Fabio Quartararo: Yamaha Kekurangan Tenaga, Saya 12 Km/jam Lebih Lambat dari Marquez !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, kembali menunjukkan peningkatan performa di MotoGP Brasil dengan finis di posisi keenam pada sprint race di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Sabtu (21/3/2026). Namun di balik hasil positif tersebut, pembalap asal Prancis itu kembali menyuarakan keluhan klasik tentang motor Yamaha yang masih kekurangan tenaga.
Hasil Terbaik Musim Ini
Quartararo mengakui bahwa dirinya memanfaatkan peluang dengan baik pada sesi kualifikasi pagi hari, di mana banyak pembalap lain mengalami kecelakaan. Ia pun berhasil menempatkan diri di posisi start yang cukup baik dan mengkonversinya menjadi finis keenam di sprint race.
“Saya puas dengan hari Sabtu ini,” ujar Quartararo. “Saya pikir kami memanfaatkan peluang pagi ini, karena banyak pembalap yang mengalami masalah dengan kecelakaan sementara kami berhasil mencatatkan lap yang baik. Bahkan hari ini, terutama di awal balapan, saya merasa baik. Kami tahu kami belum memiliki potensi untuk bertahan di depan, tapi setidaknya saya menikmati momen-momen ini.”
Masih Tertinggal Jauh di Kecepatan Puncak
Ketika ditanya apakah masalah kecepatan yang dialaminya disebabkan oleh masalah di bagian belakang motor, Quartararo dengan tegas menyebutkan bahwa akar masalahnya adalah kekurangan tenaga mesin.
“Ya, tapi terutama karena kurangnya tenaga motor. Di kualifikasi, kami sekitar 12 km/jam lebih lambat dari Marquez, dan itu sangat jauh dalam satu kilometer. Saya rasa 80% masalahnya adalah tenaga mesin.”
Selisih kecepatan puncak sebesar 12 km/jam menjadi angka yang sangat signifikan di MotoGP, terutama di sirkuit yang memiliki lintasan lurus panjang seperti Goiania.
Realistis dengan Target
Meski finis keenam merupakan hasil terbaiknya musim ini, Quartararo tidak serta merta optimis berlebihan. Ia menegaskan bahwa motor Yamaha yang digunakannya saat ini pada dasarnya sama dengan yang ia gunakan di Thailand, hanya saja ia merasa lebih cocok dengan karakter sirkuit Goiania.
“Memang benar saya merasa lebih baik di sini daripada di Buriram, tapi motornya sama, jadi tidak mungkin berbeda jauh. Ketika ada peningkatan kecil, Anda merasakannya, tapi fondasinya tetap sama. Saya berharap bisa mendorong sedikit lebih keras, tapi sementara ini, kami akan mengambil apa yang bisa kami dapatkan.”
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memberikan performa terbaik di setiap kesempatan.
“Saya selalu berusaha memberikan segalanya, karena target tahun ini adalah memberikan 100% di setiap situasi. Jika itu berarti finis keenam, seperti hari ini, itu tidak masalah, sementara di Thailand saya finis ke-14, jadi ini sudah merupakan langkah maju.”
Prediksi Cuaca dan Sirkuit Brasil
Ditanya apakah hujan yang diprediksi akan turun pada balapan utama dapat membantunya meraih hasil lebih baik, Quartararo menjawab dengan nada realistis.
“Tidak, sejujurnya tidak. Meningkat dari posisi keenam hari ini akan sulit. Lagipula, prakiraan cuaca belum terlalu akurat: ketika seharusnya hujan, malah cerah, dan sebaliknya. Jadi kita lihat saja nanti. Akan sulit, karena ada lintasan lurus yang panjang dan akselerasi besar, ditambah Anda membutuhkan banyak grip. Hari ini adalah hari terbaik tahun ini; mari kita lihat apa yang terjadi besok.” tutupnya…(iwb)