Meninggal ditabrak Motor…..Selamat Jalan bapak…….
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Pedih…..shock dan serasa tidak percaya, itulah yang IWB rasakan. Tanpa ada firasat apapun….bapak IWB yang segar bugar dengan kondisi yang prima tiba-tiba dipanggil Allah SWT. Dunia serasa runtuh…dengkul lemes, IWB tetap sulit untuk mempercayai karena 10 hari yang lalu IWB ketemu beliau dan kesehatannya sempurna. Ternyata beliau meninggalkan kita semuanya gara-gara ditabrak motor dari belakang….😭 selamat Jalan bapak…..
Hari Sabtu sekitar jam 9 pagi, tepatnya tanggal 22 Februari 2025. IWB sedang nyetir mobil ditol Andara Jakarta. Tiba-tiba muncul pop up WA Family group, kakak info bapak (kami manggilnya Papi) kecelakaan disekitar daerah Jethak’an Tulungagung pulang dari Nge-Gym. Yup..betul cak, bapak memang rutin nge-gym walau usia beliau sudah menuju 73 tahun. Makanya badan fit dan bugar…apalagi bapak dari muda nggak pernah merokok. Beliau memang sangat fokus dengan kesehatan. Bayangin cak…dengan usia segitu setiap kita cek ke dokter (General Check up)….kolestorel, Asam urat, gula dan tensi selalu normal. Kita aja yang muda kalah cak…bener-bener bugar. Tapi semuanya tidak menjamin karena umur adalah urusan Illahi….
Ibu negara tiba-tiba meminta IWB minggir….sebuah permintaan yang membuat IWB nggak karu-karuan. ” Mz Iwan minggir dulu..pelan-pelan ya….mz Iwan yang sabar” seru Ibu negara berkaca-kaca menahan tangis. IWB sudah feeling…dan benar saja ketika melirik WA…..ada tulisan Innalillahi Wainnaillaihi Rojiun, bapak ternyata meninggal dilokasi. Ya Allahhhh…..kenapa bisa seperti ini ???😭 kenapa bapak tidak mau mendengarkan kita untuk naik mobil ? Dengan usia beliau yang cukup sepuh, kenapa masih saja naik motor kemana-mana di saat kita telah sediakan mobil untuk mobilitas ?? Pikiran berkecamuk dan pada titiknya IWB jadi menyesal dengan 1 hal…..kenapa semua permintaan bapak tidak IWB dengarkan ?? Kenapa setiap bapak meminta IWB sering pulang tidak IWB turutin ??
Benar cak…. Beberapa bulan terakhir memang ada keanehan yang tidak pernah dilakukan oleh bapak. Contohnya di bulan Juni 2024…IWB sudah mudik jenguk orang tua ke kampung halaman (di Tulungagung)… Namun ketika di bulan Oktober kita mudik kembali, bapak malah nyeletuk….” Kok bapake suwe ora diendangi (kok bapak lama tidak dijenguk)…” ujarnya. Sebuah komentar yang cukup aneh karena baru empat bulan yang lalu kami pulang. Ketika IWB bilang demikian bapak malah berujar….” 3-4 bulan kuwi seperempat tahun lho….lama..” tukasnya sambil senyum. Mungkin perkataannya terkesan biasa. Namun justru komen bapak ini membuat IWB mengerutkan dahi. Kenapa ?
Karena seumur hidup bapak bukanlah orang yang cengeng, atau bukan sosok yang minta dikunjungi oleh anaknya bahkan walau dua tahun sekalipun. Enggak heran IWB sempat ngobrol santai dengan ibu negara membahas mengenai komentar bapak ini dan jawaban ibu negara…” Mungkin sudah makin sepuh mas…jadi minta perhatian lebih..” tukasnya dan ini masuk akal. Itu di bulan Oktober 2024. Dan terakhir 17 hari yang lalu (11 Februari 2025), ketika kita kembali mudik dan akan balik ke Jakarta bapak kembali terucap….” Wis balik besok aja, mendung tuh mau hujan…” ucap beliau membuat kita kembali heran…Kok bapak pengen banget IWB lebih lama di kampung….tumben banget…??
