Harga Minyak makin Tidak Waras…EV Tiongkok Makin Larisss Maniss !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…. Siapa sangka konflik panas yang terjadi di Timur Tengah sana malah bikin pabrikan otomotif China ketiban durian runtuh. Saat dunia lagi pusing tujuh keliling gara-gara harga minyak goreng… eh maksudnya minyak bumi, yang melambung tinggi, mobil listrik (EV) asal Negeri Tirai Bambu justru laris manis bak kacang goreng di pasar ekspor. Yup…Harga Minyak makin Menggila…mobil Cina Panen Rayaaaa !!!
Minyak Tembus 100 Dolar, Mobil Listrik China Langsung Gaspol!
Gini lho cak ceritanya. Gara-gara gesekan antara Israel, AS, dan Iran di Selat Hormuz sejak Februari kemarin, harga minyak mentah dunia (WTI) sempat njengat sampai 113 dolar AS per barel awal April ini. Bayangkan cak, dompet rakyat global langsung menjerit kalau harus isi BBM terus-terusan.
Nah, di saat itulah mobil listrik China masuk jadi pahlawan ekonomi. Data terbaru dari PCA bikin IWB melongo: ekspor mobil elektrifikasi China di Maret 2026 melonjak drastis sampai 140 persen! Dari yang tahun lalu cuma 349 ribu unit, sekarang sudah tembus 700.000 unit lebih yang dikirim ke luar negeri. Ediannn !!!
BYD, Geely, & Chery Jadi Raja Jalanan
Siapa saja pelakunya? Siapa lagi kalau bukan raksasa macam BYD, Geely, dan Chery. Mereka cerdik banget memanfaatkan krisis energi ini buat ekspansi ke Asia dan Eropa. Efeknya? Saham BYD di Hong Kong langsung hijau royo-royo naik 3,1 persen per Jumat (10/4/2026).
Bos PCA, Cui Dongshu, bahkan bilang kalau situasi sekarang mirip krisis minyak tahun 1970-an. Dulu orang pindah ke mobil irit, sekarang orang nggak pakai tanggung-tanggung, langsung loncat ke mobil listrik!
Nasib Berbanding Terbalik di Kandang Sendiri
Tapi anehnya nih cak, kalau di pasar ekspor mereka “raja”, di dalam negeri China sendiri penjualannya malah lagi lemes alias lesu. Penjualan domestik justru turun 14 persen. Kok bisa?
-
Subsidi Dicabut: Pemerintah China mulai mengurangi “suntikan dana” alias subsidi buat mobil listrik.
-
Daya Beli: Konsumen di sana lagi ngerem belanja karena biaya hidup yang naik.
Data Penurunan: Penjualan domestik BYD anjlok lebih dari 40%, bahkan Tesla Shanghai juga ikut terkoreksi 24%.
Jadi ibaratnya nih cak, mereka lagi fokus “jualan keluar” karena pasar luar negeri lagi haus-hausnya sama kendaraan hemat energi gara-gara harga minyak tadi.
Last….fenomena ini adalah alarm buat kita di Indonesia. Di satu sisi, kita bisa kebanjiran mobil China yang makin murah dan canggih. Tapi di sisi lain, ini kesempatan emas buat kita yang punya cadangan nikel melimpah untuk narik mereka bikin pabrik baterai di sini. Zaman sudah berubah, Cak. Kendaraan listrik bukan lagi soal gaya hidup atau pamer teknologi, tapi sudah jadi kebutuhan ekonomi biar dapur tetap ngebul tanpa pusing mikirin harga BBM naik. Tapi memang untuk motor masih jauh sih mengingat daya jelajah yang pendek masih menjadi masalah buat harian. Piyee menurut sampeyan? Apakah sudah saatnya kita bener-bener beralih ke EV, atau nunggu harga minyak turun lagi? monggo berikan komennya…(iwb)