Home / Yamaha / Efek performa Aerox 155 di “gampar” Vario 160, Yamaha tidak akan tinggal diam ??
Yamaha February 27, 2022

Efek performa Aerox 155 di “gampar” Vario 160, Yamaha tidak akan tinggal diam ??

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 7 menit
Efek performa Aerox 155 di “gampar” Vario 160, Yamaha tidak akan tinggal diam ??

Iwanbanaran.com – Cakkk…jiann seru dan panas cak artikel kemarin yang memuat kalahnya Aerox 155 terhadap Vario 160 yang ditinggal sekebon. Banyak reaksi yang ditunjukkan atas artikel tersebut namun rata-rata sampeyan semua memang sangat terkejut. Sebab sosok skutik yang diagung-agungkan soal performanya hingga menggunakan slogan ” The Best Power to weigt ratio ” matic dikelasnya tersebut kini tumbang melawan skutik yang dicap sebagai matic bapak-bapak ataupun emak-emak (Fansboy kuwi cak sing ngomong wkkwkwk). So…dengan kekalahan mutlak tersebut, apakah Yamaha tidak akan tinggal diam ? simak analisa dan prediksi IWB berikut ini….

IWB ingat betul perjuangan Yamaha masa lalu yang sangat luar biasa. Sebagai pabrikan yang baru berkecimpung memasarkan motor mass production small diplacement 4 Tak dari sebelumnya fokus ke 2 Tak jelas bukan perkara mudah. Pasar masih Resistensi dan sulit menerima. Apalagi Honda sebagai pabrikan raksasa dari pertama sudah terkenal sebagai produsen yang berpengalaman di mesin 4Tak. Maklum cak…. Ketika semua pabrikan Jepang khususnya Suzuki dan Yamaha fokus pada mesin 2 tak, Honda sejak pertama selalu memproduksi mesin 4 Tak. Khusus Indonesia, Honda datang ke tanah air sekitar tahun 1971 lewat motorsport Honda S90. Iki mesin 4 Tak dan konsisten hingga sekarang selalu mesin 4Tak…

Sementara Yamaha sebagai pesaing utama di Era sekarang baru bermain mesin 4Tak ditanah air sekitar 1997 lewat Crypton. Motor 4 Tak awal pengembangan Yamaha untuk pasar Indonesia ini tidak bertahan lama karena di tahun 1998 mereka terpaksa harus menghentikan produksi karena kurang diterima pasar. Jadi karena kurang bersaing melawan bebek Honda, umur Crypton hanya dua tahun yakni 1997-1998. Seiring perjalanan waktu mereka juga tetap memasarkan bebek dua tak F1ZR hingga awal 2000an. Ogah menyerah, mereka kembali meracik bebek 4Tak dengan label Vega. Bebek ini lumayan bisa bergerak walaupun juga sangat sulit. Dirilis tahun 1999, momentum Yamaha dimata IWB adalah lahirnya Mio…

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Yup… Yamaha adalah pabrikan Revolusioner. Mereka seperti paham melawan raksasa otomotif roda 2 disegmen panas akan sangat melelahkan. Terbukti bebek 4 tak mereka tidak mampu berbuat banyak melawan Honda. So…mereka kemudian fokus disegmen berbeda yang tidak dirilik oleh Honda. Opo kuwi ? segmen matic. Dan memang cak… Dimasa lalu segmen terbesar adalah bebek. Sementara Metik sama sekali tidak dilirik oleh Honda dan justru banyak dikelola pabrikan Taiwan. Dan ternyata keputusan tersebut tepat, Yamaha Mio booming. Motor ini laris manis dan banyak diburu. Sedang Honda ? merespon kelahiran Mio rada telat diawal. Puncaknya market share Yamaha tembus di angka 43%. Market ini juga ditopang gebrakan mereka yang meluncurkan Yamaha Vixion….

Motor sport yang membikin kita semua terbelalak karena di Era tersebut atau tepatnya 2007 teknologinya sudah melompat meninggalkan pabrikan lain. Sasis deltabox, engine 4 katup radiator…..membuat motorsport Honda yang saat itu diisi Megapro serta Tiger dengan sasis berlian serta mesin 2 katup tumbang. AHM baru sadar kisaran 2010 yang akhirnya Merombak total strategi pengembangan produk dan juga jajaran petinggi di tubuh Astra Honda motor. Seperti menabuhkan Genderang perang, Honda akhirnya meracik motor motor yang sukses dipasar hingga sekarang seperti Beat, Vario, CB series ataupun CBR series. Piyee dengan Yamaha ?

