia adalah “pembelajar cepat”. Peningkatan dari posisi 21 ke posisi 16/17 menunjukkan mentalitas menyerang yang terkontrol. Jika tren peningkatan 1 detik per hari ini berlanjut, Veda sangat berpotensi untuk bertarung memperebutkan poin secara reguler (Top 15) di musim debutnya nanti.

Hal ini tidak lepas dari pengamatan IWB Berdasarkan data hasil tes resmi Moto3 di Jerez (Day 2), persaingan kategori Rookie tahun 2026 memang sangat ketat. Veda Ega Pratama berada di tengah-tengah persaingan talenta muda terbaik dunia, mayoritas lulusan Red Bull Rookies Cup dan FIM JuniorGP. Berikut adalah perbandingan mendalam antara Veda Ega Pratama dengan para pembalap menonjol lainnya dalam daftar hasil tes tersebut:

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Tabel Perbandingan Riders (Jerez Day 2)

Pos Nama Rider Negara Motor Waktu Terbaik Gap ke P1 Status / Lulusan
1 Maximo Quiles SPA KTM 1’43.930 – Juara JuniorGP / RBRC
4 Guido Pini ITA HONDA 1’44.340 +0.410 Juara ETC
7 Alvaro Carpe SPA KTM 1’44.453 +0.523 Juara RBRC 2024
8 Jesus Rios SPA HONDA 1’44.476 +0.546 Bintang JuniorGP
9 Valentin Perrone ARG KTM 1’44.485 +0.555 Runner-up RBRC
11 Marco Morelli ARG KTM 1’44.586 +0.656 Top Rider JuniorGP
17 Veda Pratama INA HONDA 1’44.968 +1.038 Juara ATC 2023
18 Brian Uriarte SPA KTM 1’45.072 +1.142 Rival Quiles/Carpe
24 Ruche Moodley RSA KTM 1’45.527 +1.597 Lulusan RBRC
25 Zen Mitani JPN HONDA 1’45.950 +2.020 Juara ATC 2024

Analisa Perbandingan

1. Veda vs “The Spanish/European Power”

Pembalap seperti Maximo Quiles, Alvaro Carpe, dan Guido Pini memang masih unggul sekitar 0.5 hingga 0.6 detik di depan Veda cak. Hal ini wajar karena:

  • Pengenalan Sirkuit: Jerez adalah “rumah” bagi Quiles dan Carpe. Mereka sudah ribuan lap di sini sejak kelas 85cc, sementara bagi Veda, ini adalah tahun keduanya mencicipi sirkuit Eropa secara intensif.

  • Motor: Quiles menggunakan KTM (CFMOTO) yang saat ini terlihat lebih dominan dalam lap time mentah dibanding Honda yang dikendarai Veda.

2. Dominasi Terhadap Rival Sesama Asia

Veda memberikan pernyataan kuat kepada Zen Mitani (Juara Asia Talent Cup 2024) dan Hakim Danish. Meskipun Mitani diprediksi menjadi bintang masa depan Jepang, Veda unggul telak hampir 1 detik full (0.982s). Ini membuktikan adaptasi Veda dari motor ATC ke motor Grand Prix jauh lebih cepat.

3. Konsistensi dan Daya Tahan

Veda melahap 73 lap, salah satu yang terbanyak di antara para rookie. Sebagai perbandingan, Maximo Quiles (P1) hanya melakukan 65 lap. Veda terlihat lebih fokus pada pengumpulan data dan pembiasaan diri (mileage) daripada sekadar mencari satu putaran tercepat (time attack) di awal sesi.

Veda saat ini berada di “Second Wave” (Gelombang Kedua) para Rookie. Dia sudah lepas dari kelompok papan bawah dan mulai menekan kelompok 10 besar.

Catatan Penting: Selisih Veda dengan Brian Uriarte (yang dianggap sebagai salah satu talenta terbesar Spanyol) hanya -0.1 detik. Ini adalah sinyal bahwa Veda punya level yang setara dengan pembalap top Eropa jika diberi waktu adaptasi lebih sedikit lagi.

Sekarang mari kita bedah lebih dalam melalui perbandingan visual dan tren performa antara Veda Ega Pratama melawan dua rival terdekatnya dari Asia, yaitu Zen Mitani (Jepang) dan Hakim Danish (Malaysia), berdasarkan data Tes Jerez Day 2.

