Home / Motogp / Moto3 Brasil FP1 : Veda Ega terkencang ketiga…Pasukan Eropa di acak-acak !!
Motogp March 21, 2026

Moto3 Brasil FP1 : Veda Ega terkencang ketiga…Pasukan Eropa di acak-acak !!

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 5 menit
Moto3 Brasil FP1 : Veda Ega terkencang ketiga…Pasukan Eropa di acak-acak !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Goiânia yang menantang menjadi saksi bisu tajamnya performa rider muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam sesi Practice Moto3 Brasil. Meskipun kondisi lintasan tercatat kering dengan kelembapan 65%, Veda menunjukkan adaptasi yang luar biasa dan konsistensi yang menempatkannya sebagai ancaman serius di barisan depan. Yup…Veda Ega terkencang ketiga…Pasukan Eropa terkejut !!!

Persaingan Ketat di Top 5

Sesi latihan ini menunjukkan betapa tipisnya selisih waktu di antara lima pembalap teratas:

  1. David Almansa (KTM): 1’30.260.

Advertisement

Iklan Iwanbanaran
  • Cormac Buchanan (KTM): 1’30.263 (selisih +0.003).

  • Veda Pratama (Honda): 1’30.310 (selisih +0.050).

  • Joel Kelso (Honda): 1’30.371 (selisih +0.111).

  • Rico Salmela (KTM): 1’30.481 (selisih +0.221).

    Veda berhasil mengamankan posisi ketiga dengan selisih waktu yang sangat tipis, hanya 0,050 detik dari pemimpin sesi.
  • Analisis: Mengapa Veda Begitu Kuat di Brasil?

    Berdasarkan data teknis dari sesi tersebut, ada beberapa faktor kunci yang membuat Veda Ega Pratama sangat kompetitif:

    1. Keunggulan di Sektor Penutup (T4) Veda mencatatkan waktu terbaik di sektor 4 (T4) dengan raihan 19.051 detik, yang merupakan waktu tercepat dibandingkan seluruh pembalap lainnya. Kemampuannya mengeksekusi tikungan terakhir dan memaksimalkan akselerasi menuju garis finis menjadi senjata utamanya.

    2. Efisiensi Sektor Awal (T1) Di sektor 1, Veda menempati posisi ketiga tercepat dengan waktu 26.012 detik, hanya terpaut tipis dari Brian Uriarte dan Marco Morelli yang mencatatkan 26.006 detik. Ini menunjukkan Veda memiliki insting yang kuat dalam menentukan titik pengereman di awal lap.

    3. Kecepatan Puncak (Top Speed) yang Impresif Meskipun menggunakan motor Honda, Veda mampu mengimbangi kecepatan puncak motor KTM. Veda mencatatkan top speed sebesar 234.2 km/h. Ia juga memiliki rata-rata kecepatan puncak yang sangat stabil di angka 232.6 km/h dari 5 upaya terbaiknya. Hanya Maximo Quiles (235.8 km/h) yang mampu melampaui kecepatan puncak Veda.

    4. Konsistensi Lap demi Lap Veda menunjukkan progres yang sangat rapi. Dari total 16 lap yang dijalani, ia terus mempertajam waktunya secara bertahap, mulai dari angka 1’36 hingga akhirnya menembus 1’30.310 pada lap ke-13.

    Kekuatan di Tengah Ketidakpastian (Kondisi Basah/Hujan)

    Meskipun data resmi menunjukkan sesi berjalan dalam kondisi kering (Dry), performa Veda di sektor-sektor teknis (seperti T4) memberikan gambaran kuat mengapa ia diprediksi akan sangat berbahaya jika hujan turun:

    • Kontrol Throttle yang Halus: Keunggulannya di sektor penutup yang teknis menunjukkan sensitivitas throttle yang tinggi, modal utama untuk tetap cepat di lintasan licin.

    • Stabilitas Pengereman: Catatan waktu T1 yang kompetitif membuktikan ia sangat percaya diri dengan front-end motornya, hal yang sangat krusial saat harus melakukan hard braking di lintasan basah.

    Dengan kombinasi top speed yang tinggi dan keunggulan teknis di sektor akhir, Veda Ega Pratama bukan hanya sekadar peserta, melainkan kandidat kuat untuk merebut podium di GP Brasil ini.

    Yang menarik cak…beda dengan Veda, Mitani sebagai satu tim justru kesulitan dengan motornya. Berdasarkan data teknis dari sesi Practice di Autódromo Internacional de Goiânia tersebut, Zen Mitani memang terlihat cukup kesulitan mengimbangi ritme Veda Ega Pratama. Berikut adalah data betapa sulitnya Mitani dibandingkan rekan Veda :

    1. Kesenjangan Top Speed yang Signifikan

    Ini adalah faktor yang paling mencolok. Meskipun keduanya menggunakan motor Honda yang sama dari Honda Team Asia, ada perbedaan performa mesin atau aerodinamika yang besar:

    • Veda Pratama: Mencatatkan top speed 234.2 km/jam (tercepat kedua dari seluruh pembalap).

