Ducati : ” Kami Mengerti kemarahan Pecco “….
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….bos Ducati ternyata langsung merespon kemarahan Pecco. Bahkan Davide Tardozzi mengakui dan sangat memahami kenapa Pecco marah. Dilemparkan kemedia….berikut kata Tardozzi sebagai perwakilan Ducati…
Meskipun Marquez terus mendominasi, tahun 2025 terbukti menjadi ujian berat bagi Ducati. Pecco terpuruk bahkan di Red Bull Ring, sirkuit yang dikuasainya selama 3 musim. Kini seharusnya menjadi kebangkitan, sayangnya bagi Pecco justru menjadi kelanjutan dari tren sebelumnya. Setelah mundur dari Sprint Race, ia menyelesaikan GP di posisi kedelapan, alias dua belas detik di belakang Marc. Ini jelas ancurrr cakkk….
Sedang disisi lain….Marc yang Bakatnya tidak pernah diragukan merasa nyaman dengan motornya. Bos Ducati Lenovo Davide Tardozzi mengungkapkan semua perasaannya termasuk apa yang dirasakan Pecco…
“Secara keseluruhan, penampilan Marc sama sekali tidak mengejutkanku karena kedewasaannya, terlepas dari banyaknya kesalahan yang mungkin telah ia buat di masa lalu. Ia terbukti telah berkembang. Seperti yang aku katakan, bakatnya tak tertandingi. Jadi Marc pantas merayakannya. Sayang pikiran kami terfokus pada Pecco karena apa yang terjadi baru-baru ini tidak bisa diterima. Kami mengerti kemarahan Pecco. Kami harus menyelesaikan masalah yang kami hadapi, karena dia telah menunjukkan kepada kami beberapa kali bahwa dia masih cepat, seperti di Brno. Dan hari ini dengan lap yang super kencang, termasuk di hari Jumat yang luar biasa…
” Pertanyaannya adalah apa yang perlu kami berikan kepadanya agar dia bisa konsisten, kembali naik podium, dan memenangkan balapan, itu adalah PR kami dan kami yakin dia bisa melakukannya. Pernyataannya sepenuhnya dapat dimengerti, tetapi dengan kepala dingin, ia harus tahu bahwa tidak ada seorang pun di tim yang tidak peduli dengan situasinya. Dari Claudio Domenicali hingga ke bawah, kami semua ingin melihatnya berada di tiga besar….
“Pecco tidak akan menyerah, kami yakin. Ada rasa saling percaya, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mengembalikannya ke posisi kompetitif. Jelas dia perlu menempatkan kami pada posisi yang dapat membantunya. Bersama-sama, kita akan berhasil. Sisi psikologis itu penting. Menurutku, ia perlu kembali ke tekadnya seperti Jumat lalu, yang luar biasa, seperti yang diakuinya sendiri. Sisi teknis akan menjadi tugas kami, tetapi pada hari Jumat ia membuktikan bahwa motornya ada di sana dan ia memang kencang…” tutupnya…(iwb)
