Bos Ducati Tardozzi Geram…Bela Marquez, Tuding pembalap Pengecut Soal Race Qatar
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk….Davide Tardozzi akhirnya buka suara.
- Manajer tim Ducati itu tidak main-main mengkritik para pebalap yang berani bersuara lantang di luar ruangan, tapi mendadak bisu saat berhadapan langsung dengan penyelenggara MotoGP.
- Baginya, sikap seperti itu bukan cuma mengecewakan… itu bentuk kepengecutan yang membuang waktu semua orang.
Iwanbanaran.com – Cakkk….Davide Tardozzi akhirnya buka suara. Manajer tim Ducati itu tidak main-main mengkritik para pebalap yang berani bersuara lantang di luar ruangan, tapi mendadak bisu saat berhadapan langsung dengan penyelenggara MotoGP. Baginya, sikap seperti itu bukan cuma mengecewakan… itu bentuk kepengecutan yang membuang waktu semua orang. Yup….Bos Ducati Tardozzi Geram…Tuding pembalap Pengecut Soal Race Qatar Kecuali Marquez !!
Isu panasnya soal Grand Prix Qatar. MotoGP dijadwalkan balapan di sana dalam dua minggu, meski konflik di kawasan Teluk masih berkecamuk sejak Februari. Saat akhir pekan GP Australia di Phillip Island, para pebalap menggelar pertemuan tertutup membahas rencana ke Qatar, lalu mengeluarkan tuntutan jaminan keamanan ke penyelenggara. Di luar forum, banyak yang lantang. Di dalam forum, entah kenapa, suara mereka menghilang. Itu yang dikeluhkan Bos Ducati cak…
Tardozzi tidak habis pikir. Menurutnya, banyak pebalap yang di luar menyampaikan opini jauh lebih keras daripada Marc Marquez, bahkan ada yang terang-terangan bilang tidak akan pergi ke Qatar. Tapi begitu duduk di depan penyelenggara, semua keberanian itu menguap.
“Banyak pebalap yang mengekspresikan opini di luar yang jauh, jauh lebih keras daripada Marc, lalu ketika tiba saatnya rapat di depan penyelenggara, mereka diam. Dan itu agak seperti itu, buang-buang waktu. Lalu kalian menyalahkan Marquez karena dia satu-satunya yang membawa suara semua pebalap lain, yang punya keberanian bersuara. Tapi saya ulangi, ada banyak orang lain yang mengatakan hal lebih buruk, tapi kemudian tidak punya keberanian mengulanginya di depan penyelenggara. Itu yang mengganggu saya…” seru Tardozzi geram…
Tardozzi menuding ada pebalap yang cuma berani “jago kandang” cak. Di belakang layar, di antara rekan-rekan sendiri, mereka berani bilang tidak mau balapan di Qatar. Tapi saat harus menyampaikan langsung ke penyelenggara, mereka memilih bungkam. Sikap dua muka seperti ini yang bikin Tardozzi naik darah…..
“Karena saya baca Marc disalahkan, seolah dia yang tidak mau ke Qatar. Bukan begitu. Marc hanya meminta, seperti banyak orang lain, rencana keselamatan organisasi, tidak lebih, tidak kurang. Dia tidak bilang ‘Saya tidak mau pergi. Dan saya ulangi untuk ketiga kalinya, ada yang bilang mereka tidak akan pergi, tapi di depan penyelenggara mereka tidak mengatakannya lagi.” seru Tardozzi…
Tardozzi justru menilai Marquez cerdas. Alih-alih menolak mentah-mentah, pebalap Ducati itu memilih jalur mediasi — meminta jaminan evakuasi, plan B, dan kepastian bahwa semuanya siap demi keselamatan para pebalap. Permintaan yang masuk akal, bukan sekadar drama.
“Dia cukup cerdas dengan mengatakan ‘Mari kita coba mediasi situasi, menghadirkan kondisi yang menjamin ada evakuasi, plan B, semua siap agar kita aman.’ Itu yang dia minta,” ujar Tardozzi.
Last…sepertinya Marc melunak soal Qatar namun harus ada jaminan keselamatan. Yang bikin kesal bos Ducati tsb….kini Marquez dituduh sebagai biang keladi yang menolak Qatar. Tardozzi justru membalikkan tuduhan…yang bermasalah bukan Marquez yang berani angkat bicara, tapi mereka yang berani bersuara di luar tapi ciut di depan penyelenggara. Buat Tardozzi, itu bukan sekadar soal Qatar itu soal integritas. HHmm…panas iki cak jebule…..(iwb)