    • Zen Mitani: Hanya mampu mencapai 225.0 km/jam.

    • Analisis: Mitani kehilangan hampir 9.2 km/jam di trek lurus. Di sirkuit seperti Goiânia, perbedaan kecepatan puncak sebesar ini membuat Mitani sangat sulit untuk memangkas waktu, terutama saat keluar dari tikungan menuju straight.

    2. Kelemahan di Sektor Teknis (T2 dan T3)

    Jika Veda sangat kuat di sektor awal dan akhir, Mitani justru kehilangan banyak waktu di bagian tengah sirkuit yang lebih teknis:

    • Sektor 2 (T2): Mitani mencatatkan waktu terbaik 23.036 detik, jauh tertinggal dari Joel Kelso (22.365 detik) atau Veda yang berada di grup depan.

    • Sektor 3 (T3): Mitani mencatatkan 22.986 detik, sementara pembalap top berada di angka 22.2 detik.

    • Analisis: Ketertinggalan di T2 dan T3 menunjukkan Mitani belum menemukan set-up suspensi yang pas atau kepercayaan diri untuk melakukan corner speed yang tinggi di tikungan-tikungan mengalir Goiânia.

    3. Adaptasi dan Progres yang Lambat

    Veda menunjukkan kurva pembelajaran yang sangat cepat dalam sesi ini, sedangkan Mitani cenderung stagnan:

    • Veda berhasil mempertajam waktunya secara drastis hingga tembus 1’30.310 (Posisi 3).

    • Mitani tertahan di waktu terbaik 1’32.994 (Posisi 24).

    • Selisih Waktu: Mitani tertinggal 2.684 detik dari Veda. Dalam dunia balap Moto3, selisih lebih dari 2 detik adalah jarak yang sangat besar untuk pembalap dengan motor yang sama.

    4. Konsistensi di Lintasan

    Data lap-by-lap menunjukkan bahwa Mitani kesulitan menjaga ritme yang stabil. Di saat Veda bisa mencetak rentetan lap di angka 1’31 dan 1’30, Mitani lebih banyak menghabiskan waktu di angka 1’33 dan 1’34. Hal ini mengindikasikan bahwa Mitani mungkin mengalami masalah dengan degradasi ban atau kesulitan menemukan racing line yang ideal di sirkuit ini.

    Last….Kesulitan Zen Mitani di Brasil berakar pada kurangnya kecepatan di trek lurus (top speed) dan ketidakefisienan di sektor tengah (T2 & T3). Sementara Veda mampu memaksimalkan potensi motor Honda hingga mengimbangi dominasi KTM, Mitani tampak masih berjuang dengan adaptasi sirkuit dan set-up mekanis motornya. Keren emang nih bocah gunung kidul….Gooo merah putih !!! (iwb)

    Share this article
    Post

    Baca Juga

    Artikel Motogp Lainnya

    Lihat Semua Motogp
    Pecco Frustrasi di Silverstone….”Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya
    Motogp

    Pecco Frustrasi di Silverstone….”Jujur Aku Bingung, Grip Nol!” keluhnya

    Iwanbanaran.com – Cakkk….Pecco Bagnaia di MotoGP Silverstone 2026 ini dibuat hopeless alias frustrasi berat. Setelah Sabtu kemarin kepayahan setengah mati di balapan Sprint, puncaknya di race hari Minggu (9/8) doi malah crash misterius alias DNF! Pecco sampai blak-blakan ngaku timnya udah “lost” alias bingung mau ngapain lagi buat nyari grip Desmosedici miliknya. “Jujur Aku Bingung, […]

    August 10, 2026 0 Baca →
    Alex Marquez Kesal Bikin Kesalahan..” Podium 2 Terbuka ” !! serunya
    Motogp

    Alex Marquez Kesal Bikin Kesalahan..” Podium 2 Terbuka ” !! serunya

    Iwanbanaran.com – Cakkkk….nyesek banget cak! Alex Marquez blak-blakan ngaku kesel setengah mati sama dirinya sendiri usai gagal ngamanin podium di balapan MotoGP Silverstone, Inggris 2026. Doi nyebut kesalahannya di T1 (Tikungan 1) sebagai blunder yang konyol alias “unacceptable” (nggak bisa ditoleransi), hingga bikin posisi podium 2 yang udah di depan mata ambyar seketika. Alex Marquez […]

    August 10, 2026 0 Baca →
    Marquez menyerah saat Race Silverstone ” Aku Tidak Bisa Menyerang !!”
    Motogp

    Marquez menyerah saat Race Silverstone ” Aku Tidak Bisa Menyerang !!”

    Iwanbanaran.com – Cakkkk… drama Silverstone Inggris benar-benar menjadi ujian berat bagi sang Juara Dunia 8 kali, Marc Marquez! Datang dengan modal apik usai double victory di Sachsenring dan hanya tertinggal 18 poin dari puncak klasemen, Marc justru kudu gigit jari usai terseok-seok dan cuma mampu finish di posisi ke-7. Imbasnya, jarak poin di klasemen kini […]

    August 10, 2026 0 Baca →