Hot…Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Sesi latihan MotoGP Prancis di Sirkuit Bugatti, Jumat (8/5/2026), diwarnai dengan divergensi menarik di kubu Ducati. Para pembalap pabrikan memperkenalkan fairing samping terbaru spesifikasi 2026 yang diuji di Jerez. Namun, Marc Marquez memilih jalur berbeda: ia kembali menggunakan desain aerodinamika yang ia kenakan saat meraih gelar juara dunia 2025. Betul cak…..Marc Marquez Balik Pakai Aero “Warisan 2025” di Le Mans, lho kenapa ???
Keputusan ini menjadikan Marquez satu-satunya pembalap Ducati yang tidak menggunakan fairing terbaru yang sama dengan Fabio Di Giannantonio, Alex Marquez, dan Pecco Bagnaia. Jadi cak…Marquez sebelumnya telah meninggalkan paket aero 2025 untuk memulai musim 2026 dengan desain 2024 (yang memiliki “loop” sayap atas lebih besar tetapi saluran downwash lebih kecil). Alasannya sederhana: kondisi bahunya yang masih dalam masa pemulihan.
“Saya tidak bisa mengendarai motor dengan cara yang sama seperti tahun lalu saat ini. Aerodinamika 2025 sedikit lebih berat, lebih menuntut kondisi fisik,” jelas Marquez saat tes pramusim.
Kini, setelah beberapa seri berlalu dan kekuatan bahunya bertambah, Marquez kembali ke fairing yang lebih berat. Alex Marquez, adiknya sekaligus pembalap Gresini, menjelaskan perbedaan ini:
“Kami punya dua arah. Untuk Marc, Ducati percaya (pembaruannya) sedikit lebih baik… mirip dengan yang dia gunakan tahun lalu. Jadi ini adalah campuran, tapi pada akhirnya tujuannya sama.”
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa perbedaan pilihan ini didasarkan pada keinginan setiap pembalap.
“Kami mengikuti keinginan setiap pembalap. Gigi (Dall’Igna) mendengarkan dan mencoba memberikan yang terbaik bagi mereka.”



Namun, Marquez memberikan alasan teknis yang lebih spesifik. Ia mengatakan bahwa pilihan fairing yang berbeda bukan karena efek aerodinamika yang berbeda, melainkan karena perbedaan ukuran tubuhnya dengan pembalap lain.
“Kami memahami dengan Ducati bahwa fairing ini lebih baik untuk gaya balap saya. Arahnya sama (dengan GP26 lainnya), efeknya sama, tetapi tergantung pada posisi tubuh. Saya jauh lebih kecil dari Diggia, Pecco, dan Alex, dan insinyur Ducati percaya bahwa untuk posisi tubuh dan ukuran saya, fairing ini lebih baik, dengan efek yang sama.”
Di atas kertas, langkah ini belum serta merta membawa dampak instan. Ketiga pembalap Ducati lainnya (Bagnaia, Di Giannantonio, dan Alex Marquez) berhasil lolos langsung ke Q2.
Sementara itu, Marquez justru harus puas di posisi 13 dan melakoni Q1, setelah lap terakhirnya terganggu bendera kuning akibat kecelakaan yang menimpa Bagnaia.
Namun, terlepas dari hasil sesi latihan, kepulangan Marquez ke aero “gaya berat” bisa menjadi sinyal bahwa kondisi fisiknya perlahan pulih. Dengan defisit 44 poin dari Marco Bezzecchi, ia membutuhkan setiap keunggulan yang bisa ia dapatkan, bahkan jika itu berarti mengendarai motor yang lebih “menuntut fisik”.
Last….Marquez bukan satu-satunya juara dunia yang “mundur” dalam pilihan aero. Di kubu Yamaha, Fabio Quartararo memilih untuk kembali menggunakan front wing versi mesin Inline4 untuk seri kandangnya di Le Mans. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya cak……(iwb)