Mengejutkan….Gerry Salim ternyata gunakan CBR250RR versi standart saat balap IRS
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Kenthirrr cak…pasti sampeyan nggak percaya dengan judul diatas.
- Tapi setelah membaca beberapa ulasan media besar terpercaya…IWB akhirnya coba cross check ke pentolan tinggi AHRT mz Anggono Iriawan untuk meyakinkan berita tersebut.
- Jawabannya fix…..memang benar adanya.
Iwanbanaran.com – Kenthirrr cak…pasti sampeyan nggak percaya dengan judul diatas. Podo pakde. IWB juga demikian. Tapi setelah membaca beberapa ulasan media besar terpercaya…IWB akhirnya coba cross check ke pentolan tinggi AHRT mz Anggono Iriawan untuk meyakinkan berita tersebut. Jawabannya fix…..memang benar adanya. Ediannnn juga ki !!!….
Seperti yang kita tahu, regulasi ajang IRS lebih kendor soal oprek dapur pacu dibandingkan ARRC. Mereka membebaskan penggunakan klep racing, gearbox, plat kopling dan jerohan racing lain. Walau ajang ini masih wajib menggunakan pelk standart (ARRC free), secara umum IRS memang bisa dibilang lebih sadis soal oprekan mesin dan sudah tidak lagi dibilang sebagai motor masspro karena dalemannya beda total….
Nah….siapa menyangka ternyata AHRT memilih jalan lain yakni tetap mengandalkan mesin standart bawaan pabrikan saat menurunkan CBR250RR dibalap IRS 250 seri 2. Info ini lahir dari beberapa media seperti Bola dll. Berikut kutipannya…”?Saya pakai mesin spek standar karena mesin spek Asia milik saya mengalami masalah. Jadi saya hanya mengganti ECU saja pada mesin standar..” seru gerry seperti dilansir Bola….
Atas berita tersebut, IWB mendapatkan banyak pertanyaan dari pembaca warung…benarkah artikel dari beberapa media diatas?. Ketimbang berspekulasi…IWB langsung kontak ke bos Motorsport AHRT mz Anggono Iriawan. Jawabannya…“Betul kang…..mesin dan jerohan masih standart ting-ting bawaan motor. Baik Piston, valve semuanya standart. Bisa dilihat dalemannya pas proses scrutineering buat buktiin. Secara umum kami hanya ganti ECU, suspensi dan knalpot saja...” serunya membuat IWB mengerutkan dahi…..
“ Gerry hanya ganti ECU dan setel suspensi. Semuanya standart termasuk limiter yang hanya diset 14,000 RPM. Rheza Danica juga demikian..” tambah mz Anggono lagi. Lho..kenapa nggak diset setinggi mungkin?. Alasannya komponen yang digunakan masih standart pabrikan bukan racing. Komponen harian bukan untuk menerima pressure hingga 16,000RPM. Piston wae standart. So tidak heran AHRT dan tim harus memikirkan supaya material OEM?ini mampu digeber buat turun balap. Dan terbukti 14,000 RPM cukup aman. Terus pertanyaannya…kenapa Honda begitu ngotot tampil dengan mesin standart?….

” Kami ingin semua balance karena balap juga harus mengambil intisari penggemblengan skill rider bukan hanya motor...” jawab Kang Anggono diplomatis. Ealahh..ngono to. IWB sendiri curiga Honda masih berusaha mengumpulkan data secara dikelas ini mereka baru turun serius. Motor wae masih bayi kemarin sore pakde lahirnya. Ditempat terpisah Gerry mengatakan hanya mengandalkan corner speed saat diajang IRS 250 kemarin. Alasannya dengan mesin standart top speed belum bisa optimal…..
Last…..balap IRS 250 dimenangkan oleh Rheza Danica (AHRT) di race 1, disusul Rey Ratukore (Yamaha) dan Gerry Salim ketiga. Pada Race dua….hasil berubah dimana Rey sukses ambil alih posisi sabet juara, Rheza kedua dan Gerry Salim ditempat ketiga. Jelas fakta AHRT bisa menang dan podium 2-3 dengan menggunakan mesin standart sulit dipercaya. Tapi kenyataannya memang demikian. Btw…..pada seri 3 rumornya AHRT baru akan mengeluarkan CBR250RR spek IRS. Kita lihat saja persaingan antara kedua pabrikan pada seri 3 Juli nanti, seru ki….(iwb)
