Lhooo, handling motor kok jadi kayak celeng ??
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….pernah nggak sampeyan merasakan handling motor tiba-tiba nyleneh kayak celeng. Jadi saat motor dibelokkan seperti ngelawan. Mungkin kalau nggak ngeh sampeyan pasti sudah berpikir…wahhh, komstir kena nihhh. Padahal belum tentu karena ketika motor tiba-tiba handlingnya kedodoran dan berat, bisa jadi biangnya adalah masalah berikut ini. Apa gerangan ? simak detilnya dibawah ini…
Suatu hal yang jamak bahwa handling berubah yang disalahkan adalah komstir. Jika kita nggak jeli dan teliti. Nggak usah jauh-jauh, Ibam yang nunggang ADV pernah ngeluh motor jadi nggak enak dibuat belok. ” Pi, kayaknya motor ada masalah….motor susah belok…kenapa ya ? ” keluhnya. IWB mengerutkan dahi soalnya terakhir nunggang semua baik-baik saja. Reaksi suspensi, komstir dll…semua oke. IWB dari awal sudah curiga namun kudu IWB jajal baru bisa memastikan. Dan singkat cerita setelah IWB tes…..nahh benerkan !!!
” Dek…ini tekanan bannya kurang. Ini sih kempes parah…” seru IWB. Ibam hanya bengong. ” Masak cuma gara-gara ban pi ?” responnya masih penasaran. “ Jajal aja…isi angin di SPBU sana…” saran IWB. Ibam pun menuruti IWB. Dan setelah kembali…doi cengar-cengir…
” Iyaa pi, beda banget….nggak nyangka hanya gara-gara ban. Sekarang buat belok nurut banget…” celetuknya terkekeh. Nahhh…kan, benar yang IWB bilang. Ibam sendiri akhirnya mengaku doi jarang isi angin…bahkan bisa 2 bulan sekali. Amsyonggg tenan !
Jangan cak…sebab Ban merupakan suatu komponen sepeda motor yang penting karena tak hanya sebagai komponen yang kontak langsung dengan jalan, namun juga berperan dalam kenyamanan berkendara. Informasi buat sampeyan….pada Buku Pedoman Pemilik di setiap Sepeda Motor Honda telah dicantumkan standar terkait tekanan ban…
Lalu, efek apa saja yang dapat timbul jika konsumen berkendara dengan kondisi tekanan ban tidak sesuai dengan standar (baik lebih tinggi atau lebih rendah)?
Setir terasa berat
Jika tekanan ban kurang, maka setir akan terasa berat karena tekanan ban yang kurang dapat memperlebar tapak dari ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.
Handling motor tidak stabil
Pada kondisi tekanan ban yang tidak standar dapat menyebabkan pengalaman berkendara yang tidak stabil dan tidak nyaman.
Itu belum termasuk akan menyebabkan keausan dari ban akibat profil ban yang tidak normal.
Menurunkan usia Lampu Belakang.
Tekanan ban yang terlalu tinggi dapat menyebabkan getaran abnormal pada bulb lampu belakang, yang dapat mengakibatkan over voltage pada Bulb, sehingga menurunkan lifetime dari lampu belakang.
Standar tekanan ban yang dapat diterapkan kepada SMH telah tertera pada stiker yang tertempel pada unit SMH (di bagian depan untuk unit matic dan bagian belakang untuk motor sport/cub)…
” Makanya jangan lupa ban kudu diisi dengan rutin Dek, jangan diremehin…” seru IWB disambut anggukan kepala dari Ibam. Disini IWB cuma bisa garuk-garuk kepala….kok bocah sekarang nggak ngeh sama beginian yak. IWB dulu pakai feeling aja udah tahu tekanan ban kurang, tobat tenan….(iwb)
