Gara-gara flu, Koq nafas IWB terasa sesak ya ??
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Keringat dingin disertai tenggorokan sakit selama 3 hari ini membuat IWB gelisah. Berbagai vitamin IWB minum mulai dari vitamin C…E…wisss pokoke biar antibody kuat. Jujur cak, Korona ki emang bener-bener parno. Soale virus ini nyaru lek boso jowone, apakah kita flu biasa atau malah COVID 19…nggak kedetect. Apalagi berita di media begitu masif. “ Wis 55 yang meninggal mz..” seru ibu negara bikin IWB makin stres. Dilalah dalam 2 hari ini nafas IWB juga terasa sesak. ” Koq nafas rada sesak ya…” celetuk IWB ke ibu Negara…
” Sampeyan ki terlalu parno, nggak usah begitu. Yang santai…..kalau parno malah asam lambung naik, stres dan yang ada jadi sesek. Kan kita sudah mengisolasi diri mz. Bismillah kuwi flu biasa…” celetuk Ibu negara terlihat kesel. IWB diam, asyemmm….ngeluh sesek malah diomelin. Jiannn tenan ki diajeng mbok wedok. Tapi kalau IWB renungkan emang ada benarnya cak. Pemberitaan masif Korona sukses membuat kita paranoid kelas kakap. Flu dikit wae kita langsung berpikir…wehhh jangan-jangan Korona ki. Nggak hanya itu…
Hidup mampet dikit…wahhhh jangan-jangan sesak gara-gara Korona ki. Cicak bin kadal wedus gudel tenan ancene. “ Coba sampeyan minum air hangat biar lebih lega tenggorokan. Ini minum dulu…” ujar ibu Negara lagi. IWB hanya bengong. Korona memang sukses mencabik-cabik ketenangan. Bayangin….IWB yang biasanya seneng keluyuran keluar tiba-tiba harus mendekam dalam rumah. Ada paket datang aja rasanya pengen nolak. ” Paketttttt….” teriak si Abang dari luar. Terlihat abang pengirim paket sudah didepan pintu rumah. Untungnya doi pakai masker….
“ Mz di jemur dulu paketnya…” seru ibu negara pasca IWB terima. Emboh pakde….pokoke apapun kita lakukan demi terhindar virus yang namanya COVID 19. ” Ini pakai hand sanitizer….” sodor Ibu negara setelah IWB selesai naruh paket diteras. Ya…ini namanya preventif, memang harus begitu. Tapi kita juga harus akui, urip koq suwe-suwe koyok wong emboh. Gerak dikit….kudu cuci tangan. Obah sitik…kudu pakai masker. Kalau nggak perlu bangetttttt, mending dirumah. Dipingit ngalah-ngalahin perawan mau nikah sama maha patih negeri antah berantah.? Coba, opo ora mumet ndase cak….
COVID19 memang terkesan sangar karena banyak sekali korban berjatuhan. Tapi bukan berarti ketika terpapar dunia selesai, ora cak. Yang penting kita jaga stamina tubuh dengan minum vitamin C dan E serta istirahat cukup potensi sembuh sangat besar (mencapai 97%). Biarkanlah antibodi kita yang melawan. Yahhh….memberikan saran emang mudah. Toh IWB sendiri juga jujur termakan dengan banyaknya pemberitaan yang terkesan sangat mengerikan. Apalagi IWB tinggal didaerah yang pertama kali nongol Korona yakni Depok, lengkap wis kwkwk…
” Nah, benerkan…asam lambungnya kumat. Perut kembung makanya dadanya sesak. Ini diminum obatnya…” celetuk Ibu negara pasca memeriksa IWB. Duhhh bener juga euy. Lha piye, flu ora sembuh-sembuh je, opo ora parno jal. Btw Apapun itu cak, mari dukung pemerintah dengan melakukan sosial distancing untuk memblokade pergerakan COVID19. Ora usah kemana-mana kalau nggak perlu-perlu banget sehingga kita bisa puasa dan lebaran dengan tenang nanti. Lha kalau nggak kelar-kelar virus merajalela, takutnya lebaran nggak boleh silaturahmi, lak yo amsyong. So…mari perangi COVID19 dengan mendukung pemerintah untuk tetap tinggal dirumah. Gazzzzz (iwb)