Tekanan honda membuat Mio tidak mampu bertahan dari tahtanya. Sadar kedigdayaan lawan, Yamaha lalu memberikan value lebih dengan harga mirip. Mio akhirnya diupgrade kubikasinya menjadi 125 cc. Strategi marketing diolah bahwa Mio lebih power full di kelasnya. Untuk melawan Beat 110, ternyata segmen ini tidak banyak berpengaruh. Performa di lapangan memang tidak memberikan perbedaan signifikan membuat pasar seperti bergeming. Dari sini pabrikan garputala seperti tersadar kembali bahwa sangat sulit untuk melawan Honda di segmen entry. Oleh karena itu jalan satu-satunya adalah membuka pasar baru yang tidak jadi perhatian Honda. Dan kesuksesan mereka baru terukir ketika meluncurkan generasi maxy Skutik NMax. Sekali lagi mereka memberikan value lebih untuk melawan Honda…

Yup…. Ketika AHM memasarkan PCX125 di angka 36 juta (import), Yamaha secara Jeli meracik NMax 155 dengan harga luar biasan murah kala itu (produksi lokal). Kubikasi lebih besar, konstruksi Engine lebih maju (155cc, VVA 4 katup)…. Dan harganya hanya 23,5 juta non ABS serta 27 juta untuk ABS. Boom !! Pasar geger cak…. Nmax laris manis dan menjadi buruan para kawula muda penyuka speed. Tenaga mesin yang meledak untuk ukuran skutik….rata dari low hingga high RPM membuat Maxy skuter terkenal raja speed dijalanan. Mesin matic Honda yang rata-rata hanya mengejar efisiensi….belum lagi cc lebih kecil serta konfigurasi mesin 2 katup selalu dianggap lemot dan bukan lawan mesin Yamaha. Awalnya Honda seperti tidak terlalu tertarik untuk meladeni karena dengan mesin yang mereka miliki saja secara market memang bukan lawan rival dekatnya. Tapi tren terus bergeser…

Seperti sadar Honda akhirnya mulai fokus untuk membenahi mesin matic mereka. Spesifikasi yang sebelumnya hanya memiliki Kubikasi 149,3cc dikelas 150cc…. dinaikkan kapasitas mesinnya menjadi 156,9cc. Ini artinya jika kapasitas mesin lama tertinggal 5,7cc dari Yamaha kini sudah lebih besar 1,9 cc dibandingkan dengan lawan. Di awal gebrakan tersebut sebenarnya Honda PCX160 sudah mulai menunjukkan tajinya. Performanya melejit signifikan dibandingkan dengan generasi 150 cc namun tidak cukup. Hingga puncaknya mereka meluncurkan Vario 160. Dengan basis mesin sama PCX160, hampir semua Biker menyatakan tidak menyangka motor yang identik sebagai motor harian segala umur ini mampu menjungkalkan Performa the best power to weight Ratio Aerox. Ini jelas tamparan cak…walau sebenarnya tidak mengejutkan. Kenapa ?

Karena kalau kita buka secara dalam pengembangan mesin VVA 4 Katup Yamaha ini memang cenderung stagnan tidak banyak perubahan dibandingkan sejak awal peluncuran di 2014. So selama ini mayoritas hanya penambahan fitur. Dan celakanya ketika Honda menyodorkan mesin dengan spesifikasi yang sama walaupun absen VVA/VTEC…. Mesin pabrikan sayap mengepak biasanya memang cenderung lebih powerfull. Iki dari pengamatan pribadi. Yamaha perlu menaikkan cc jika ingin menjungkalkan Performa rata-rata mesin Honda. Intip saja Mio series ataupun Fazzio yang memiliki kubikasi 125cc untuk melawan Beat ataupun Scoopy 110…atau R15, Vixion, Aerox serta Nmax yang memiliki kubikasi 155cc 4 katup + VVA untuk melawan mesin Honda 149,3cc 2 katup (kecuali sport sudah 4 katup). Dan dilalah sekalinya ditempel dengan konfigurasi mesin yang hampir mirip, hasilnya seperti kemarin….

