” Aku lelah…” keluh Pecco !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk….Pecco, sebuah nama Jaminan luar biasa dengan 2 kali juara dunia. Pecco yang dipuja dan dipuji sebelum kedatangan Marc Marquez. Dan kini Pecco berubah menjadi macan Ompong. Tidak ada kemenangan dalam beberapa balapan terakhir. Dan bahkan di Sprint Barcelona, Pecco hanya bisa finish ke 14 dengan banyak bantuan dari rider crash. Dan puncaknya terlontar kata-kata…” Aku lelah…” keluh Pecco !!
Pecco mengatakan saat ini dia berada titik lelah dengan segala yang terjadi. Mengutarakan pada media, pembalap Ducati tersebut mengakui bahwa masalah seperti kaset yang diulang-ulang. Itulah kenapa dia mengatakan kelelahan dengan kondisi yang terjadi…
“Hari yang sangat buruk. Aku berjuang keras seperti yang aku alami sepanjang musim, tapi aku sudah menduganya. Sejujurnya, aku berharap bisa bangkit setelah Balaton, tetapi justru langsung mengalami kesulitan sejak kemarin. Di beberapa trek aku berhasil meraih kemenangan, tetapi di bagian lain aku justru kehilangan banyak poin. Aku harus menerima kenyataan ini dan mencari cara untuk mengatasinya. Besok aku punya satu kesempatan untuk memperbaiki dan aku akan mencoba masuk 10 besar. Btw Pengaturan yang aku pilih adalah set up tahun lalu ketika aku menyelesaikan Sprint dalam waktu 1 menit 39 detik, tetapi kali ini aku tidak bisa mengulanginya bahkan dalam satu putaran sekalipun…
” Aku sekarang tidak ingin membandingkan dengan GP24. Aku harus menerima motor yang aku miliki sekarang. Toh Marquez sendiri tampil luar biasa dan hari ini, meskipun bukan yang tercepat, ia menang. Aku hanya bisa mengapresiasi apa yang ia lakukan. Secara pribadi, aku fokus pada masalah dan balapan, bukan pada hal-hal lain. Aku tidak akan pernah menyerah. Kami semua berusaha sebaik mungkin, tetapi jelas semua tidak berhasil. Misalnya, hari ini, aku hanya mampu menyalip Rins dan Espargaro. Padahal aku tahu bisa berbuat lebih banyak, namun aku sadar masih belum selaras dengan GP25…
” Motor selalu berisiko mengalami crash, dan di akhir balapan ban belakang sudah habis. Aneh rasanya kecepatanku satu setengah detik lebih lambat per lapnya. Di sini aku berisiko mengalami crash hingga tujuh kali, padahal musim lalu gejala ini tidak pernah terjadi. Sebenarnya aku bosan mengulang hal yang sama, masalahku seperti kaset rusak. Aku lelah….aku tidak bisa mengatakan apapun. Ketika aku hanya mengincar 10 besar, jelas ada yang tidak beres disana. Kami telah mencoba berbagai hal, namun, tidak banyak membantu. Sebagai tim, kami harus tetap bersatu dan berusaha menatap masa depan,” tutup Pecco….(iwb)