Ingat insiden Sepang 2015, Lorenzo salahkan Rossi “tendang” Marquez !! Laahhh
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk…pernyataan menarik dilontarkan Jorge Lorenzo yang menyoroti persahabatan para pembalap Motogp.
- Walaupun mereka rival sepertinya mereka betul-betul adem tanpa ada tensi sama sekali.
- Lorenzo cukup heran atas kondisi tersebut karena disejarah Motogp, justru rivalitas dan persaingan sengit membuat para penonton bersemangat.
Iwanbanaran.com – Cakkk…pernyataan menarik dilontarkan Jorge Lorenzo yang menyoroti persahabatan para pembalap Motogp. Walaupun mereka rival sepertinya mereka betul-betul adem tanpa ada tensi sama sekali. Lorenzo cukup heran atas kondisi tersebut karena disejarah Motogp, justru rivalitas dan persaingan sengit membuat para penonton bersemangat. ” Para pembalap sekarang tidak seperti kami dimasa lalu. Kami saling respect namun persaingan selalu cukup panas…” ujarnya. Dan dilalah doi kembali membuka kisah perihal “tendangan” maut Rossi ke Marquez 2015 silam. Weladalahh….
Menurut Lorenzo doi cukup heran dengan para pembalap Motogp sekarang. Mereka tampak sangat rukun tanpa ada persaingan sengit didalam paddock. Karena tensi ini justru disukai oleh para penonton Motogp….
?Saat ini semua pembalap tampak seperti teman.?Quartararo tidak berbicara dengan Bagnaia seperti aku dulu saat berbicara dengan Rossi. Pecco tidak berbicara dengan Jorge Mart?n seperti Rossi berbicara dengan Stoner. Sekarang mereka semua memiliki hubungan yang baik.?
? Aku sendiri sangat menghormati setiap pebalap, tetapi pertempuran yang kejam selalu membuat para penggemar bersemangat. Aku ingat tatapan tajam yang diberikan Gibernau kepada Valentino di Jerez 2005, pertarungan antara Rossi dan Stoner di Laguna Seca atau Rossi dan Biaggi. Rivalitas begitu kuat dan menyengat. Sama halnya di Formula Satu, di mana persaingan Lewis Hamilton versus Max Verstappen, atau Verstappen versus Leclerc, dan itu nyata….
” Aku juga pernah merasakan dan itu memang sulit. Tanpa kepribadianku yang kuat, mungkin aku akan jatuh secara psikologis karena Valentino memiliki semuanya. Semua orang mencintainya, dan ini membuatmu merasa sangat kecil.?Tapi saat itu aku bertekad, begitu aku menurunkan visor, satu-satunya targetku adalah membuka gas dan menang. Mengalahkan Rossi dengan motor yang sama memberiku banyak kepuasan dan popularitas….
Sebagai informasi cak….Lorenzo memenangkan gelar MotoGP pada 2010, 2012 dan – yang paling dramatis – 2015, sebuah kontes yang kemudian dirusak oleh tuduhan dari Rossi bahwa Marc Marquez mencoba membantu sang #99. Dan menurutnya Sepang clash bukan apa-apa karena justru yang terpenting adalah insiden Argentina. So….gimana dengan Sepang ?
? Menurutku Marc tidak salah. Apalagi Tahun itu [2015] sebenarnya aku akan dengan mudah memenangkan gelar karena aku adalah pembalap tercepat. Tetapi saat race banyak kejadian yang membuatku apes. Seperti masalah dengan visor yang ngembun di Silverstone. Itu menjadi musim yang sulit. Banyak faktor yang terlibat, tetapi perihal Rossi-Marquez, menurutku GP Argentina-lah yang sangat penting. Valentino bertanggung jawab atas kecelakaan Marquez, tetapi dia tidak meminta maaf setelah balapan. Marc tidak menyukainya. Dan aku rasa Marquez tidak benar-benar ingin aku memenangkan gelar karena kami bukan teman…? seru Lorenzo. So…apakah sampeyan setuju dengan opini tersebut ?…(iwb)
