Gigi Dall”Ilna Bingung Pecco Kesulitan dengan Ducati GP25 !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…. Nampaknya ada kebingungan dalam internal Ducati atas buruknya hasil yang diraih Pecco disaat Marquez cemerlang. Kesimpulan ini bisa kita tangkap jelang Race Ballaton dimana Gigi Dall’ilna selaku bos Teknis Ducati GP25 mengungkapkan opini nya perihal Race kemarin dengan fokus pada Pecco. Berikut pernyataan lengap Gigi…
“Pecco berusaha keras untuk bersaing memperebutkan podium yang terasa sudah dalam genggamannya. Akhir pekan sebenarnya dimulai dengan sangat menggembirakan, tetapi kemudian entah kenapa segalanya berubah. Dari beberapa insiden yang tidak menguntungkan di balapan Sprint hingga race minggu. Kami tidak meragukan potensi sang juara (Pecco) dan motornya. Yang pasti Bersama-sama, kami harus “berusaha sekuat tenaga,” seperti biasa mencari solusi. Kami harus memahami dan bisa menerima kekecewaan ini, menghadapinya tanpa pernah menyerah, dan berjuang sampai akhir. Pengalaman mengajarkan kita bahwa ketika ada yang salah, selalu ada sesuatu yang menambah frustrasi dan menghalangi. Terkait Pecco kita harus tetap berpikir jernih, mempertimbangkan hal-hal baik yang telah dilakukan, dan memulai lagi dari sana, seperti saat sesi latihan di awal akhir pekan…” seru Gigi….
Terlepas dari masalah yang dihadapi Pecco, Ducati membawa pulang hasil maksimal berkat Marc….
“Secara umum, aku senang dengan apa yang kami lakukan. Aku berterima kasih kepada semua orang yang telah bekerja keras untuk ini, terlebih lagi di saat tanda-tanda dari para pesaing kami begitu kuat dan jelas. Marc tak terhentikan menang di Austria untuk pertama kalinya dalam kariernya, menambahkan “double” kemenangan keenam berturut-turut. Menambah kemenangan Ducati di trek ini menjadi 10 dan menjadikan Red Bull Ring tempat paling berjaya bagi kami. Balapan yang dibangun berdasarkan strategi terarah dan dikelola dengan sangat bijaksana setelah Marc crah di kualifikasi yang memaksanya start di posisi keempat. Grand Prix yang seru, spektakuler, dan tentu saja menantang. Marc mampu menunggu waktu, mengatur ban sebaik mungkin, dan memberikan serangan yang menentukan di paruh kedua balapan.”…tutup Gigi…(iwb)