Bagi pabrikan lain, ternyata Honda cukup mengerikan soal kompetisi ! mosokkkk
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Eittttttt…eitttt, jangan keluar tanduk dulu ki cak khususnya FBY.
- Tapi monggo dibaca dengan santai dan taruh spirit “samplok sandal swallow”.
- Sebab tulisan ini tidak berdasarkan ngarang pakde.
Iwanbanaran.com – Eittttttt…eitttt, jangan keluar tanduk dulu ki cak khususnya FBY. Tapi monggo dibaca dengan santai dan taruh spirit “samplok sandal swallow”. Sebab tulisan ini tidak berdasarkan ngarang pakde. Melainkan pengalaman IWB secara langsung…setelah beriteraksi dengan para penggede pabrikan berbagai merk. Dan bisa IWB simpulkan, Bagi pabrikan lain ternyata Honda cukup mengerikan soal kompetisi. Ahhh mosokkkk ??
Harus kita akui Yamaha saat ini menjadi lawan terdekat Honda soal penjualan ataupun inovasi produk. Mereka selalu kreatif serta memiliki keberanian melakukan terobosan yang pada akhirnya menjadi acuan beberapa pabrikan untuk ikut terjun dalam segmen yang telah dibentuk. Akan tetapi dalam perjalanannya tidak mudah dalam mempertahankan Market Share yang telah diraih….
Seperti yang kita tahu walau kini melorot diangka 24-25%, Yamaha sempat merasakan masa keemasan dan mampu menjadi leader market share di atas 40% beberapa tahun lalu. Sebuah kondisi yang ternyata konon tidak pernah mereka duga dan Sepertinya bakal sulit untuk diulang kembali. Hal ini diakui oleh salah satu kenalan IWB di tubuh Yamaha yang mengatakan bahwa kemenangan tersebut hanyalah kebetulan belaka….
” Kita sih nggak ada apa-apanya Mas, kita juga tidak pernah menyangka Market Share dulu bisa di atas Honda sebab secara resources kita jauh lebih kecil dibandingkan dengan mereka. Kita melihat saat itu mereka lengah Jadi dengan kondisi sekarang sepertinya cukup sulit untuk mengulangi lagi Market Share 40 %. Sekarang kita hanya pengganggu saja dan tidak ada niat untuk mengalahkan. ..” serunya terkekeh pada saat kita ngobrol santai membicarakan tentang trend market roda dua di tanah air…
Menurut mereka kelebihan Honda adalah sumber daya yang sangat besar. Bahkan secara blak-blakan mereka mengatakan budget yang dimiliki oleh Honda sebagai kompetitor juga di atas mereka berlipat-lipat. Ditopang oleh jaringan yang luas, untuk melawan raksasa tentu saja akan menghabiskan energi. Jadi jangan heran jika Yamaha seringkali membuka segmen baru ketimbang berkutat dengan segmen yang sudah dikuasai kuat oleh Honda. Hhmm…logis juga yak. Terus piye dengan pabrikan lain ?
Sama cak. Ternyata kondisi tersebut juga dirasakan mereka. Pabrikan lain yang jauh lebih kecil juga kuatir jika Honda sudah mulai melirik segmen yang gemuk dan belum mereka masukin. Padahal mereka yang membabat alas sejak awal. Sebab menurutnya jika itu terjadi maka biasanya bakal merepotkan. Apalagi menurut kenalan IWB, kebiasaan Honda adalah “See and follow”. Jadi Honda mengamati kemudian jika potensinya menggiurkan serta menjanjikan Honda akan datang dengan produk tandingan yang jauh lebih Advance serta affordable price. Kuwi sing repot pakdeee…
” Honda mampu menekan harga akibat mass Production yang cukup besar. Kondisi tersebut membuat bergaining position juga sangat kuat dengan para vendor. Produksi besar pasti vendor juga memberikan harga khusus....” serunya membuat IWB mengerutkan dahi. Belum lagi komponen yang nempel pada motor sebagian merupakan produk sister Company dari Astra group yang disinyalir membuat perbedaan. Ibarate cak…..tonggo karo dulur pasti beda harganya. Ilustrasinya nggak mungkin sebagai penjual sampeyan akan memberikan harga yang sama antara saudara dan tetangga. Posisi ini semakin berat karena FIF menjadi leasing besar yang juga mendukung gerak Honda. Makin mumet bathuke cak….
Last…. dengan segala fakta diatas bisa IWB simpulkan, bagi pabrikan lain ternyata Honda cukup mengerikan soal kompetisi. Sebab jika melawan Honda yang dibicarakan tidak melulu hanya soal produk. Akan tetapi power dan kekuatan jaringan, sumber daya serta seluruh penyokong di belakangnya membuat gerak Honda jauh lebih lincah. Tidak ada yang salah sebab kompetisi tetap berlangsung sehat dan bebas karena semua ditentukan oleh pasar. Tapi ototnya cak. Ibaratnya Honda punya 10 otot, Yamaha 5 otot sedang Kawasaki dan Suzuki 1 otot…yo dlosor-dlosor rek kalau gebuk-gebukan head to head. Pasti 10 otot kroso tenan samplukane. Untungnya yang 5 otot ki gerakannya lincah jad kompetisi tetap seru. Nah…kalau menurut sampeyan piye pakde, apakah betul Honda terlalu kuat dan sulit untuk digeser dominasinya ? Ora setuju ngacung hayoooo? (iwb)
Tentang Penulis
Diskusi
Komentar
Memuat komentar…