” Crash adalah DNA ku…” seru Marc Marquez
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkkk…Kita tahu Marc Marquez (Repsol Honda Team) yang pandai mengatur strategi di sepanjang akhir pekan race di setiap serinya, salah satunya ialah mencari ‘limit’ sejak Free Practice 1 hingga Qualifying.
- Nahhh The Baby Alien berujar bahwa ‘mencari limit adalah DNA-ku’.
- Ya…mencari limit identik dengan crash atau dlosor.
Iwanbanaran.com – Cakkkk…Kita tahu Marc Marquez (Repsol Honda Team) yang pandai mengatur strategi di sepanjang akhir pekan race di setiap serinya, salah satunya ialah mencari ‘limit’ sejak Free Practice 1 hingga Qualifying. Nahhh The Baby Alien berujar bahwa ‘mencari limit adalah DNA-ku’. Ya…mencari limit identik dengan crash atau dlosor. Wahhh menarik cakkk…..
Dalam artikel ini IWB akan sedikit membahas mengenai poin diatas mulai dari Marc Mencari limit, menemukan limit hingga melangkahi limit yang menurutnya semua ada dalam DNA-nya. Marc juga membeberkan bahwa ia telah lama belajar bagaimana meminimalisir crash tanpa mendapatkan cedera. Unikk cakkk karna hampir semua rider tidak bisa meniru akan apa yang telah dilakukan Juara dunia 8 kali tersebut.
Kita perlu melirik hasil race menakjubkan Marc Marquez untuk mengenali kelemahanya terhadap Honda RC213V, namun tidak dapat disangkal hal yang tidak terduga mengharuskannya untuk mempush, bahkan terkadang doi melebihi limitnya untuk mencapai kemenangan.
Jika menilik data musim lalu, Marquez berhasil merampungkan 18 race dari total 19 seri yang telah dilaluinya dan berhasil finish dua besar selama 18 seri tersebut. Disisi lain Marc berhasil mengurangi angka crash dibandingkan musim 2018, musim lalu doi menempati peringkat empat dengan jumlah crash terbanyak setelah Johann Zarco (Reale Avintia Racing Team), Jack Miller (Pramac Racing Team) dan Francesco Bagnaia (Pramac Racing Team).
Sebanyak 14 crash telah ia catatkan di sepanjang musim 2019, sekali ketika race tepatnya di salah satu sirkuit favoritnya yakni Austin, Amerika dan sisanya crash terjadi selama Free Practice hingga Qualifying. Hal tersebut nampaknya menjadi ‘senjata’ Marc untuk menemukan batasan maksimalnya disaat ia merasa tidak terlalu penting mempush ketika menjalankan race.
Namun bagi Marquez, strategi tersendiri untuk mengendarai motor sebaik mungkin dimana ia menyebutkan dua poin yakni ‘risiko dan hasil’.
“Keseimbangan antara resiko dan hasil adalah sesuatu yang sulit, Tanpa resiko maka tidak akan ada hasil. Kemudian jika kita menginginkan hasil yang lebih besar dibandingkan yang lain, maka kita harus mengambil risiko yang lebih besar, mencari limit adalah DNA-ku.” tutur Marc melalui situs DaZN..
Selain itu Marquez juga mengatakan terlalu sering crash memungkinkannya untuk ‘melatih’ dirinya sendiri guna menghindari cedera yang serius.
?Crash bukanlah hal yang baik, tetapi memiliki pengalaman dalam crash itu bisa membantuku. Ketika itu terjadi, aku mengencangkan tubuh dan pundakku kemudian aku mempersiapkan diri untuk crash, mencobanya dengan cara meluncur di atas gravel dengan menaikkan kakiku. Kita tidak bisa berlatih untuk crash, tetapi ketika kita sering crash maka ini sama dengan berlatih (meminialisir cedera).”
Tentu saja ini bukanlah salah satu strategi yang salah meskipun fakta menunjukkan bahwa Marc harus menjalani operasi bahu dalam dua tahun terakhir akibat keseringan crash baik selama akhir pekan race maupun crash, hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa ia tidak akan selalu beruntung dalam crash yang telah ia alami.
Crash terparahnya mungkin hanya terjadi satu kali ketika mengaspal di kelas MotoGP, yakni ketika menjalani Free Practice pada sirkuit Mugello, Italia tahun 2013 dimana kala itu doi kehilangan kendali di straight ‘Sandonato’ dalam kecepatan tinggi sekitar 280km / jam. Marc salah perhitungan dalam pengeremannya yang memaksa doi melompat dari motornya agar tidak menghantam dinding pembatas track.
?Dalam beberapa persepuluh detik, aku memutuskan untuk melompat dari motor, untungnya aku bisa melakukannya. Itu adalah satu-satunya moment terburuk dimana aku harus di tandu (menuju ambulan) dan itu juga satu-satunya crash yang paling kutakuti.” tutup Marc..(Cc for iwb)
