Memanas…Banding tim Leopard di tolak, Pertimbangkan bawa ke CAS !!??
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk….Kabar Buruk bagi Leopard: FIM Tolak Upaya Banding! Panel Juri Banding (Stewards’ Appeal Panel) memperkuat keputusan awal dan menolak banding dari tim. Leopard kini tidak punya pilihan selain mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Waah makin mawuttt cakkk….
Berita besar hari ini di kelas Moto3 adalah didiskualifikasinya Adrien Fernandez dari GP Thailand, Brasil, Austin, Jerez, Le Mans, dan Barcelona. Ini merupakan pukulan telak bagi Tim Leopard yang kini terpaksa menghadapi kemunduran yang signifikan. Kendati demikian, pihak tim tidak tinggal diam dan segera mengajukan banding atas keputusan tersebut. Alasan mereka adalah….tidak ada bukti khusus mereka cheating. Berikut pernyataan resmi tim Leopard..
” Leopard Racing mengakui keputusan yang dikeluarkan oleh Panel Steward FIM MotoGP™ mengenai mesin #810 dan #811 dan perubahan hasil Grand Prix Thailand, Brasil, Spanyol, Prancis, dan Catalunya untuk pembalap #31 Adrián Fernández.
Tim dengan hormat tidak setuju dengan kesimpulan yang dicapai dan menegaskan bahwa mereka telah memulai semua prosedur yang tersedia berdasarkan peraturan yang berlaku untuk melindungi hak-hak mereka dan hak-hak pembalapnya, sambil mengevaluasi, bersama dengan penasihat hukum mereka, langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil.
Leopard Racing selalu beroperasi sepenuhnya sesuai dengan peraturan teknis dan olahraga Kejuaraan Dunia Moto3™ dan dengan tegas menolak anggapan bahwa mesin apa pun telah dibuka atau dimodifikasi tanpa izin.
Juga dicatat bahwa inspeksi teknis yang dilakukan pada dua mesin tidak mengidentifikasi komponen ilegal, modifikasi peningkatan performa, bagian yang tidak sesuai, atau elemen teknis yang bertentangan dengan peraturan Moto3™.
Selanjutnya, mesin yang digunakan selama Grand Prix Italia di Mugello telah menjalani pemeriksaan teknis yang ekstensif dan dinyatakan sepenuhnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Perselisihan saat ini hanya menyangkut interpretasi elemen-elemen tertentu yang berkaitan dengan sistem penyegelan mesin dan kesimpulan yang diambil dari pengamatan tersebut. Leopard Racing percaya bahwa sejumlah pertanyaan teknis dan prosedural yang signifikan masih belum terselesaikan, termasuk metodologi yang digunakan untuk menetapkan dugaan pelanggaran dan proporsionalitas sanksi yang dikenakan. Lebih lanjut dicatat bahwa tidak ada perwakilan tim yang hadir selama inspeksi ini.
Tim menganggap bahwa tidak ada bukti yang jelas yang disajikan untuk menetapkan apakah dan kapan dugaan pelanggaran tersebut dikatakan telah terjadi, atau indikasi bahwa keuntungan teknis atau olahraga apa pun telah diperoleh.
Leopard Racing akan terus mempertahankan posisinya melalui semua saluran yang tersedia, dengan tekad dan keyakinan akan kebenaran tindakannya, sambil tetap menghormati lembaga olahraga yang terlibat.
Terakhir, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembalap, mitra, sponsor, dan penggemar kami atas kepercayaan dan dukungan mereka yang berkelanjutan selama proses ini..”
- Leopard Racing
Namun, dalam satu jam terakhir, Juri Banding FIM resmi menolak banding tim tersebut, sekaligus mengonfirmasi keputusan awal: yakni diskualifikasi sang pembalap dari enam seri GP pertama.
Berikut adalah pernyataan resminya:
Direktur Teknis telah menetapkan, berdasarkan inspeksi fisik, bukti yang diberikan oleh pihak pabrikan, serta pemeriksaan segel mesin, bahwa integritas sistem penyegelan resmi yang telah disetujui telah dilanggar dan mesin bernomor #810 telah dibuka tanpa izin. Sesuai dengan Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin dengan segel pengaman yang rusak, diotak-atik, atau hilang dianggap sebagai mesin yang dibangun ulang (rebuilt) dan harus diperlakukan sebagai mesin baru dalam alokasi mesin untuk pembalap.
Mesin tersebut sebenarnya telah menyelesaikan masa pakainya dan telah dihapus dari alokasi pembalap sesuai dengan prosedur standar akhir masa pakai. Namun, temuan berikutnya yang menunjukkan bahwa segel pengaman telah diotak-atik dan mesin telah dibuka tanpa izin mengharuskan mesin ini dianggap telah dibangun ulang, sehingga dihitung sebagai mesin tambahan dalam alokasi pembalap. Konsekuensinya, mesin #810 dihitung satu kali untuk penggunaannya selama masa pakai aslinya, dan dihitung untuk kedua kalinya berdasarkan dugaan pembangunan ulang sesuai dengan Pasal 2.6.3.3.13(c).
