Hancur di Brazil FP1, Marco Bezzecchi Heran..” Ada yang nggak beres ” keluhnya !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…Pemenang Grand Prix Thailand, Marco Bezzecchi, mengalami awal akhir pekan yang sangat sulit di MotoGP Brasil. Pembalap Aprilia itu hanya mampu finis di posisi ke-20 pada sesi Practice di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Jumat (20/3/2026) waktu setempat. Hasil ini memaksanya harus melakoni sesi Q1 untuk pertama kalinya di musim 2026.
Favorit Justru Terpuruk
Sebelum akhir pekan dimulai, Bezzecchi masuk dalam daftar favorit kuat untuk seri Brasil. Hal ini didasari oleh karakteristik sirkuit yang diyakini cocok dengan motor Aprilia, serta pilihan ban dari Michelin yang dinilai menguntungkan. Namun, prediksi tersebut sirna sudah setelah sesi latihan yang berlangsung dalam kondisi trek basah dan tidak menentu.
Meskipun memulai hari Jumat dengan solid di FP1 yang berlangsung di trek lembap, Bezzecchi justru mengalami bencana di sesi Practice. Ketika trek sudah cukup kering untuk menggunakan ban slicks, hujan masih terus mengguyur area sirkuit. Bezzecchi gagal mencatatkan waktu lap yang kompetitif di saat kondisi sedang paling optimal.
Dengan sekitar setengah jam tersisa, hujan semakin deras. Bezzecchi pun harus menerima kenyataan bahwa ia akan melakoni Q1 setelah mengakhiri sesi Practice dengan catatan waktu terpaut dua detik dari pemuncak klasemen, dan terdampar di posisi ke-20.
Masalah Teknis yang Belum Teridentifikasi
Berbicara kepada media pada Jumat malam, Bezzecchi mengungkapkan bahwa ada masalah pada motornya yang membuat performanya jeblok. Namun, tim Aprilia hingga saat itu belum mengetahui penyebab pasti masalah tersebut.
“Di sore hari, terutama pada putaran pertama yang merupakan waktu paling menguntungkan untuk membuat catatan waktu cepat karena kondisi cuaca, ada sesuatu yang tidak beres dengan Aprilia. Tapi kami masih belum tahu apa masalahnya. Para insinyur sedang menyelidikinya. Sulit untuk mengatakan apa yang salah dengan motor ini.” serunya..
Harus Melalui Q1 yang Sengit
Bezzecchi mengakui bahwa ia akhirnya mengambil risiko karena terpuruk di posisi belakang. Sayangnya, peluang untuk memperbaiki catatan waktu di kondisi trek yang optimal telah lewat.
“Pada akhirnya, saya mencoba mengambil risiko karena saya berada di dekat posisi terbawah grid. Masalahnya adalah saya melewatkan kesempatan saya di kondisi trek terbaik; saya tidak cukup cepat. Saat ini, satu-satunya tujuan saya adalah memperbaiki, tapi kami tahu bahwa Q1 selalu sangat kompetitif.” tambahnya
Meski kecewa dengan hasil latihan, Bezzecchi mengaku tetap menikmati karakter sirkuit Goiania. Namun, ia menyoroti masalah drainase yang membuat trek sulit kering sempurna.
“Treknya menyenangkan. Satu-satunya masalah adalah aspalnya tidak kering. Jika hujan, genangan air tetap ada di sana sepanjang hari.”
Last…Bezzecchi bukan satu-satunya pembalap Aprilia yang kesulitan di sesi Practice. Raul Fernandez dari Trackhouse Racing juga mengalami nasib serupa dengan finis di posisi ke-21. Sementara itu, Jorge Martin menjadi pembalap Aprilia terbaik di posisi ke-4, menunjukkan peningkatan kepercayaan dirinya pada RS-GP. Ai Ogura di motor Trackhouse kedua berhasil menyelinap ke posisi 10 dan lolos langsung ke Q2. Dengan hasil yang kurang memuaskan ini, Bezzecchi harus bekerja ekstra keras pada sesi kualifikasi untuk membalikkan keadaan dan menghindari start dari posisi yang sangat buruk di balapan utama akhir pekan ini….(iwb)