Veda Ega Finish Top 10 pada Balapan yang Menantang di Valencia !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk….Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa tidak beruntung pada putaran terakhir FIM JuniorGP yang berlangsung di Valencia, Minggu (23/11/2025). Veda mencatat finis di 10 besar ketujuhnya secara beruntun setelah menyelesaikan balapan pertama. Namun, dia terjatuh dan tidak bisa melanjutkan balapan kedua setelah melakukan start yang luar biasa. Sementara itu, Ramadhipa juga tidak bisa menyelesaikan balapan European Talent Cup di Circuit Ricardo Tormo setelah terlibat kecelakaan dengan pebalap lain pada lap ketiga terakhir, ketika sedang bersaing memperebutkan posisi keempat. Meski begitu, secara umum kedua pebalap tersebut menyelesaikan musim kompetisi 2025 dengan hasil luar biasa, mencatat banyak kemajuan, dan mendapatkan banyak pengalaman yang akan membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi musim balap tahun depan….
Pada balapan pertama kelas JuniorGP, Veda start dari posisi ke-11 dengan kondisi trek sedang optimal, yang merupakan kondisi terbaik selama akhir pekan ini. Suhu lintasan 19ºC menyambut para pebalap pada Minggu pagi. Setelah start, Veda bisa memperbaiki posisi, meskipun sempat mengalami momen kecil di tikungan 10. Setelah lap pertama, grup terdepan mulai menjauh, sementara Veda berada di grup kedua yang terdiri dari empat pebalap. Balapan menyisakan sembilan lap ketika dia mencatat waktu putaran 1:38.201 dan memimpin grup, sekaligus memangkas jarak menjadi 2,5 detik dari grup terdepan. Dia menyelesaikan lap terakhir dalam 1:39.234, yang memastikannya menutup balapan di urutan ke-10, sekaligus mengamankan poin penting untuk memantapkan posisi di 10 besar klasemen akhir. Bagi pebalap muda Indonesia tersebut, ini merupakan kali ketujuh secara beruntun dia berhasil finis 10 besar, catatan yang belum diraih oleh pebalap Astra Honda lainnya di kelas JuniorGP.
Pada race kedua yang merupakan balapan terakhirnya di kelas JuniorGP, Veda memulai semuanya dengan bagus. Setelah start yang bagus, dia bisa naik beberapa posisi dan berada di urutan ke-9 pada akhir lap pertama. Sayangnya, balapan Veda harus berakhir lebih awal setelah mengalami highside di tikungan 1 pada lap kedua. Untungnya, dia tidak mengalami cedera. Ini merupakan kali kedua Veda tidak bisa menyelesaikan balapan pada musim ini, setelah yang pertama terjadi saat dia mengalami kecelakaan berat pada balapan JuniorGP perdananya di Estoril…
“Kami sedikit tidak beruntung hari ini. Pada race pertama, saya melakukan yang terbaik dan berusaha keras pada setiap lap. Namun, saya tidak bisa mendekati para pebalap tercepat. Saya tidak terlalu senang dengan penampilan saya. Pada race kedua, saya mengubah setup motor dan hasilnya lebih baik. Namun, pada lap kedua saya terlalu memaksakan saat memasuki tikungan 1 dan melakukan kesalahan saat keluar tikungan, yang membuat saya terjatuh. Saya sangat berterima kasih kepada Junior Talent Team karena sudah bersama-sama bekerja keras sepanjang tahun ini…
” Saya banyak belajar di dalam dan luar lintasan bersama mereka. Terima kasih terutama kepada semua mekanik, serta pelatih Dani Ribalta yang selalu memberi tahu saya mana cara terbaik untuk membalap, begitu juga dengan Fabri dan Cesar. Terkadang kita mendapatkan hasil yang kita inginkan, terkadang tidak, jadi saya harus belajar lebih lagi tentang setup motor dan perlu meningkatkan gaya balap saya. Akhirnya, terima kasih kepada Astra Honda atas semua yang sudah mereka lakukan untuk saya, atas kepercayaan mereka, dukungan, dan semua perjalanan yang sudah kami hadapi. Sampai berjumpa lagi di posisi teratas.” serunya
Di kelas ETC, Ramadhipa memulai balapan dari baris kedua grid, tepatnya di posisi keenam. Setelah lap pertama, dia kehilangan dua posisi, turun ke urutan ke-8, tertinggal 1,2 detik dari pemimpin balapan. Grup terdepan mulai menjauh, dan pebalap Honda Asia-Dream Racing Team tersebut berada di grup berikutnya. Ketika balapan tersisa 11 lap, dia memimpin grup dan mulai mengejar posisi lima besar, dengan hanya tertinggal 0,3 detik. Dengan catatan 1:41.727 saat balapan menyisakan delapan lap, dia berhasil masuk grup depan dan catatan waktunya lebih cepat dari sang pemimpin…
Enam lap tersisa, dia masuk tiga besar, meskipun kembali terlewati. Ketika tiga pebalap di depan mulai menjauh, Ramadhipa mencoba mengejar. Namun, pada lap ketiga terakhir, dia bersenggolan dengan pebalap lain dan terjatuh saat memasuki tikungan 1. Balapannya pun berakhir, tetapi dia tidak mengalami cedera. Seperti Veda, ini juga merupakan kali kedua Rama tidak bisa menyelesaikan balapan musim ini, setelah yang pertama juga terjadi di Estoril. Pada sembilan balapan lainnya musim ini, dia finis enam besar, yang menunjukkan konsistensi dan kedewasaannya meskipun ini merupakan tahun pertamanya turun di kelas ini.
“Saya sangat senang bisa menutup musim 2025, tetapi sayangnya saya juga sedikit kecewa karena terjatuh pada balapan terakhir. Untungnya, saya tidak mengalami cedera. Saya berterima kasih kepada tim untuk tahun ini. Kami sudah bekerja keras, dan berada di jalur yang tepat. Saya banyak mengalami peningkatan, dan mereka membantu saya menjadi lebih baik. Pada balapan hari ini, para pebalap di depan sangat cepat, jadi saya tidak bisa mengikuti kecepatan mereka sejak awal…
” Saya sudah berada di batas kecepatan. Namun, perlahan-lahan saya bisa maju dan bersaing untuk mendapatkan posisi keempat. Pada tiga lap terakhir, saya terjatuh di tikungan 1. Ini insiden saat balapan dan saya juga melakukan kesalahan. Secara keseluruhan, saya senang bisa menutup musim in dengan berada di posisi lima besar klasemen, meskipun sebenarnya kami ingin bertahan di posisi ketiga. Untuk tahun depan, saya akan mencoba mempersiapkan diri dengan lebih baik dan akan bekerja keras untuk menampilkan versi terbaik saya. Terima kasih atas semua dukungan dan kepada Astra Honda atas kepercayaannya kepada saya, sejak awal perjuangan di Eropa.” seru Rama…
Last…Musim ini berakhir dengan Veda mengumpulkan total 70 poin dan berada di peringkat ke-10 klasemen akhir JuniorGP. Dia kini menjadi pebalap Astra Honda dengan jumlah poin terbanyak dalam satu musim JuniorGP, dan satu-satunya yang berhasil menutup musim dengan berada di 10 besar klasemen akhir. Bagi Ramadhipa yang mencoba bertahan di posisi tiga besar, hasil di Valencia membuatnya turun ke posisi kelima klasemen akhir ETC, dengan total 129 poin, termasuk hasil dari dua kemenangan dan sekali finis ketiga…(iwb)