Promo banner Iwanbanaran
Home / Motogp / Apa kata Giacomo Agostino tentang tragedy Simoncelli??…
Motogp •

Apa kata Giacomo Agostino tentang tragedy Simoncelli??…

Kematian Marco Simoncelli masih membuat semua kalangan tidak percaya.
Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 3 menit 0 komentar
Apa kata Giacomo Agostino tentang tragedy Simoncelli??…
Apa kata Giacomo Agostino tentang tragedy Simoncelli??… — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Kematian Marco Simoncelli masih membuat semua kalangan tidak percaya.
  • Mau dikantor, berita, internet…mayoritas sangat menyayangkan atas tewasnya pembalap Honda Gresini yang dinilai bakal menjadi calon pembalap gemilang masa depan.
  • Tapi itulah takdir….yang sudah digariskan oleh sang kuasa.

Apa kata Giacomo Agostino tentang tragedy Simoncelli??…Kematian Marco Simoncelli masih membuat semua kalangan tidak percaya. Mau dikantor, berita, internet…mayoritas sangat menyayangkan atas tewasnya pembalap Honda Gresini yang dinilai bakal menjadi calon pembalap gemilang masa depan. Tapi itulah takdir….yang sudah digariskan oleh sang kuasa. Yang menarik…pembalap legendaris Giacomo Agostini mengungkapkan analisa pribadi tentang tragedy yang menimpa Simoncelli….

Agostini percaya dengan merubah karakter ban diMotogp bisa menghindari model kecelakaan yang merengut nyawa sikribo. Kehilangan kendali…motor miring kekanan dengan rider masih nyantol diatasnya, memasuki racing line Edward, Rossi…dan kecelakaan hebat tidak bisa dihindarkan. Banyak yang berkomentar…seandainya tidak ada bantuan elektronik traksi kontrol, kemungkinan besar nasib naas tidak akan terjadi. Apa kata sang legendaris menanggapi opini tersebut??…

” Saya pikir eletronik tidak ada hubungannya dengan kejadian kemarin. Secara pribadi seperti pembalap lain saya tidak menyukai intervensi elektronik. Artinya saya lebih suka pembalaplah yang mengatur motor bukan sebaliknya. Menurutku…ban juga patut disalahkan. Tentu sebab ban adalah sisi terpenting dalam sebuah motor. Jaman sekarang, semua pembalap menginginkan dari awal hingga akhir ban tidak kehilangan performa. Konstruksi pembuatan karet bundar mau tidak mau harus mengakomodasi kemauan mereka : ban jadi lebih keras dan sukar dikendalikan. Kelemahannya…. jika ada masalah dengan grip, kamu akan jatuh sebab ban langsung kehilangan traksi tanpa ada peringatan…”Apa kata Giacomo Agostino tentang tragedy Simoncelli??…

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

” Mungkin…akan lebih aman untuk membuat ban yang berbeda, dimana mulai dari pertengahan race…performa menjadi turun. Dengan kondisi tersebut….seluruh pembalap akan dipaksa lebih hati-hati. Artinya….dari pertengahan balap hingga akhir, ban memberikan peringatan berkali-kali kepada rider…..memaksa kamu membalap layaknya drifting dan tentu kamu akan lebih awas karenanya. Tentang kejadian Marc…kita tidak perlu mencari kambing hitam. Kecelakaan seperti ini sering terjadi dalam dunia balap. Tingkat safety sekarang sudah memuaskan. Dibandingkan saya dulu…memakai helm seadanya dengan berat kurang dari 2 pon…..sirkuit tertutup dinding, pohon serta pagar pengaman kiri kanan. Dan itu membuatmu putus asa karena harus menyaksikan banyak kecelakaan yang membuat temanmu meninggal dunia….

Sekarang, saya bisa bilang langkah maju telah dibuat. Sirkuit sangat aman…terdapat gravel lebar (run off) yang akan mencegah tubuh rider menabrak obyek, segalanya begitu aman…dan helm memakai tipe full face berkualitas tinggi. Bahkan ada beberapa rider dilengkapi air bag yang dibuat Dainese guna melindungi bahu, kepala dan punggung belakang. Banyak pekerjaan yang telah dilakukan untuk memaksimalkan safety, tapi jika sebuah tabrakan melibatkan kuda besi berbobot 150 kilo menghantam dengan kecepatan 150km/jam….sayang, tidak ada proteksi apapun yang akan mampu menyelamatkannya..” tutup sang juara dunia 15 kali, Giacomo Agostini….

Yup…kematian Marco Simoncelli masih menjadi buah bibir. Kendati jasadnya telah dikuburkan, namanya tidak akan pernah dilupakan. Seperti pendahulunya yang juga tewas dalam dunia racing….Daijiro Kato, Shoya Tomizawa…..dan kini Marco Simoncelli adalah nama-nama yang bakal kekal diingat dalam sejarah Motogp. Ciao Marc……(iwb)

Bagikan artikel
WhatsApp X

Tentang Penulis

Iwanbanaran
Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Berita, review, dan analisis roda dua dari Iwanbanaran.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar…

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Marco Bezzecchi buka suara soal Clash Qatar…Akan kembali menyerang Marc ??
Motogp Trending

Marco Bezzecchi buka suara soal Clash Qatar…Akan kembali menyerang Marc ??

Iwanbanaran.com – Cakkk….Marco Bezzecchi akhirnya angkat bicara mengenai insiden benturan dengan Marc Marquez yang menghancurkan harapannya memenangi Sprint race MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail, Sabtu (7/11). Pembalap Aprilia yang start dari pole position dan sempat diunggulkan itu terjatuh setelah kontak dengan Marquez ketika ia mencoba memanfaatkan momen pemimpin balapan yang sedikit melebar di Tikungan […]

November 8, 2026 • 0 Baca →
Pecco Kaget dengan Ducati di Qatar…lho, motor kok enak ?!
Motogp Trending

Pecco Kaget dengan Ducati di Qatar…lho, motor kok enak ?!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Pecco kaget bin bungah di Lusail Qatar. Setelah berbulan-bulan kelihatan loyo dan bikin Ducati garuk-garuk kepala, Pecco Bagnaia akhirnya senyum lagi di Qatar. Dan kalimatnya bikin merinding: “Rasanya seperti pembalap pabrikan lagi.” Yup….motor Pecco di Qatar kok jadi enak ?? Jumat di Lusail, Bagnaia finis P4 di sesi Practice. Angkanya sih nggak wah […]

November 7, 2026 • 0 Baca →
Aneh…Rantai Motor Marc Marquez Prothol, Diggia Bikin Rekor Lap Baru !!
Motogp Trending

Aneh…Rantai Motor Marc Marquez Prothol, Diggia Bikin Rekor Lap Baru !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Sesi Practice MotoGP Qatar kemarin malam jadi drama tersendiri. Di Giannantonio, pembalap VR46 Ducati yang tahun 2023 pernah menang di sini bareng Gresini, nggak main-main. Meski katanya motornya kena defisit power, dia tetap bisa nembus 1 menit 50,406 detik…rekor lap baru di Lusail. Gila, power kurang tapi tetap paling cepet. Namun yang mengejutkan […]

November 7, 2026 • 0 Baca →