Promo banner Iwanbanaran
Home / Motogp / Makan di Malaysia, harga ternyata nggak mencekik leher
Motogp •

Makan di Malaysia, harga ternyata nggak mencekik leher

Kangbro…..kalau sampeyan pergi keluar negeri, mungkin Malaysia adalah negeri yang paling banyak memiliki kesamaan dengan Indonesia.
Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 3 menit 0 komentar
Makan di Malaysia, harga ternyata nggak mencekik leher
Makan di Malaysia, harga ternyata nggak mencekik leher — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Kangbro…..kalau sampeyan pergi keluar negeri, mungkin Malaysia adalah negeri yang paling banyak memiliki kesamaan dengan Indonesia.
  • Lawong nenek moyange podo cak….makane ora slewah.
  • Bahkan kalau bertemu dan ngobrol dengan orang Malaysia, IWB seperti berada di Sumatera ataupun Kalimantan.

Iwanbanaran.com – Kangbro…..kalau sampeyan pergi keluar negeri, mungkin Malaysia adalah negeri yang paling banyak memiliki kesamaan dengan Indonesia. Lawong nenek moyange podo cak….makane ora slewah. Bahkan kalau bertemu dan ngobrol dengan orang Malaysia, IWB seperti berada di Sumatera ataupun Kalimantan. Logat melayu kabeh. Nah, pertanyaannya…apakah makanan di Malaysia mahal seperti lazimnya diluar negeri lain?. Tenang cak, makan siang di Malaysia, harga ternyata nggak mencekik leher. Emange piro?. Yuk…intip dan ikuti IWB dalam artikel ini…..

Sebagai Blogger yang sering melanglang buana di beberapa negara pasti memiliki pengalaman berharga yang bisa IWB share. Termasuk soal makanan. Beberapa waktu lalu IWB datang ke Malaysia atas undangan dari salah satu pabrikan. Di sana IWB sempat mampir di beberapa lokasi khususnya tempat kuliner. Baik yang di pinggir jalan ataupun di dalam Mall. Tapi kita bahas dipinggir jalan dulu…

Untuk penjual makanan di pinggir jalan, ternyata makanannya termasuk miring banget. Walau mereka tidak menggunakan daftar harga, satu kali makan paling kita hanya habis sekitar 15 hingga 20 ribuan. Memang tergantung lauk yang kita pilih. Akan tetapi rata-rata berkisar segitu. Tipe makanan yang disodorkan persis banget dengan makanan Melayu baik Sumatera ataupun Kalimantan. Jadi banyak santannya gitu pakde. Terus yang IWB suka masakannya jos gandos enak tenan. Terus gimana jika kita makan di Mall ?…

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Jelas lebih mahal walaupun tidak juga terlalu mahal. Kebetulan IWB waktu itu nyambangi salah satu restoran Malaysia yang menawarkan menu-menu khas tanah air. Lawong bakule wong Indonesia jebule. Dan siapa menyangka walaupun Di Negeri Jiran, harga yang dipatok termasuk tidak mencekik leher. Miring pakde, bener-bener miring. Contohnya seperti ayam penyet terlampir. Di Malaysia kita masih bisa makan dengan harga 11,55 Ringgit Malaysia. Kalau kita rupiahkan berkisar 36 ribuan….

Makan di Malaysia, harga ternyata nggak mencekik leher
” Habis makan kenyang leyeh-leyeh. Ada yang kenal pria bertopi?. Cak Joni Lono kuwi pakde, komentator Motogp hehehe…”

Sebuah harga yang masih masuk logika. Karena di tanah air sendiri khususnya di ibukota untuk membeli satu porsi makanan ayam penyet sudah berkisar antara 20 hingga 30 ribuan. Nah….gapnya kecil to. Coba mangan nang Jepang, iso langsung bokek sampeyan. Sekali makan menu standart wae minimal 150 ribu. Sedang di Malaysia ini, restoran yang IWB datangin paling mahal menunya adalah iga penyet. Untuk menu Iga Penyet ini harga yang dipatok sekitar 16,95 Ringgit Malaysia. Kalau kita konversi ke rupiah berkisar 54 ribuan. Sik murah to. Pertanyaannya, kenapa IWB bahas perkara ini?..

Sengaja kangbro. Siapa tahu sampeyan adalah salah satu pembaca yang mungkin memiliki rencana nonton MotoGP di Sepang Malaysia.?Jika demikian, kita akan ketemu disana sebab IWB juga ada jadwal di Malaysia. Turing dan nonton MotoGP di Negeri Jiran. Jadi setidaknya dengan artikel ini sampeyan bisa menyiapkan berapa dana yang diperlukan untuk makan selama tinggal di Malaysia. Piye, nggak mencekik leher to cak ?. Wis ah…isuk-isuk bahas motor bikin laper ki :mrgreen: …..(iwb)

 

Makan di Malaysia, harga ternyata nggak mencekik leherMakan di Malaysia, harga ternyata nggak mencekik leher Makan di Malaysia, harga ternyata nggak mencekik leher

 

Bagikan artikel
WhatsApp X

Tentang Penulis

Iwanbanaran
Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Berita, review, dan analisis roda dua dari Iwanbanaran.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar…

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Pecco Kaget dengan Ducati di Qatar…lho, motor kok enak ?!
Motogp Trending

Pecco Kaget dengan Ducati di Qatar…lho, motor kok enak ?!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Pecco kaget bin bungah di Lusail Qatar. Setelah berbulan-bulan kelihatan loyo dan bikin Ducati garuk-garuk kepala, Pecco Bagnaia akhirnya senyum lagi di Qatar. Dan kalimatnya bikin merinding: “Rasanya seperti pembalap pabrikan lagi.” Yup….motor Pecco di Qatar kok jadi enak ?? Jumat di Lusail, Bagnaia finis P4 di sesi Practice. Angkanya sih nggak wah […]

November 7, 2026 • 0 Baca →
Aneh…Rantai Motor Marc Marquez Prothol, Diggia Bikin Rekor Lap Baru !!
Motogp Trending

Aneh…Rantai Motor Marc Marquez Prothol, Diggia Bikin Rekor Lap Baru !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Sesi Practice MotoGP Qatar kemarin malam jadi drama tersendiri. Di Giannantonio, pembalap VR46 Ducati yang tahun 2023 pernah menang di sini bareng Gresini, nggak main-main. Meski katanya motornya kena defisit power, dia tetap bisa nembus 1 menit 50,406 detik…rekor lap baru di Lusail. Gila, power kurang tapi tetap paling cepet. Namun yang mengejutkan […]

November 7, 2026 • 0 Baca →
Moto3 Practice : Veda Ega Melesat di Qatar…sektor terakhir ediannn !!
Motogp Trending

Moto3 Practice : Veda Ega Melesat di Qatar…sektor terakhir ediannn !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Sirkuit Internasional Lusail menjadi saksi bisu bagaimana pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan taringnya. Dalam sesi Free Practice 1 (FP1) Moto3 Grand Prix Qatar, Veda berhasil mencatatkan waktu yang sangat kompetitif. Ia menutup sesi latihan pertama dengan menempati posisi keenam, hanya terpaut 0,982 detik dari pembalap tercepat, Maximo Quiles. Yup…Veda Ega Melesat […]

November 6, 2026 • 0 Baca →