Marquez Meminta Aero Motogp 850cc di Kurangi lagi….biar adu salip seru
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk….regulasi teknis anyar MotoGP 2027 yang menurunkan kapasitas mesin jadi 850 cc dan memangkas perangkat aerodinamika ternyata masih belum bikin sang Juara Dunia 8 kali ini puas seratus persen.
- Marc Marquez secara terbuka angkat bicara mengenai regulasi 2027 tersebut.
- Menurut doi, perubahan yang bakal diterapkan Dorna dan FIM nanti sebenarnya sudah ke arah […]
Iwanbanaran.com – Cakkk….regulasi teknis anyar MotoGP 2027 yang menurunkan kapasitas mesin jadi 850 cc dan memangkas perangkat aerodinamika ternyata masih belum bikin sang Juara Dunia 8 kali ini puas seratus persen. Marc Marquez secara terbuka angkat bicara mengenai regulasi 2027 tersebut. Menurut doi, perubahan yang bakal diterapkan Dorna dan FIM nanti sebenarnya sudah ke arah yang benar, tapi jujur doi berharap pemangkasan sektor aerodinamika bisa dilakukan lebih ekstrem lagi! Cekidot detailnya, Cak!
Dalam wawancara terbarunya, Marc Marquez membeberkan pandangannya mengenai pergeseran regulasi dari mesin 1000 cc ke 850 cc. Menurut Marc, penurunan kapasitas mesin tentu bakal memangkas top speed dan potensi kecelakaan fatal di trek-trek lurus panjang. Namun, poin utama yang bikin balapan MotoGP zaman now makin sulit melakukan overtaking alias aksi salip-menyalip justru ada di sektor aerodinamika (downforce/wings)!
“Penurunan ke mesin 850 cc dan pengurangan aero adalah langkah yang bagus, tapi jujur saya berharap mereka mengurangi aerodinamika lebih banyak lagi,” ungkap Marc.
Mengapa Marc begitu menyoroti sektor aero ini, Cak?
-
Turbulensi / Dirty Air: Keberadaan winglet dan fairing canggih menciptakan pusaran angin kotor di belakang motor. Hal ini membuat pembalap di belakangnya sangat sulit menempel ketat saat cornering.
-
Ban Depan Cepat Panas: Efek downforce berlebih mendorong ban depan terlalu keras ke aspal, bikin suhu dan tekanan ban depan melonjak drastis (overheating) begitu menempel motor lain.
Faktor Pembalap Makin Terdegradasi: Marc menilai bahwa makin rumit sistem aerodinamika dan ride-height device, makin kecil porsi skill murni pembalap untuk membuat perbedaan di lintasan.
Kembali ke “Pure Riding”: Harapan Marc Buat Balapan Masa Depan
Marc Marquez yang tumbuh di era motor balap “konvensional” tanpa winglet raksasa mengaku rindu dengan era balapan yang murni mengandalkan kontrol throttle, manajemen ban, dan keberanian manuver di cornering.
Doi menilai, regulasi 2027 memang sudah menghapus holeshot device dan ride-height device (perangkat pengatur ketinggian motor), yang mana itu merupakan kabar sangat bagus. Namun untuk urusan wings atau sayap aerodinamika, porsi pengurangan yang ditetapkan FIM dinilai Marc masih memberi celah bagi para insinyur pabrikan untuk terus mengeksploitasi downforce.
“Saat aerodinamika dikurangi secara signifikan, balapan akan kembali menjadi lebih manuverabel, aksi salip-menyalip bakal lebih sering terjadi, dan peran pembalap akan kembali menjadi faktor penentu utama,” tambah sang rider Spanyol.
Last….apa yang dikatakan Marc Marquez ini memang mewakili jeritan hati banyak pecinta balap sejati, Cak! Regulasi 2027 dengan mesin 850 cc dan penghapusan ride-height device memang sudah merupakan kemajuan besar untuk meredam kecepatan gila-gilaan MotoGP modern. Tapi selama porsi winglet dan aerofairing masih dominan, tantangan dirty air saat overtaking bakal tetap ada. Piye menurut sampeyan, Cak? Setuju nggak sama Marc Marquez kalau sayap-sayap di motor MotoGP harusnya dibabat habis biar balapan makin seru dan banyak aksi salip-menyalip? (iwb)