200 Ribu Kilometer, Tanpa Pernah Belah Mesin….Yamaha Jupiter MX 135 2005 Awet Parah
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkkk…selama ini IWB selalu ngepos motor baru, review new produk dan jarang mengulas tentang seperti apa ketika motor sudah berusia.
- Nahh pada artikel ini berbeda cak.
- Mendapatkan email dari cak Dwi…owner Jupiter MX 135 lansiran 2005, doi menceritakan bagaimana kondisi motornya yang ternyata masih original ting-ting.
Iwanbanaran.com – Cakkkk…selama ini IWB selalu ngepos motor baru, review new produk dan jarang mengulas tentang seperti apa ketika motor sudah berusia. Nahh pada artikel ini berbeda cak. Mendapatkan email dari cak Dwi…owner Jupiter MX 135 lansiran 2005, doi menceritakan bagaimana kondisi motornya yang ternyata masih original ting-ting. 200 Ribu Kilometer, Tanpa Pernah Belah Mesin….Yamaha Jupiter MX 135 Awet Parah !!
Sampeyan bayangin… 21 tahun itu bukan waktu yang sebentar. Dua dekade! Dari jaman motor bebek masih jadi raja jalanan, ganti rezim, hingga era matic merajalela seperti sekarang. Tapi satu unit Yamaha Jupiter MX 135 milik Kang Dwi ini, walah, tenan… kayak nggak punya niat buat rewel sama sekali. Menurut cak Dwi…Tepat pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, jarum odometer motor bebek super berpendingin cairan ini resmi menyentuh angka 200.000 kilometer! Dan yang bikin alis mata langsung terangkat tinggi-tinggi: mesinnya belum pernah sekalipun turun mesin alias overhaul. Masih perawan ting-ting, original pabrikan, garing, no ngebul, dan nggak ada rembesan oli sedikit pun! Edian tenan! Penasaran testimoni cak Dwi..? intip saja penuturannya dibawah ini….
Salam waras kang Iwan..
Perkenalkan saya Dwi kuswanto dari Cilacap Jateng pengin berbagi pengalaman menggunakan jupiter mx selama 20 th, 200 rb km tanpa turun mesin kang..
Pada bulan Desember tahun 2005, saya memutuskan untuk meminang satu unit Yamaha Jupiter MX 135. Pada waktu itu saya sangat antusias dengan jupiter MX, hal ini dikarenakan dari model dan teknologi mesin menurutku lompatannya luar biasa dibanding kompetitor sekelasnya. Hari ini, tepat 20 tahun, 8 bulan kemudian, tepatnya Jum’at 14 Agustus 2026 jarum odometer motor tersebut telah genap menempuh jarak 200.000 kilometer. Yang membuat pencapaian ini begitu istimewa bagi saya adalah kondisi mesinnya belum pernah sekalipun mengalami turun mesin (overhaul) alias masih original pabrikan, mesin masih garing, no ngebul, tidak ada kebocoran oli serta performa masih bagus.
Teknologi DiASil Cylinder dan Forged Piston yang diusung mesin 135cc berpendingin cairan ini benar-benar terbukti ketahanannya. Hanya dengan perawatan rutin sederhana—ganti oli berkala, pembersihan karburator, penggantian coolant, serta peremajaan komponen fast-moving seperti ban, rantai, dan kampas rem—motor ini tetap memberikan performa yang prima, kompresi padat, serta suara mesin yang tetap halus. Untuk oli mesin Setiap 3000km ganti oli dan 6000km ganti filter oli sesuai anjuran pabrikan.
Perlu diketahui 3 tahun terakhir saya pulang pergi kerja 90 km setiap hari dan rata rata berkendara dengan kecepatan 70-80 km/jam. Kemudian untuk servis motor mungkin saya termasuk rada gila kang, bayangkan selama 20 tahun saya baru bongkar bersihin karbu baru 4 kali..! BBM pun hanya pake pertalite, Jadi kalo belum brebet ya belum diservis hi.hi.hi..Stel klep pun baru sekali kang, itupun disetel di tahun 2009..! dan suara mesin masih sangat halus sampai sekarang..
Kemudian busi, baru ganti kemarin belum lama.. setelah 3 tahun yang lalu, alias sudah menempuh 60 ribuan km..dan jika dilihat dari warna elektoda busi menunjukan pembakaran yang ideal dan itu dibuktikan dengan konsumsi BBM yang masih irit 1:45an km. Untuk coolant 5 tahun awal saya pakai produk original, tapi 15 tahun terakhir saya pake produk coolant original Toyota, dan baru ganti coolant 3 kali selama 20 tahun.. Alhamdulillah belum ada penggantian komponen pada sistem pendinginan..
