Promo banner Iwanbanaran
Home / Motogp / Dalam sejarah Ducati, sasis teralis ternyata lebih sukses ketimbang karbon…
Motogp •

Dalam sejarah Ducati, sasis teralis ternyata lebih sukses ketimbang karbon…

Ducati bergabung dalam perhelatan Motogp pertama kali pada 2003.
Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 3 menit 0 komentar
Dalam sejarah Ducati, sasis teralis ternyata lebih sukses ketimbang karbon…
Dalam sejarah Ducati, sasis teralis ternyata lebih sukses ketimbang karbon… — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Sebagai tim Italia yang ingin mendobrak dominasi pabrikan Jepang, tim merah lumayan berhasil dengan mencuri beberapa kemenangan diera 990cc serta 800cc.
  • Ducati bergabung dalam perhelatan Motogp pertama kali pada 2003.
  • Sayang prestasi mereka makin memudar tatkala revolusi dilakukan pada sikuda besi…

Dalam sejarah Ducati, sasis teralis ternyata lebih sukses ketimbang karbon…Ducati bergabung dalam perhelatan Motogp pertama kali pada 2003. Sebagai tim Italia yang ingin mendobrak dominasi pabrikan Jepang, tim merah lumayan berhasil dengan mencuri beberapa kemenangan diera 990cc serta 800cc. Sayang prestasi mereka makin memudar tatkala revolusi dilakukan pada sikuda besi…

Diperkuat oleh Loris Capirossi dan Troy Bayliss, tahun 2003 mata dunia dibuat terhenyak atas suksesnya Ducati menerobos dominasi Honda RCV211v. Dengan mesin V4 sudut kemiringan 90%? Desmodromic valve, prototype Desmo meraih satu kali angka kemenangan, serta 9 kali podium. Sejak saat itu, tim papan atas pabrikan Jepang tidak berani memandang sebelah mata atas eksistensi tim merah. Sayang tahun 2004 tim Bologna meraih prestasi kurang memuaskan dengan hanya menempati 2 kali podium. Maka…tahun berikutnya (2005), mereka memutuskan pindah memakai ban Bridgestone meninggalkan Michelin. Hasilnya…performa kembali terdongkrak lewat 2 kali kemenangan plus 9 kali podium.Dalam sejarah Ducati, sasis teralis ternyata lebih sukses ketimbang karbon…

Yang paling luar biasa adalah GP7. Downgrade kubikasi dari 990 ke 800cc membuat mesin Desmo tak tertandingi ditahun 2007. Dikombinasikan riding style siAussie….pabrikan Jepang dibuat tak berkutik. Recordpun tak tanggung-tanggung yakni 11 kali kemenangan dan 18 kali podium plus juara dunia 2007 (kemenangan merupakan kombinasi dua rider). Namun prestasi tidak berlangsung lama sebab ditahun 2009, entah kenapa Ducati mengganti sasis motor yang sudah mereka pakai sejak pertama kali join diMotogp dengan teknologi karbon fiber. Berdasarkan pengembangan test yang dilakukan dibantu oleh masukan Stoner…Preziosi (bos Ducati) memantapkan pilihannya untuk menggunakan revolusi sasis tersebut. Hasilnya….

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Performa mengalami kemunduran. Tahun 2009, Stoner hanya mampu memberikan 4 kali kemenangan dengan total podium sebanyak 9 kali. Prestasi makin ancur ditahun terakhir bersama tim merah. Sebab musim 2010, GP10 hanya menorehkan 3 kali kemenangan dan 10 kali podium. Yang paling parah adalah GP11. Kuda besi prototype ini disinyalir sebagai gambaran kegagalan evolusi teknologi sasis karbon. Bahkan ditangan The Doctor, seorang pembalap yang sudah tidak diragukan skillnya dalam menjinakkan motor, dibuat menyerah tak berkutik. Mantan penunggang Aprilia, NSR, RCV serta Yamaha-M1 tersebut mengaku bahwa Desosedici susah dibelokkan. Parahnya…..penyetingan sana-sini tidak membawa kemajuan….Dalam sejarah Ducati, sasis teralis ternyata lebih sukses ketimbang karbon…

Untunglah, setelah nyaris 3 tahun mengadopasi sasis karbon, berkat masukan Rossi sepertinya Ducati mulai tersadar bahwa pengembangan telah salah arah. Dengan tegas The Doctor mengatakan bahwa harus ada perombakan total secepatnya. Urgensi mengambil tindakan guna tampil kompetitif. Dengan apa??…masih dirahasiakan mzbro. Bahkan jurnalis asingpun tidak mampu meraba sasis yang digunakan pada test Mugello beberapa hari lalu. Tertutup rapat…..confidential. Kira-kira apa keputusan Presiozi menyikapi tuntutan penyediaan motor yang kompetitif untuk sang legendaris Valentino Rossi??. Apakah merubah sasis dengan aluminium?? tetap karbon atau malah balik ke teralis??…biarlah waktu yang berbicara….(iwb)

Prestasi Ducati antara sasis teralis dan karbonDalam sejarah Ducati, sasis teralis ternyata lebih sukses ketimbang karbon… (Sumber GPone)

Bagikan artikel
WhatsApp X

Tentang Penulis

Iwanbanaran
Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Berita, review, dan analisis roda dua dari Iwanbanaran.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar…

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Pecco Kaget dengan Ducati di Qatar…lho, motor kok enak ?!
Motogp Trending

Pecco Kaget dengan Ducati di Qatar…lho, motor kok enak ?!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Pecco kaget bin bungah di Lusail Qatar. Setelah berbulan-bulan kelihatan loyo dan bikin Ducati garuk-garuk kepala, Pecco Bagnaia akhirnya senyum lagi di Qatar. Dan kalimatnya bikin merinding: “Rasanya seperti pembalap pabrikan lagi.” Yup….motor Pecco di Qatar kok jadi enak ?? Jumat di Lusail, Bagnaia finis P4 di sesi Practice. Angkanya sih nggak wah […]

November 7, 2026 • 0 Baca →
Aneh…Rantai Motor Marc Marquez Prothol, Diggia Bikin Rekor Lap Baru !!
Motogp Trending

Aneh…Rantai Motor Marc Marquez Prothol, Diggia Bikin Rekor Lap Baru !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Sesi Practice MotoGP Qatar kemarin malam jadi drama tersendiri. Di Giannantonio, pembalap VR46 Ducati yang tahun 2023 pernah menang di sini bareng Gresini, nggak main-main. Meski katanya motornya kena defisit power, dia tetap bisa nembus 1 menit 50,406 detik…rekor lap baru di Lusail. Gila, power kurang tapi tetap paling cepet. Namun yang mengejutkan […]

November 7, 2026 • 0 Baca →
Moto3 Practice : Veda Ega Melesat di Qatar…sektor terakhir ediannn !!
Motogp Trending

Moto3 Practice : Veda Ega Melesat di Qatar…sektor terakhir ediannn !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Sirkuit Internasional Lusail menjadi saksi bisu bagaimana pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan taringnya. Dalam sesi Free Practice 1 (FP1) Moto3 Grand Prix Qatar, Veda berhasil mencatatkan waktu yang sangat kompetitif. Ia menutup sesi latihan pertama dengan menempati posisi keenam, hanya terpaut 0,982 detik dari pembalap tercepat, Maximo Quiles. Yup…Veda Ega Melesat […]

November 6, 2026 • 0 Baca →