Gawattt…Motogp Pecah, Liberty Media dan MSMA Perang Dingin !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Konflik antara MotoGP Sports Entertainment Group (dulu Dorna) dan para pabrikan (MSMA) mengenai pembagian pendapatan untuk kontrak baru Concorde Agreement 2027-2031 memasuki babak baru. Setelah para pabrikan berusaha bersatu dengan tembok kokoh, Liberty Media dan keluarga Ezpeleta kembali menggunakan strategi klasik: “divide and conquer” (pecah belah dan kuasai). Ini jelas gawat cak….sebab kini Motogp Pecah, Liberty Media dan MSMA Perang Dingin !!
Jadi cak…dunia balap kasta tertinggi alias MotoGP lagi nggak baik-baik saja! Kalau biasanya kita bahas soal lap time atau adu kencang di trek, kali ini tensinya justru lebih panas di meja perundingan. Liberty Media, bos baru yang juga empunya Formula 1, ternyata mulai menunjukkan “taring” aslinya. Dan jujur saja cakk… gaya mainnya bener-bener bikin pabrikan pusing tujuh keliling!
IWB dapet bisikan panas dari Jerez, ada istilah ngeri yang muncul: Divide and Conquer! Alias pecah belah dan kuasai. Wahhh… opo ora ngeri kuwi cakk?
Jadi ceritanya begini…
Liberty Media, di bawah komando Derek Chang, sekarang lagi bergandengan mesra sama Carmelo Ezpeleta. Mereka punya satu misi: Gimana caranya pabrikan nggak terlalu dominan ngatur jalannya balapan. Karena apa? Karena selama ini yang namanya MSMA (asosiasi pabrikan) itu kompak banget kayak pasukan elit, susah ditembus!
Nah, tuntutan Liberty Media yang paling anyar ini bener-bener bikin dahi mengkerut:
-
Pecah Kekuatan MSMA: Liberty ogah dengerin suara kolektif. Mereka pengennya negosiasi face-to-face sama masing-masing merk. Strateginya cerdik cakk… mereka “ngerayu” Honda dulu, terus Ducati dicolek, supaya yang lain kayak Yamaha atau KTM akhirnya kepojok sendiri. Kalau satu sudah tanda tangan, yang lain pasti rontok satu-satu.
-
Kuasai Aliran Duit: Pabrikan sebenernya minta bagi hasil (revenue sharing) yang lebih gede buat modal riset. Tapi Liberty kabarnya lebih pelit soal ini. Mereka lebih milih duitnya dipake buat promosi jor-joran biar MotoGP makin viral di Amerika. Intinya: “Kalian balapan aja yang bener, urusan cuan dan promosi biar kami yang atur total!”
Regulasi 2027 Tanpa Debat: Liberty pengen mesin 850cc dan sunat aero serta ride-height device segera diteken tanpa banyak protes. Tujuannya biar balapan lebih banyak aksi salip-salipan (hiburan), padahal buat pabrikan, ini artinya buang-buang duit buat riset dari nol lagi.
Puncaknya pas di Jerez kemarin, cakk. Ada acara makan malam resmi tapi malah kayak “kuburan”. Yamaha, Aprilia, sama KTM kompak memboikot alias nggak dateng! Bayangin, acara sekelas itu tapi kursinya kosong melompong. Ini sinyal perang terbuka antara produsen motor lawan promotor.
Tapi ya itu tadi cakk… Liberty Media bukan pemain baru. Mereka pinter banget mainin psikologi. Kabar terakhir, Honda malah konon sudah “manut” duluan. Kalau raksasa Jepang sudah luluh, otomatis posisi tawar Lin Jarvis (Yamaha) dkk jadi makin lemah.
Last…Liberty Media pengen MotoGP itu jadi show bisnis murni kayak F1. Pabrikan nggak boleh terlalu banyak protes soal aturan teknis atau bisnis. Pokoknya ikut aturan main bos baru, atau ketinggalan kereta. Dunia politik emang kejam cakk, lebih kejam dari persaingan ban gundul di lap terakhir! Kita pantau terus perkembangannya, semoga aja ego masing-masing pihak nggak malah ngerusak kualitas balapan yang kita cintai ini. MotoGP 2027? Bakal panas luar dalem ini sih.. (IWB)