Bocorrr…..Negosiasi Marquez vs Ducati alot karena Gaji, Moncrottt tenan !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Siapa yang nggak kenal Carlo Pernat? Manajer kawakan yang sudah makan asam garam di paddock MotoGP ini kembali melontarkan “bom” informasi. Di tengah keriuhan tes pramusim 2026, Pernat memberikan analisis tajam soal teka-teki kemana Marc Marquez bakal berlabuh setelah kontraknya di Ducati Lenovo berakhir. Dan yang bikin garuk-garuk alis cak, bocoran dilontarkan Pernat bahwa negosiasi Marc vs Ducati sedang alot karena masalah gaji. Walahhhhh..moncrott tenan !!
Seperti yang kita tahu cak, Marc sekarang sudah kembali ke mode “Alien”. Menang balapan, juara dunia lagi, dan bikin lawan ketar-ketir. Nah, menurut Pernat, Ducati sebenarnya sudah pegang kartu AS. Tapi ingat, di dunia balap profesional, cinta saja nggak cukup… butuh “pelicin” alias kesepakatan ekonomi yang pas!
“Duitnya Cocok, Marc Stay”
Menurut Pernat, Marc Marquez kemungkinan besar akan memperpanjang kontrak dengan Ducati. Alasannya simpel: motor Desmosedici saat ini adalah The Winning Bike. Marc pengen menang, dan Ducati kasih dia alatnya. Namun, Pernat menekankan satu poin krusial: Kesepakatan Ekonomi.
“Marquez akan memperbarui kontrak dengan Ducati jika mereka mencapai kesepakatan ekonomi yang memuaskan,” cetus Pernat.
Lho, bukannya dulu Marc bilang nggak butuh duit dan cuma pengen motor kencang? Betul cak, dulu waktu di Gresini. Tapi sekarang, dengan status Juara Dunia (lagi), nilai tawar Marc melonjak ke langit. Ducati harus putar otak karena mereka punya kebijakan penghematan gaji, sementara Marc adalah magnet sponsor raksasa seperti Red Bull….
” Itu akan terjadi jika mereka mencapai kesepakatan finansial, karena dia telah mengorbankan begitu banyak uang dalam dua tahun terakhir untuk kembali dari neraka ke surga. Sekarang, seperti semua juara, dia ingin mendapatkan keuntungan, dan itulah yang sedang mereka negosiasikan. Menurut saya, ya, lebih ke finansial. Karena jika itu menjadi kesepakatan satu plus satu itu satu hal…jika hanya satu tahun, itu berbeda; jika itu dua tahun yang dijamin, itu hal lain. Ini selalu soal uang, selalu ingat itu…”
Perlu dicatat bahwa kesepakatan Márquez dapat membawa perubahan signifikan dalam sponsor, khususnya dengan potensi kedatangan Red Bull ke struktur Borgo Panigale mengingat peraturan baru untuk tahun 2027. Red Bull selalu dikaitkan erat dengan pembalap Spanyol itu, tetapi tahun ini ia harus melepaskannya karena sponsor Monster untuk tim Lenovo. Pernat melihat aliansi ini sangat memungkinkan, bergantung pada durasi kontrak saat ini dan loyalitas jangka panjang merek minuman energi tersebut kepada pembalap..
” Menurut pendapat saya, ya, karena dia sudah terlibat dalam motocross. Dan Márquez akan terus berlanjut, juga karena sponsor seperti Monster, yang menghasilkan banyak uang, tidak dapat mengabaikan pembalap yang menang. Mereka bisa saja berdiam diri dan menghujani dia dengan uang, atau Red Bull dapat mendekati Ducati mulai tahun 2027 dan seterusnya, juga karena kontrak dengan Monster berakhir pada tahun 2026. Tetapi Red Bull tidak akan pernah mengkhianatinya, karena dia berhutang banyak kepada mereka sepanjang kariernya …” serunya…
Ancaman Red Bull dan Masa Depan Sponsor
Pernat juga menyoroti peran Red Bull. Ada rumor kalau pabrikan lain (mungkin KTM atau kembalinya tim dengan sokongan dana tak terbatas) siap menggoda Marc. Mungkinkah Honda ? bisa saja jika performa tim sayap mengepak terus meroket. So..seandainya Ducati pelit atau nggak bisa mengakomodasi sponsor pribadi Marc, bisa saja Sang Alien “terbang” ke tempat lain.
Namun, Pernat yakin Marc tipe orang yang setia kalau sudah merasa nyaman. “Dia ingin menang, dia punya amarah di dalam diri, dan dia merasa lebih kuat dari siapapun saat ini,” tambah Pernat. Artinya, prioritas utama tetap motor, tapi angka di kontrak harus menunjukkan apresiasi yang layak buat seorang legenda hidup.
Bagnaia Jadi Nomor Satu?
Menariknya, Pernat juga menyinggung Pecco Bagnaia. Menurutnya, Pecco nggak mau lagi jadi nomor dua. Dengan adanya Marc di tim yang sama, tensi di garasi Ducati Lenovo bakal tetap tinggi. Makanya isunya sangat kuat Pecco sudah tanda tangan gabung dengan Aprilia. Ini sih sudah pernah IWB bahas cak…
Last….bocoran Pernat ini masuk akal banget cak. Karena harus diakui Marc Marquez sudah membuktikan kualitasnya. Dia nggak perlu lagi membuktikan diri lewat motor satelit. Sekarang bola panas ada di tangan Ducati Corse. Mau tetap dominan dengan Marc? Ya harus berani bayar mahal. Kalau pelit? Siap-siap aja pabrikan lain yang punya “dompet tebal” bakal gercep nyolong Sang Alien. Kalau menurut sampeyan gimana cak? Marc mending bertahan di Ducati demi trofi, atau cari tantangan baru (dan duit baru) di pabrikan lain? Sampaikan opininya di kolom komentar! (iwb)