Aprilia bekerja keras Pulihkan Cedera Jorge Martin…ini yang dilakukan
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Jorge Martin baru saja mengalami patah tulang radius kanan akibat kecelakaan mengerikan di Sprint Race MotoGP Australia, Sabtu (24/10).
- Cakkk….Inilah yang namanya nekat demi gelar juara dunia.
- Tapi bukannya menyerah, pebalap Aprilia itu justru menyusun rencana pemulihan super ketat demi bisa tampil di MotoGP Malaysia di Sepang akhir pekan ini.
Iwanbanaran.com – Cakkk….Inilah yang namanya nekat demi gelar juara dunia. Jorge Martin baru saja mengalami patah tulang radius kanan akibat kecelakaan mengerikan di Sprint Race MotoGP Australia, Sabtu (24/10). Tapi bukannya menyerah, pebalap Aprilia itu justru menyusun rencana pemulihan super ketat demi bisa tampil di MotoGP Malaysia di Sepang akhir pekan ini. Gila? Mungkin. Tapi begitulah Martin. Dan kini Aprilia bekerja keras Pulihkan Cedera Jorge Martin…ini yang dilakukan !!
Kecelakaan itu terjadi saat Martin sedang bertarung sengit dengan Marc Marquez di Phillip Island. Ia kehilangan front-end di Tikungan 8 dan terguling di area gravel dengan kecepatan tinggi. Hasil rontgen awal di sirkuit menunjukkan patah tulang radius, dan ada dugaan patah tulang ulna juga. Tapi kabar baiknya datang kemudian: CT scan di Melbourne memastikan tulang ulna tidak patah, dan fraktur radius-nya non-displaced alias tidak bergeser. Artinya, Martin tidak perlu operasi, dan pintu untuk tampil di Sepang pun terbuka .
Rencana Pemulihan 4 Hari yang Super Ketat
Dengan waktu hanya empat hari sebelum sesi latihan bebas pertama di Sepang, Jumat (30/10), Martin langsung terbang ke Kuala Lumpur dan menjalani protokol pemulihan yang dirancang oleh fisioterapisnya, Aitor Tomas. Rencananya dibagi dua fase.
“Fase pertama fokus pada pengurangan pembengkakan dan semua yang berkaitan dengan cedera tulang. Kami akan memulihkan mobilitas, kekuatan, dan fungsionalitas lewat cryotherapy (es) dan terapi manual,” jelas Tomas kepada Motorsport.com .
“Pada saat yang sama, kami akan merangsang regenerasi tulang semaksimal mungkin lewat sistem magnetotherapy,” tambahnya.
Kalau nanti Martin benar-benar diizinkan naik motor, protokolnya berubah total. Fokus berpindah ke pergelangan tangan: meminimalkan pembengkakan dan manajemen nyeri. Suntikan pereda nyeri? Belum diputuskan, tergantung kondisi Martin setelah turun dari Aprilia RS-GP. Yang pasti, Alpinestars akan memodifikasi sarung tangan kanannya agar tidak menekan area cedera .
Aprilia Optimis, tapi Tetap Hati-hati
Manajer Tim Aprilia, Paolo Bonora, mengaku lega dengan perkembangan kondisi Martin. Menurutnya, operasi kemungkinan besar tidak diperlukan.
“Saat ini tampaknya operasi tidak diperlukan. Jadi itu kabar positif. Kita hanya perlu menunggu untuk melihat bagaimana situasinya berkembang,” ujar Bonora .
“Kami akan mengupayakannya. Tentu saja. Dan dia sendiri adalah orang pertama yang berjuang demi tujuan ini,” tegasnya.
Meski begitu, Bonora menegaskan tim tidak akan mengabaikan pertimbangan medis. Keputusan akhir tetap ada di tangan tim dokter MotoGP yang dipimpin Dr. Angel Charte. Martin dijadwalkan menjalani evaluasi pada Kamis (29/10) siang waktu setempat. Kalau lolos, ia masih harus melewati pemeriksaan lanjutan setelah FP1 sebelum diizinkan melanjutkan akhir pekan .
Kenapa Sepang Begitu Penting?
Situasinya sederhana: Martin sedang mengejar gelar juara dunia pertamanya di kelas premier, dan Marquez kini unggul 10 poin setelah Sprint di Phillip Island. Balapan utama Australia sendiri dibatalkan karena cuaca buruk, jadi Marquez tidak bisa menambah keunggulan. Dengan empat seri tersisa, Martin tidak punya waktu untuk bersantai. Setiap poin berarti.
Tapi tantangannya bukan main-main. Sirkuit Sepang terkenal menuntut fisik, dan pergelangan tangan kanan adalah area krusial di MotoGP: mengontrol gas, menggerakkan tangan ke tuas rem depan, dan menopang beban tubuh saat pengereman. Membalap dengan tulang yang baru saja patah, apalagi di lintasan sepanjang dan sepanas Sepang, jelas akan sangat menyakitkan .
Tapi begitulah Jorge Martin. Juara dunia 2024 itu sudah terlalu sering bangkit dari keterpurukan. Dan kali ini, dengan gelar juara di ujung tanduk, ia memilih untuk melawan. Entah berhasil atau tidak, Sabtu malam nanti kita akan tahu apakah keberaniannya terbayar atau justru memperburuk keadaan….(iwb)
Tentang Penulis
Publisher & Editor • sejak 2009
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!