Ya….Kini Vario sudah menjelma menjadi mesin yang powerfull dan mampu mengalahkan kedigdayaan performa Aerox 155. Yang menjadi pertanyaan…. Dengan kondisi ini apakah Yamaha bakal tinggal diam? Menurut IWB tidak. Karena logikanya Stempel Superior Performa jangan sampai dibiarkan luntur pelan-pelan. Sebab nilai jual produk mereka memang di situ cak. Target market motor Yamaha mayoritas adalah anak muda penyuka performa. Walau tidak semua tapi mayoritas demikian. Kan nggak lucu ketika Aerox wis keren ditunggangi bikers geber-geberan dijalanan sambil nunduk-nunduk…tiba-tiba disalip emak-emak nunggang Vario habis belanja kepasar…iso broken heart tenan cak?. Oleh karena itu sudah seharusnya Yamaha merespon dengan segera meracik mesin yang lebih powerfull agar nama besar Maxy Yamaha yang high performance tidak luntur gara-gara skutik “santai” Honda…

Last…. Motor Metik memang sudah mulai bergeser tidak lagi hanya sebagai Daily use bike, namun kini menjadi motor kebanggaan yang cenderung mengarah pada life style. Terbukti power selalu menjadi pembahasan di segmen yang notabene tidak pantas untuk diributkan. Namun apa boleh buat memang itu faktanya dan para pabrikan terus menggeser ke arah sana pula. Apapun itu kita harapkan di masa depan pabrikan garputala akan merespon dengan meracik mesin yang makin juozz gandozz. Jangan sampai rasa pride dan raja jalanan memiliki Maxy skutik Yamaha menguap. Karena jika itu terjadi dan Honda terlalu Superior maka kompetisi tidak imbang ini akan membuat persaingan Mandek sehingga pengembangan produk juga tidak bergerak secara cepat. Kuwi yang IWB kuatirkan. Lhaa sekarang wae wis 76% market share…opo ora serem jal. Nah kalau sampeyan sendiri piye cak, apa harapan calon next Aerox dimasa depan supaya sampeyan tidak goyah pada Honda ? monggo berikan opininya…gazzz (iwb)

Pict : Otomotif

Share this article
Post

Baca Juga

Artikel Yamaha Lainnya

Lihat Semua Yamaha
Yamaha new X-MAX 300 Tech MAX Gempur Malaysia…harganya ngiluu !!
Yamaha

Yamaha new X-MAX 300 Tech MAX Gempur Malaysia…harganya ngiluu !!

Iwanbanaran.com – Caaakkk…piye kabare sampeyan? Muga-muga tetep sehat walafiat lan terus juozzz gandozz!! Nah cak, ada kabar super hot dari negeri tetangga, Malaysia. Bertempat di ajang Karnival GenBlu Yamaha, Hong Leong Yamaha Motor (HLYM) secara resmi meluncurkan varian tertinggi matic bongsor mereka, yaitu Yamaha XMAX 300 Tech MAX! Skuter gambot berkapasitas 300cc ini dipasarkan dengan […]

August 16, 2026 0 Baca →
Hot !! Yamaha Mulai Buka Inden YZF-R2….power gede gilaaa !!
Yamaha

Hot !! Yamaha Mulai Buka Inden YZF-R2….power gede gilaaa !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…kejutan datang dari India yang dipastikan akan merilis New YZF-R2. Jadi kini bukan sekedar isu namun fix udah pasti. Yamaha India secara resmi mulai membuka keran pemesanan (pre-booking) untuk sepeda motor sport fairing terbaru dari klan R-Series. Konsumen yang berminat dapat melakukan pemesanan awal melalui situs resmi Yamaha India dengan biaya tanda jadi […]

August 15, 2026 0 Baca →
Ketika Yamaha Grand Filano bersolek…lhooo, jadi Cuakeppp poll !!
Yamaha

Ketika Yamaha Grand Filano bersolek…lhooo, jadi Cuakeppp poll !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Bicara soal kreativitas anak muda Indonesia, asli nggak ada obatnya. Kreativitas mereka memang selalu berhasil bikin mata terbelalak lewat karya-karya modifikasi yang memukau. Nah, salah satu ajang yang paling ditunggu-tunggu, yakni Classy Modifest, resmi purna usai menggelar partai puncaknya di Kota Istimewa, Yogyakarta, pada akhir Juni lalu! Ketika Yamaha Grand Filano bersolek…Classy Modifest […]

August 12, 2026 0 Baca →