Grafik Perbandingan Progres Lap Time (Detik)

Catatan: Semakin rendah bar/angka, semakin cepat pembalap tersebut.

Pembalap Sesi 1 (15:00) Sesi 2 (16:00) Sesi Akhir (Combined) Total Progres (Detik)
Veda Ega 1’45.606 1’44.968 1’44.968 -0.638s
Zen Mitani 1’46.271 1’45.950 1’45.950 -0.321s
Hakim Danish 1’47.738 1’47.052 1’46.204 -1.534s

Analisa Tren Rivalitas Asia

1. Veda Ega vs Zen Mitani (Rekan Setim)

Meskipun sama-sama berada di bawah bendera Honda Team Asia, Veda menunjukkan keunggulan yang sangat dominan.

  • Gap Konstan: Sejak pukul 15:00, Veda sudah unggul sekitar 0.6 detik dari Mitani. Hingga akhir sesi, gap ini melebar menjadi hampir 1 detik tepat (0.982s).

  • Adaptasi Teknis: Mitani tampak masih bergulat di angka 1 menit 45 detik, sementara Veda sudah nyaman bermain di low 1 menit 44 detik. Ini menunjukkan Veda lebih cepat menemukan set-up suspensi dan gearbox yang pas untuk karakter Jerez yang teknis.

2. Veda Ega vs Hakim Danish (Rival Regional)

Danish (Malaysia) memulai hari dengan sangat lambat (1’47.7), namun menunjukkan progres pemangkasan waktu yang besar di akhir sesi.

  • Level Kompetisi: Meskipun Danish memangkas banyak waktu, catatan terbaiknya (1’46.204) masih tertinggal 1.236 detik di belakang Veda.

  • Faktor Motor: Perlu dicatat Danish menggunakan KTM, yang secara data di tes ini lebih cepat daripada Honda. Fakta bahwa Veda (Honda) bisa lebih cepat 1.2 detik dari Danish (KTM) menunjukkan perbedaan kualitas individu yang signifikan di tes kali ini.

Last..Veda mampu mencetak waktu 1’44.968 pada lap ke-46. Ini adalah tanda yang sangat bagus. Artinya, Veda tidak butuh ban baru yang segar (fresh tyres) di akhir sesi untuk mencetak waktu terbaiknya. Dia menemukan kecepatan tersebut di pertengahan sesi saat kondisi lintasan sedang optimal. Gooo Vedaaa….(iwb)

Tes Jerez Day 2 (Jam 3 – Finish)

Share this article
Post

Baca Juga

Artikel Lainnya Lainnya

Lihat Semua Lainnya
Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!
Lainnya

Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!

Iwanbanaran.com – Cakkk….angelll cakkk, angelll emang. Walaupun IWB sebelumnya sempat membahas mengenai dosa Munoz, namun penting rasanya membahas perihal penalti yang ternyata juga mengejutkan Veda. Menurutnya…penalti tersebut diluar dugaan karena dia merasa bersih dan terukur. Tidak heran penalti tsb disebut sebagai konspirasi Eropa yang sedang berjalan ? Nahh untuk menggambarkan seperti apa yang dirasakan Veda, […]

September 22, 2026 • 0 Baca →
Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???
Lainnya

Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???

Iwanbanaran.com – Cakkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia balap Grand Prix kelas ringan tengah bersiap menyambut revolusi terbesar dalam sejarah modernnya. Mulai musim 2028 hingga 2033, Yamaha resmi meneken kontrak jangka panjang eksklusif dengan Dorna Sports untuk bertindak sebagai pemasok tunggal (single-supplier) sepeda motor di kelas Moto3. Keputusan strategis ini otomatis mengakhiri era panjang mesin […]

September 16, 2026 • 0 Baca →
Ada apa dengan Veda ???
Lainnya

Ada apa dengan Veda ???

Iwanbanaran.com – Cakkk….perjalanan musim debut Veda Ega Pratama di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026 bersama Honda Team Asia menyajikan cerita yang menarik untuk dibedah. Setelah menggebrak pada awal musim lewat torehan poin impresif termasuk finis sensasional di podium Grand Prix Brasil, grafik perolehan poin pembalap asal Gunungkidul ini justru menunjukkan tren fluktuatif cenderung melandai, bahkan […]

September 15, 2026 • 0 Baca →