Promo banner Iwanbanaran
Home / Honda / Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??
Honda •

Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??

Cakkk….Dua puluh tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi sebuah nama untuk bertahan, apalagi memimpin pasar sepeda motor di Indonesia.
Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 5 menit
Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??
Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ?? — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Dan tahukah sampeyan..sejak 2006 dirilis, keluarga Vario […]
  • Sejak pertama kali mengaspal pada tahun 2006, Honda Vario tidak sekadar menjadi alat transportasi, melainkan sebuah fenomena kultural yang membentuk lanskap pasar skuter matik (skutik) tanah air.
  • Cakkk….Dua puluh tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi sebuah nama untuk bertahan, apalagi memimpin pasar sepeda motor di Indonesia.

Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??Iwanbanaran.com – Cakkk….Dua puluh tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi sebuah nama untuk bertahan, apalagi memimpin pasar sepeda motor di Indonesia. Sejak pertama kali mengaspal pada tahun 2006, Honda Vario tidak sekadar menjadi alat transportasi, melainkan sebuah fenomena kultural yang membentuk lanskap pasar skuter matik (skutik) tanah air. Dan tahukah sampeyan..sejak 2006 dirilis, keluarga Vario Series secara total telah dipilih oleh lebih dari 18 juta konsumen di Indonesia. Menariknya lagi, khusus untuk trah bermesin besar (Vario 150 dan Vario 160), populasi di jalanan sudah menembus angka 4,5 juta unit sejak 2022. Hingga lahir Vario EVO yang diklaim memiliki top speed hanya 109km/jam ??? laah penurunan dong…

Di tengah perayaan tonggak sejarah emas tersebut, AHM tidak ingin berpuas diri. Seperti yang sampeyan tahu….Sebagai jawaban atas loyalitas jutaan biker, mereka resmi melahirkan sang penerus takhta: New Honda Vario Evo 160. Nama “Evo” yang disematkan bukan sekadar gimik pemasaran. Diambil dari kata Evolution, nama ini mencerminkan lompatan besar yang dilakukan Honda untuk menyempurnakan skutik premium sporti andalan mereka. Jika generasi Vario 160 sebelumnya (rilisan 2022) kental dengan aura beefy dan padat, Vario Evo 160 membawa pendekatan yang jauh lebih agresif. Desain bodinya kini memadukan garis-garis tajam khas motor sport dengan jalur aliran udara (lekukan aerodinamis) baru di bagian depan dan samping. Efeknya? Motor ini terlihat lebih ramping, kencang, dan siap membelah angin. Terus piye soal mesin ??

Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??Pastinya wis IWB bahas cak. Namun IWB sedikit ingin ulang dimana Kelahiran Vario Evo 160 juga membawa pembaruan di sektor performa. Tetap mengandalkan mesin 160cc 4-katup eSP+ berpendingin cairan, Honda memberikan racikan internal baru untuk meminimalkan gesekan serta mapping engine yang lebih agresif. Torsi meningkat dari 13,8Nm menjadi 14Nm. Di atas kertas, angka performanya mengalami peningkatan minor namun krusial pada karakter berkendara harian:

Advertisement

Iklan Iwanbanaran
  • Tenaga Maksimal: 11,3KW@8.500 RPM

  • Torsi Puncak: 14NM@ 6.500 RPM (ada peningkatan respons pada tarikan bawah hingga menengah).

Berdasarkan pengujian internal dengan alat ukur performa, skutik flat deck ini mampu menuntaskan jarak 0-200 meter hanya dalam waktu 11,9 detik dengan kecepatan puncak mencapai 109 km/jam. Urusan konsumsi bahan bakar tetap efisien di angka 46,7 km/liter (metode WMTC EURO 3) berkat fitur Idling Stop System (ISS). Nahh…ini IWB banyak ditanya soal top speed yang hanya 109 km/jam. Lhoo kok jadi turun cak IWB ??

Eittt..ini cak yang ingin IWB berikan pencerahan ke sampeyan. Jadi gini cak…angka 109 km/jam bukan angka di speedometer, catet kieee cak. Namun, pabrikan mengukur angka top speed ini dari alat GPS (Global Positioning System), bukan berdasarkan putaran roda atau transmisi. Hampir tidak ada pabrikan otomotif di dunia yang membuat speedometer dengan akurasi tepat 100% sama dengan kecepatan riil GPS. Fenomena ini disebut dengan Deviasi Speedometer atau kalibrasi pabrikan. Secara rata-rata industri, deviasi atau margin “kelebihan” pada motor matik jepang berkisar antara 8% hingga 10%. Pabrikan sengaja melakukan ini bukan untuk menipu biker, melainkan demi alasan keselamatan dan regulasi hukum. Di Eropa (ECE R39) dan banyak wilayah lain, aturan hukumnya sangat ketat:

Speedometer tidak boleh menampilkan angka yang LEBIH RENDAH dari kecepatan riil.

Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??Bayangin cak…jika kecepatan riil 100 km/jam, tapi panel meter menunjukkan 98 km/jam, pabrikan bisa dituntut jika pengendara terkena tilang kamera kecepatan (speed trap). Oleh karena itu, pabrikan mengambil batas aman dengan melebihkan angka di panel meter sekitar 10%…

So…Jika kita menggunakan dasar pengujian alat (GPS) yang mencatatkan angka 109 km/jam pada Vario EVO, lalu kita hitung berapa angka yang sebenarnya muncul di layar panel meter digital Vario Evo dengan asumsi rumus deviasi standar sebesar 10%. Akan terpampang speed dispeedometer sekitar 119 km/jam hingga 120 km/jam. Jadi bukannya turun cak…namun data yang dishare Honda dalam top speed test adalah real speed GPS. So..kalau sampeyan nanya ke IWB berapa top speed speedometer ? kisaran 119 – 120 km/jam. Kira-kira demikian…nanti coba kita buktikan…

Last…Kelahiran Vario Evo 160 adalah langkah taktis Honda untuk mengunci dominasi mereka di kelas skutik 160cc. Dengan modal reputasi 18 juta unit, AHM sangat optimistis menetapkan target penjualan Vario Evo 160 di angka 250.000 hingga 300.000 unit per tahun. Menghormati warisan 18 juta unit terdahulu bukan berarti mempertahankan formula lama, melainkan terus berevolusi mengikuti detak selera pasar. Gitu cak kira-kira…piyeee wis clear kan ? (iwb)

Kontroversi Top Speed Honda Vario EVO 160…benarkah hanya 109km/jam ??Harga Vario EVO On The Road (OTR) DKI Jakarta:

  • Vario Evo 160 CBS: Rp 28.525.000

  • Vario Evo 160 CBS Nitro: Rp 28.775.000

  • Vario Evo 160 ABS: Rp 31.406.000 (Menggunakan rem cakram depan-belakang berdiameter 220 mm)

Bagikan artikel
WhatsApp X

Tentang Penulis

Iwanbanaran
Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Berita, review, dan analisis roda dua dari Iwanbanaran.

Baca Juga

Artikel Honda Lainnya

Lihat Semua Honda
EICMA 2026 : Honda V3R 900 E-Compressor…motor dengan Teknologi AI, Gokilll !!!
Honda Trending

EICMA 2026 : Honda V3R 900 E-Compressor…motor dengan Teknologi AI, Gokilll !!!

Iwanbanaran.com – Cakkkk… Honda benar-benar nggak main-main di EICMA Milan 2026! Selain memperkenalkan evolusi Africa Twin dan Fireblade, pabrikan sayap mengepak akhirnya membuka selubung versi final dari motor paling ditunggu-tunggu: Honda V3R 900 E-Compressor versi produksi massal. Kalau tahun lalu Honda cuma memajang prototipe di EICMA, sekarang mereka memastikan proyek ini serius. Versi definitif yang […]

November 7, 2026 • 0 Baca →
Breaking !! Honda CBR1000RR-R Fireblade HRC Works Edition 2027 Rilis….Gilaaa Keren Banget !!!
Honda Trending

Breaking !! Honda CBR1000RR-R Fireblade HRC Works Edition 2027 Rilis….Gilaaa Keren Banget !!!

Iwanbanaran.com – Cakkk…..kali ini Honda bikin gebrakan yang bikin mata melotot. Bukan karena harganya yang belum diumumin, tapi karena mereka benar-benar bikin versi “Works” yang siap tempur. Jujur ya, belakangan ini IWB agak bosan dengan motor-motor sport yang keluar. Kebanyakan cuma ganti stiker, ganti warna, terus bilang “all new”. Tapi kali ini Honda beda. Mereka […]

November 4, 2026 • 0 Baca →
Touring ke “Tanah Rencong”…Mencicipi Ganasnya Vario EVO 160 di Rute Blind Spot Sabang!
Honda

Touring ke “Tanah Rencong”…Mencicipi Ganasnya Vario EVO 160 di Rute Blind Spot Sabang!

Iwanbanaran.com – Cakkkk….kalau bicara soal touring sepeda motor, rasanya nggak afdal kalau cuma muter-muter di dalam kota. Touring yang asyik itu ya yang tantangannya dapet, lanskapnya bikin mata fresh, dan yang paling penting: motor yang dipakai harus benar-benar bisa diajak kompromi. Dan alhamdulillah IWB dapet kesempatan emas buat ikutan langsung gelaran touring regional yang diinisiasi sama […]

November 1, 2026 • 0 Baca →