Tapi bener cak…ditanggal 11 Februari 2025 tersebut IWB terasa berat bangetttt mau balik ke Jakarta. Sayangnya IWB punya project kerjasama dengan IIMS 2025 yang digelar pada 13 Februari 2025. Tanda tangan kontrak dan ini membuat IWB tidak mampu berbuat apa pun kecuali menjalankan kesepakatan kontrak. Dan ternyata itu adalah terakhir kalinya IWB melihat bapak untuk selamanya. Ya….ternyata umur beliau tinggal beberapa hari lagi saat meminta IWB lebih lama dirumah. Beliau ditabrak motor dari belakang saat akan pulang dari Ngegym karena menghindari bis bernisial B yang infonya nyalip kendaraan lain secara brutal. Bapak yang nyebrang dari arah kanan (mau kekiri) berusaha menghindari bus tersebut (fokus bapak jadi ke kanan arah bus datang) ngegas Vario-nya kekiri namun beliau tidak sadar ada kendaraan dari arah belakang kencang. Dan…duarrrr, bapak dihajar pada kecepatan tinggi sampai bapak terlempar ke ke kiri…..😭😭…
Informasi dari sang penabrak yang langsung menolong bapak….posisi beliau tengkurap, helm masih nempel…janggut dan mukanya sebagian berdarah, tangannya lecet-lecet celananya jebol. Kalau dari cederanya nggak parah. Namun saat badan dibalik bapak hanya nafas teratur selama 3 kali dan setelah itu tidak ada. ” Bapak nggak ada kesakitan pak….kayak tidur dan kita pikir hanya pingsan” seru sang penabrak. Masyaallah….bapak meninggalnya dipermudah cak…dan ini sesuai dengan permintaan beliau selama beberapa tahun ke belakang yang mengatakan jika memang sudah waktunya..” Kontrak dengan Gusti Allah selesai”….beliau tidak ingin merepotkan anak….
Yang membuat kami tenang saat diperiksa oleh dokter, dari hasil visum ternyata bapak tidak ditemukan cedera dalam… Baik tulang kepala, serta area vital semua baik-baik saja. Bahkan dokter sempat bertanya kepada kami apakah bapak ada hipertensi ?? Karena dari diagnosis dokter diduga bapak meninggal karena gagal nafas. Sebuah diagnosis yang membuat kita heran sebab bapak tidak ada riwayat jantung ataupun hipertensi. Jadi memang semuanya dipermudah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak diberi rasa sakit dan semuanya berlangsung sangat instan. Iya cita-cita bapak ternyata dikabulkan cak… Beliau ingin meninggal tanpa merepotkan anak lewat sakit. Beliau berdoa agar semuanya dipermudah tanpa diberi sakit. 😭…. Dan ternyata dikabulkan oleh Allah SWT….Masyaallah…

Last… Kami percaya insya Allah bapak meninggal pada kondisi Husnul Khotimah. Apalagi dalam Islam meninggal karena tertabrak saat kecelakaan dan terbanting keras masuk dalam kategori mati Syahid..amin YRA. Tapi ini tidak mudah bagi IWB dan jujur membuat IWB drop, tidak mood sama sekali ngonten ataupun nulis artikel. Ya…kami yang ditinggalkan sangat berat cak, karena perginya sangat mendadak dan papi adalah sosok bapak yang luar biasa. Dari beliaulah kita belajar bagaimana berjuang dalam hidup…tidak pernah patah semangat walau pada kondisi sulit sekalipun dan banyak berbuat baik. Jangan pernah sombong pada saat kita di atas karena semuanya hanya titipan. Jangan pernah jahat pada orang lain walaupun orang tersebut jahati kita. Karena hidup itu adalah cermin. Itulah nilai-nilai hidup yang ditanamkan pada kita semuanya sebagai anaknya. Selamat tinggal papi….suara bijakmu, nasehatmu dan penyemangatmu akan selalu Iwan rindukan selamanya. Innallihi Wainnailihi Rojiun….(iwb)
























