Jorge Martin Kaget lihat data Marc Marquez…..” Kencang Gila ” !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…diawal tahun 2025 banyak yang percaya bahwa Pecco akan tetap menguasai MotoGP dengan hengkangnya Jorge Martin ke Aprilia. Bahkan Martin sempat mengatakan hal ini namun ada satu hal yang patut kita kutip kekaguman Martin ketika melihat data Marc Marquez. ” Kencang Gila…” serunya…
Martin mengakui ia terkesan dengan data Marc Marquez tahun lalu. Martin menang sebagai juara MotoGP dengan Ducati spek pabrikan, motor yang setahun lebih baru daripada versi Marquez. Namun pada tahun 2025, Marquez kembali dengan Ducati pabrikan, sementara Martin harus mempertahankan gelarnya sambil beradaptasi dengan Aprilia. Dari sanalah Martin melontarkan pernyataan dimana dia kaget dengan data Marc Marquez…
“ Diawal aku melihat Pecco sebagai favorit, tetapi aku tidak bohong pernah melihat data Marc yang membuatku terkejut. Aku sampai berguman….ini kencang gila. Sial, bagaimana bisa dengan Ducati di trek ini dia begitu kencang seperti ini ? Walau tidak selalu kencang sebab entah kenapa ditahun lalu dia di Thailand dan Malaysia, motornya seperti kurang bertenaga…
“Jadi, dengan GP25, pasti ada ruang untuk perbaikan, tetapi aku rasa Pecco berada di level yang sangat sulit dicapai. Sebelas kemenangan itu gila dan, saat ini, setelah memenangkan dua gelar berturut-turut dan menjadi runner-up tahun ini, dia adalah favorit di 2025. Kita lihat saja nanti…” seru Martin. Yup…itu kutipan diawal 2025 cak dan sekarang semua mata terbelalak dengan progress Marc. Bahkan sekelas Jorge Martin bungkam tidak bisa berkata apapun…
Di paddock, banyak yang mencoba bermain-main dengan statistik. Misalnya, mereka berspekulasi bahwa Marc bisa merebut gelar juara paling cepat di Misano, dengan enam balapan tersisa. Ia harus menyelesaikan GP San Marino dengan keunggulan 222 poin, yang berarti ia harus meraih 25,5 poin dalam empat putaran. Mungkin agak berlebihan, tetapi bukan berarti mustahil mengingat apa yang terjadi di Republik Ceko, di mana ia merebut 37 poin dari Alex….
Namun, yang tak terbantahkan adalah Marc bisa finis kedua di setiap balapan, mulai dari GP Austria hingga GP Valencia, dengan Alex memenangkan setiap balapan, dan gelar juara tetap menjadi miliknya. Ia hanya kehilangan 80 dari 120 poinnya.
Marquez telah terlahir kembali di Ducati dan ia sendiri menekankan bahwa ” ini adalah salah satu paruh musim terbaik dalam karierku.” Ini tidak salah, sebab jika kita bandingkan pada 12 GP pertama tahun ini dan musim-musim di mana ia memenangkan Kejuaraan Dunia MotoGP, dengan mempertimbangkan tanpa sprint, untuk tahun 2025, hanya hasil yang diperoleh pada hari Minggu….Marc kini sudah mengumpulkan 240 poin atau hanya kalah dibandingkan dengan 2014 dan 2019….(iwb)