Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Sirkuit Circuit of the Americas (COTA) bukanlah akhir pekan biasa bagi Marc Marquez. Ia adalah sheriff di trek sepanjang 5,5 km ini, dengan rekor luar biasa: tujuh kali menang, termasuk enam kemenangan beruntun dari 2013 hingga 2018 . Di sinilah ia membangun reputasi sebagai penguasa absolut Texas. Namun, dua edisi terakhir Grand Prix Austin justru menjadi mimpi buruk. Ia terjatuh dua kali berturut-turut saat memimpin balapan. Musim lalu, ia harus puas dengan kemenangan di sprint race tanpa bisa mengulanginya di balapan utama. Belum lagi performa Marc kemarin di Brasil. Jadi nggak heran… Jelang Race Austin…Ducati mulai Gelisah dan kuatir ?!!
Akhir pekan ini, Marc Marquez memiliki peluang untuk meraih kemenangan ke-100 dalam kariernya di MotoGP—sebuah angka prestisius yang luput dari genggamannya di dua seri awal musim. Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal rekor cak, melainkan kondisi fisiknya yang masih belum prima.
“Saya belum dalam kondisi puncak, dan setelah cedera serius, apa yang disebut 100 persen bisa berubah,” kata Marc Marquez berulang kali dalam beberapa bulan terakhir.
Di Thailand dan Brasil, ia terlihat masih kesulitan. Gerakannya di atas motor terasa kaku, dan ia harus mengatur ritme, terutama saat balapan berlangsung.
Ducati Mulai Khawatir?
Jika Marc masih menyisakan tanda tanya soal performa, hal yang sama juga berlaku bagi Ducati. Mengatakan bahwa pabrikan Borgo Panigale sedang mengalami masalah mungkin terlalu berlebihan setelah hanya dua seri. Namun, fakta bahwa tidak ada satu pun pembalap Ducati di tiga besar klasemen jelas menjadi sinyal yang patut dicermati.
Marc Marquez sebenarnya bisa berada di posisi lebih baik dari peringkat kelima yang kini ia tempati, andai peleknya tidak pecah di Buriram. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah ia menjadi satu-satunya pembalap Desmosedici yang kompetitif di kedua balapan utama.
| Pembalap Ducati | Posisi Klasemen | Catatan |
|---|---|---|
| Fabio Di Giannantonio | 4 | 3 poin di depan Marquez |
| Marc Marquez | 5 | Satu-satunya yang kompetitif di dua seri |
| Alex Marquez | 10 | Hanya 13 poin dari dua seri |
| Francesco Bagnaia | 13 | Hanya 10 poin |
Jika ditambah dengan absennya Fermin Aldeguer akibat cedera dan performa Franco Morbidelli yang masih jauh dari harapan, situasi di kubu Ducati saat ini jauh dari kata mulus.
Aprilia Makin Menggila
Di sisi lain, ada Marco Bezzecchi yang datang dengan semangat menggila bersama kapal hitam Aprilia. Empat pembalap Aprilia kini menempati tujuh besar klasemen—sebuah bukti nyata peningkatan performa RS-GP.
| Pembalap Aprilia | Posisi Klasemen |
|---|---|
| Marco Bezzecchi | 1 |
| Jorge Martin | 2 |
| Ai Ogura | 6 |
| Raul Fernandez | 7 |
Last….Austin bukan sekadar tentang poin. Bagi Marc Marquez, ini tentang membuktikan bahwa ia masih bisa menaklukkan “rumahnya” sendiri meski dalam kondisi belum prima. Bagi Bezzecchi dan krunya, ini tentang merampok “harta karun” di wilayah musuh. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang akhir pekan ini? Akankah Sheriff Texas kembali berjaya, atau justru Bajak Laut yang akan membawa pulang harta karun? Kita saksikan di Circuit of the Americas nanti cak…kok jadi tegang yak…(iwb)
