Marquez Terpuruk di Brasil….Ducati Warning ?!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemenang sprint race MotoGP Brasil, Marc Marquez, harus puas finis di posisi keempat pada balapan utama yang berlangsung di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu (22/3/2026). Pembalap Ducati Lenovo itu mengungkapkan bahwa kondisi trek yang mulai rusak menjadi penyebab utama gagalnya meraih podium.
Marquez sebenarnya tampil kompetitif sepanjang balapan. Setelah meraih kemenangan perdananya musim ini di sprint race Sabtu, ia kembali bersaing di barisan depan, tepatnya memperebutkan posisi ketiga dengan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) di belakang dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Pertarungan sengit terjadi antara Marquez dan Di Giannantonio. Di lap-lap awal, Di Giannantonio berhasil menyalip Marquez dengan manuver block pass yang membuat keduanya melebar, sekaligus menguntungkan Jorge Martin yang naik ke posisi ketiga. Namun, dengan empat lap tersisa, Marquez sukses membalas dan merebut kembali posisi ketiga.
Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama. Marquez nyaris kehilangan kendali saat melewati bagian trek yang permukaannya mulai mengelupas.
“Podium sebenarnya mungkin saja terjadi, tapi sayangnya, saya membuat kesalahan di tikungan di mana aspalnya mulai terlepas,” jelas Marc Marquez.
Kondisi Trek yang Memburuk
Balapan utama sendiri sempat dipersingkat dari rencana awal 31 lap menjadi 23 lap karena kondisi trek yang dinilai kurang aman. Permukaan aspal yang “lepas” menjadi momok bagi para pembalap, terutama di titik-titik tertentu yang dilalui jutaan kali selama akhir pekan.
Marquez menjelaskan detail insiden yang menimpanya.
“Kondisinya sebenarnya masih bisa diterima untuk balapan. Tapi memang benar, jika kamu menyentuh titik itu, yang berada tepat di jalur balap, permukaannya sangat licin. Di lap itu, saya sedikit menyentuhnya, saya kehilangan grip depan, dan kemudian saya menuju ke tepi trek. Saya memutuskan di tepi trek untuk tidak membanting terlalu dalam. Saya tahu Diggia (Di Giannantonio) ada di dekat dan dia akan menyalip saya, tapi lebih baik posisi keempat daripada terjatuh.”
Tidak Menyalahkan Manuver Rival
Meski sempat kehilangan dua posisi akibat block pass dari Di Giannantonio, Marquez tidak mempermasalahkan manuver tersebut. Ia memahami bahwa gaya berkendara agresif adalah satu-satunya cara untuk menyalip di sirkuit yang sulit ini.
“Di Giannantonio menyalip saya dengan block pass. Kami berdua melebar, dan Martin menyalip kami. Tapi itu satu-satunya cara untuk menyalip di sini, karena sulit menggunakan slipstream di lintasan lurus utama.”
Evaluasi Akhir Pekan yang Positif
Meski gagal podium, Marquez menilai akhir pekannya di Brasil secara keseluruhan cukup positif. Setelah gagal finis di Thailand akibat kerusakan pelek, ia kini berhasil mengoleksi poin penting dan menempati posisi kelima klasemen sementara, tertinggal 22 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi.
“Dibandingkan dengan Thailand, saya merasa jauh lebih baik dan saya puas dengan balapan saya. Kami perlu terus meningkatkan, tapi jika kita melihat seluruh akhir pekan dan poin yang diperoleh, ini adalah akhir pekan yang baik.”
Rekan setimnya di pabrikan, Francesco Bagnaia, justru mengalami nasib kurang beruntung dengan terjatuh di posisi ke-11 saat balapan belum mencapai paruh jarak.
Selanjutnya, Marc Marquez akan berusaha bangkit di Sirkuit Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, yang merupakan salah satu sirkuit favoritnya sepanjang karier. Apakah bagus atau juga terpuruk ? hhmm…kayaknya jadi kurang pede yo cak, piye menurut sampeyan ? (iwb)