Dirgahayu ke-69 negeriku!!!….
Jelajahi Topik
Enam puluh sembilan tahun lalu kesibukan terlihat dijalan Pegangsaan. Situasi yang sangat mendesak karena posisi RI yang masih diincar Belanda pasca kejatuhan Jepang (14 Agustus 1945) dari tangan Sekutu menuntut pemimpin negeri ini bertindak cepat. Tujuannya satu yakni supaya internasional tahu bahwa pemerintahan Republik Indonesia yang sah dan berdaulat masih berdiri kokoh. Niat untuk mengumumkan kemerdekaan begitu kuat. Dengan segala resikonya…didukung kaum muda (peristiwa Rengasdengklok) Soekarno dibantu Moh. Hatta dan Ahmad Soebarjo menyusun teks proklamasi di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Setelah disetujui…konsep naskah Proklamasi hasil tulisan Soekarno diketik oleh Sayuti Melik. Dan terhitung pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10 pagi…..Proklamasi kemerdekaan akhirnya dikumandangkan!!!….

Dikediaman Soekarno Jalan Pegangsaan Timur 56 Proklamasi disiarkan langsung oleh Soekarno lewat radio RRI…..terus direlay keseluruh dunia. Dimoment itulah….negara RI secara resmi menyatakan kemerdekaannya. Pekik teriakan kemerdekaan diiringi tangis haru mengiringi Proklamasi. Perjuangan negeri ini untuk lepas dari penjajahan selama lebih dari 3,5 abad berakhir ditanggal 17 Agustus 1945. Walau setelah itu Belanda masih berusaha bercokol ditanah air lewat agresi militernya….internasional telah mengakui bahwa Indonesia sudah berdaulat pasca Proklamasi dikumandangkan. Yup…itulah sekilas rangkuman masa perjuangan negeri ini…..
Kita adalah generasi yang jauh sangat beruntung dibanding pendahulu kita brosis. Kita lahir diera modern yang serba ada. IWB masih ingat cerita almarhum nenek…bagaimana sengsaranya masa perjuangan. Jangankan makan telur…..orang bisa makan nasi saja sudah sangat beruntung. Sebab makanan sehari-hari adalah “gaplek” (singkong dikeringkan). Dan ini bukan dongeng brosis…..kisah nyata yang dialami pendahulu kita. Hasil panen disita oleh penjajah. Masa yang paling pahit adalah penjajahan Jepang. Ditangan Jepang selama 3,5 tahun….sudah tidak terhitung berapa jumlah korban jiwa baik untuk Romusha, Jugun Ianfu ataupun perbuatan keji lain. Dijaman inilah penduduk pribumi tidak diperbolehkan makan nasi dan disita untuk para tentara mereka. Kekejamannya menurut nenek hampir sepuluh kali lipat dibanding Belanda. Kerusakan yang dihasilkan selama 3,5 tahun nyaris melebihi penjajahan 50 tahun lamanya. Ediann!!….

Untunglah kita tidak perlu melewati masa kelam tersebut. Seluruh dunia juga menyadari bahwa perang bukanlah solusi. Tidak ada yang menang dalam peperangan. Yang ada adalah penderitaan serta kesengsaraan. Sayang diusianya yang ke69 tahun….negeri ini masih susah bangkit. Kemerdekaan yang menjadi cita-cita utama para pejuang kemerdekaan belum sepenuhnya terealisasi. Korupsi, kolusi dan nepotisme makin subur. Harapan masa reformasi akan lebih baik masih jauh dari angan. Belum lagi kekayaan negeri yang dikeruk asing tanpa tedeng aling-aling. Ekonomi diintervensi dan dikontrol oleh mereka. Mirisnya….penguasa yang bertanggung jawab membawa nakhoda kapal seperti diam tanpa mampu berbuat banyak. Tidak salah jika kita kembali bertanya….betulkah kita telah sepenuhnya merdeka??. Monggo tanyakan pada sanubari masing-masing. Dirgahayu ke-69 negeriku!!!!…(iwb)