Oleh karena itu, mesin #810 digunakan sebagai mesin yang dialokasikan dan, setelah adanya ketetapan bahwa sistem penyegelan pengaman resmi telah dilanggar, maka berdasarkan Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin tersebut dianggap sebagai mesin yang dibangun ulang dan diperlakukan sebagai mesin baru dalam alokasi pembalap. Akibatnya, alokasi mesin untuk pembalap tersebut diubah.
Keputusan Direktur Teknis ini didasarkan secara eksklusif pada fakta yang terbukti bahwa integritas sistem penyegelan resmi telah dilanggar dan mesin-mesin tersebut telah dibuka tanpa izin.
Juri FIM MotoGP (FIM MotoGP Stewards) setuju dengan penerapan Regulasi Teknis seperti yang ditentukan oleh Direktur Teknis beserta konsekuensi terkait alokasi mesin yang diatur dalam Pasal 2.6.3.3.13(c).
Panel Juri FIM MotoGP menilai bahwa campur tangan tanpa izin terhadap sistem penyegelan teknis yang sah merupakan tindakan yang merugikan kepentingan acara atau olahraga tersebut sesuai dengan Pasal 3.3.2.2.
Panel Juri Banding FIM MotoGP merujuk pada Pasal 2.4.5.3(3), di mana penyerahan sepeda motor pada saat Pemeriksaan Teknis (Technical Scrutineering) merupakan pernyataan implisit tentang kepatuhan terhadap regulasi teknis.
Tanggung jawab untuk mempersiapkan sepeda motor agar mematuhi semua regulasi teknis dan keselamatan berada sepenuhnya di tangan tim.
Panel Juri Banding FIM MotoGP menyatakan puas dengan penjelasan yang diberikan oleh Direktur Teknis beserta staf teknis, serta oleh teknisi dari perusahaan yang bertanggung jawab membantu produsen mesin, serta mengenai prosedur terkait, termasuk penyerahan foto-foto tambahan yang memperlihatkan kondisi segel dan bagian internal mesin.
Pihak Tim tidak dapat memberikan penjelasan yang meyakinkan mengenai kondisi segel pengaman beserta bukti-bukti relevan yang menunjukkan bahwa telah dilakukan tindakan invasif di dalam mesin.
Sistem penyegelan resmi merupakan bagian integral dari regulasi daya tahan mesin Moto3 dan merupakan mekanisme untuk memverifikasi kepatuhan terhadap batasan alokasi dan pembangunan ulang mesin. Dengan menyerahkan mesin yang segel pengamannya telah diotak-atik dan dibuka tanpa izin, tim telah menyerahkan materi yang kepatuhannya terhadap regulasi tidak bisa lagi diverifikasi.
Begitu integritas tersebut dilanggar, Direktur Teknis tidak bisa lagi memastikan dengan penuh keyakinan bahwa mesin tetap berada dalam kondisi semula saat pertama kali disetujui dan dialokasikan.
Sudah menjadi prinsip baku dalam Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM bahwa hasil balapan harus didasarkan pada peralatan yang kepatuhannya dapat diverifikasi. Ketika tindakan tim/peserta membuat verifikasi tersebut menjadi tidak mungkin dilakukan, maka hasil olahraga yang diraih tidak dapat dianggap cukup andal untuk tetap dipertahankan dalam klasemen.
Keputusan Berdasarkan alasan-alasan yang dikemukakan di atas, Komisaris Banding FIM memutuskan:
-
Memperkuat keputusan yang dikeluarkan oleh Juri FIM MotoGP™;
-
Menolak banding yang diajukan.
Sesuai dengan Pasal 3.4.4, 3.7.2.2, 3.7.2.3, dan 3.7.2.4 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, tim memiliki hak untuk menyanggah keputusan Komisaris Banding FIM ini di hadapan Pengadilan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan selanjutnya, jika diperlukan, di hadapan pengadilan selanjutnya. Pemberitahuan banding harus diajukan dalam waktu 5 hari sejak tanggal dan waktu notifikasi ini dikeluarkan…
Yesss…itu cak isi resmi penolakan banding. Kini untuk iktiar final tim Leopard bisa mengajukan final banding ke CAS atau Pengadilan Arbitrase Olahraga. Hanya saja dari pengalaman masa lalu CAS ini akan inline dengan keputusan FIM MotoGP Stewards. Kasus yang pernah terjadi pada Rossi saat dituduh menendang Marquez hingga harus start paling belakang di Valencia juga ditolak oleh CAS. Jadi sepertinya tim Leopard harus merelakan perjuangan mereka untuk tidak banding karena justru akan membuat mereka makin tak menentu…(iwb)