Kemudian untuk fast moving seperti…Filter udara, baru ganti satu kali, modelnya masih menggunakan elemen kertas kering sehingga sangat mudah dibersihkan saat servis..ban belakang 6 bulan sekali ganti, jatuhnya kurang lebih 10000km, untuk ban depan bisa sampai 9 bulan..Untuk kelistrikan masih original seperti CDI, kiprok, dinamo starter, paling hanya lampu-lampu, aki yang sudah diganti. Untuk speedometer kadang eror, mungkin karena faktor usia.. hanya odometer masih berfungsi dengan baik dan yang bikin takjub kabel speedometer masih original bawaan pabrik. Rantai 6 bulan sekali ganti, itupun hanya ganti rantai nya saja, begitu rantai mulur maximal langsung ganti rantai baru, 3 kali ganti rantai baru ganti gir set..lumayan ngirit kang..hi.hi..
Bagi saya, Jupiter MX 135 ini bukan lagi sekadar alat transportasi harian, melainkan saksi bisu perjalanan hidup dan bukti nyata komitmen Yamaha dalam menjaga standar kualitas produk terbaik untuk konsumennya. Terima kasih kang iwan yang sudi menerima E mail saya serta Yamaha telah menciptakan produk legendaris yang tidak hanya tangguh dan nyaman, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat selama dua dekade. Salam produktif, sehat dan waras kang.. Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…
Wahhh…suwun cakkk Dwi testimoninya luar biasa. Jadi kalau bisa IWB rekap…berikut beberapa poin yang diutarakan cak Dwi…
-
Jantung Pacu Abadi: Teknologi DiASil Cylinder dan Forged Piston terbukti bukan cuma sekadar gimmick brosur marketing cak. Ketahanannya benar-benar luar biasa
-
Oli Mesin: Ganti oli mesin tiap 3.000 km dan filter oli tiap 6.000 km.
-
Servis Karburator Nyeleneh: Nah, ini yang bikin gemesin. Selama 20 tahun, Kang Dwi baru 4 kali bongkar dan bersihin karburator! Alasannya simpel: “Selama belum brebet, ya belum diservis.” Minumnya pun cuma Pertalite. Setel klep? Baru sekali di tahun 2009! Tapi sampai sekarang suaranya masih alus kaya bayi tidur hhehehe…
-
Sektor Pendingin: 5 tahun awal pakai coolant original, 15 tahun berikutnya hijrah pakai coolant original Toyota. Selama dua dekade, baru 3 kali kuras dan ganti cairan pendingin tanpa ada ubahan sepeser pun di sistem radiator.
Perawatan Komponen Fast-Moving yang Rasional
Buat harian PP kerja sejauh 90 km dengan kecepatan rata-rata 70-80 km/jam, keawetan komponen motor sangat bagus :
-
Busi: Baru ganti kemarin setelah 3 tahun pemakaian (tembus 60.000 km!). Warna elektrodanya menunjukkan pembakaran sempurna, bikin konsumsi BBM tetep irit tembus 1:45 km.
-
Filter Udara: Cuma ganti sekali selama 20 tahun karena model kertas keringnya gampang dibersihkan.
-
Ban & Rantai: Ban belakang ganti tiap 6 bulan (sekitar 10.000 km), depan tiap 9 bulan. Rantainya cerdas banget cara ngiritnya—tiap mulur langsung ganti rantai baru, 3 kali ganti rantai baru baru ganti gir set. Dompet aman, hati tenang!
-
Kelistrikan: Masih orisinil joss gandos, mulai dari CDI, kiprok, sampai dinamo starter. Cuma ganti bohlam lampu sama aki aja. Kabel speedometer? Ini sakti, masih bawaan pabrik meskipun rumah jarumnya udah agak ngadat karena faktor usia.
Last….apa yang dibuktikan oleh Cak Dwi Kuswanto ini bukan sekadar cerita keawetan sebuah mesin motor cak. Ini adalah monumen hidup tentang bagaimana sebuah produk berkualitas tinggi dipadukan dengan owner yang punya “rasa sayang” tulus pada kendaraannya. Yamaha Jupiter MX 135 bukan lagi sekadar alat transportasi komuter buat cak Dwi, melainkan saksi bisu perjalanan hidup, partner kerja setia, dan bukti otentik komitmen pabrikan garpu tala dalam meracik motor legendaris yang tahan banting lintas generasi. Salute buat Cak Dwi! Semoga motornya terus sehat, panjang umur, dan lancar terus menemani rutinitas harian. Kalau sampeyan sendiri piye cak…punya testimoni tentang tunggangan sampeyan ? monggo berikan komennya… (iwb)






