Gegerrrr..Daftar Paten Honda Airblade 160 Resmi masuk Indonesia !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…..sebuah temuan menarik berpotensi mengubah peta persaingan skutik Tanah Air. Baru-baru ini, data Berita Resmi Desain Industri dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI terendus memperlihatkan pendaftaran desain terbaru dari prinsipal Honda Jepang (Honda Motor Co., Ltd). Jika diamati secara saksama, siluet dan garis desain tersebut identik dengan Honda Air Blade 2026 yang beberapa waktu lalu sempat rilis di Vietnam. Pertanyaannya: apakah ini sekadar formalitas perlindungan desain, atau kode keras bahwa Honda akan memproduksi Air Blade 160 di Indonesia? waaahhhh….ikiiii…
Secara visual, desain yang didaftarkan ini membawa aura sporty urban yang sangat kental. Berbeda dengan Vario yang mengandalkan dek datar, Air Blade 2026 tetap setia dengan konsep backbone/spine frame. Artinya, tangki bensin diletakkan di bagian tengah (mirip PCX atau ADV), yang secara otomatis mengubah ergonomi berkendara menjadi lebih ke arah skutik sport. Berdasarkan dokumen Berita Resmi Desain Industri, berikut adalah penjabaran detail mengenai paten desain tersebut:
Tanggal Penerimaan: 10 Maret 2026.
Tanggal Pengumuman: 13 April 2026.
Pemohon: HONDA MOTOR CO., LTD. yang beralamat di Minato-ku, Tokyo, Jepang.
Data Prioritas: Menunjukkan bahwa desain ini sebelumnya telah didaftarkan di Jepang pada 11 September 2025 dengan nomor 2025-018275. Ini menandakan bahwa model ini adalah model global terbaru dari Honda.
2. Detail Desain Industri
-
Judul Desain: MOTOR SKUTER.
Pendesain: Worawit Chawalitnimitkul dan Tanat Lothim (keduanya menunjukkan keterlibatan tim desain dari Thailand, yang merupakan basis pengembangan utama untuk motor-motor skutik Honda di Asia Tenggara).
Klaim: Bentuk dan konfigurasi dari motor skuter tersebut.
3. Analisis Visual (Identifikasi Kendaraan)
Berdasarkan gambar perspektif dan tampak atas, desain ini secara jelas merujuk pada Honda Air Blade generasi terbaru (kemungkinan besar versi 160cc). Berikut adalah ciri-ciri teknis yang terlihat:
-
Dek Tidak Rata (Center Tunnel): Terdapat gundukan di bagian tengah (tampak perspektif dan atas), yang mengonfirmasi bahwa ini adalah skutik tipe sport dengan tangki bensin di depan, bukan dek rata seperti Honda Vario.
-
Lampu Depan (Fascia): Memiliki desain lampu ganda yang tajam dan agresif, ciri khas keluarga Air Blade yang sporty.
-
Proporsi Bodi: Bagian belakang terlihat padat dengan knalpot yang mendongak ke atas, memberikan kesan racy.
-
Kaki-kaki: Terlihat menggunakan velg palang yang kokoh, dengan ban belakang yang tampak cukup lebar untuk memberikan stabilitas.
4. Indikasi untuk Pasar Indonesia
Pendaftaran desain ini di DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) dengan konsultan hukum di Jakarta Pusat merupakan indikasi kuat bahwa:
-
Proteksi Hukum: Honda ingin mengamankan hak kekayaan intelektual desain mereka agar tidak ditiru oleh pihak lain di Indonesia.
-
Rencana Peluncuran: Meskipun pendaftaran paten tidak selalu berarti 100% akan dijual, namun biasanya ini merupakan langkah awal sebelum produsen (dalam hal ini PT AHM) melakukan pengujian unit (spyshot) atau meluncurkan produk secara resmi di tanah air.
-
Persaingan Pasar: Jika benar akan diluncurkan, motor ini kemungkinan besar diposisikan untuk menantang Yamaha Aerox 155, mengingat keduanya memiliki konfigurasi dek yang serupa.
Sasis Backbone dan Ergonomi “Maxi”
Air Blade diposisikan sebagai rival head-to-head bagi Yamaha NVX atau Aerox 155. Perbedaan paling fundamental dengan Vario 160 terletak pada penggunaan rangka model backbone dengan material besi tubular. Artinya, tidak ada lagi dek rata (flat deck). Tangki bensin diletakkan di tengah, mirip skutik kategori maxi. Selain itu, sektor buritan sudah dibekali dual shockbreaker – sebuah keunggulan yang jelas dibanding Vario yang masih single shock.
Catatan: Untuk sistem pengereman belakang, motor ini terpantau masih menggunakan model tromol, belum cakram seperti standar kompetitor di kelas tertinggi. Buat Indonesia, harus cakram dong?
Anomali Bobot: Lebih Ringan dari Vario?
Ada hal menarik saat bicara soal angka di atas kertas. Walaupun Air Blade menggunakan rangka besi tubular konvensional, bobotnya justru tergolong sangat ringan, yakni hanya 113 kg. Angka ini sekitar 4 kg lebih ringan dibandingkan Vario 160 yang sudah menggunakan teknologi eSAF.
-
Kapasitas Tangki – Hanya 4,4 liter (Vario 160: 5,5 liter)
-
Sektor Kaki-kaki – Ban 14 inci dengan profil lebih ramping (90/80-80 depan, 100/80-12 belakang)
Performa Mesin: Torsi yang Menghentak
Meski secara platform mengusung mesin yang sama (156cc, 1-silinder, 4-katup eSP+ berpendingin cairan), terdapat perbedaan output yang cukup signifikan:
| Parameter | Air Blade 2026 | Vario 160 |
|---|---|---|
| Daya Maksimum | 11,2 kW @ 8.000 rpm | ~11,8 kW |
| Torsi Maksimum | 14,8 Nm @ 6.000 rpm | 13,8 Nm |
Air Blade memiliki karakter yang lebih punchy di putaran bawah hingga menengah, sangat cocok untuk gaya berkendara stop-and-go di perkotaan. Torsi yang lebih besar di rpm lebih rendah membuat akselerasi awal lebih responsif.
Fitur dan Fungsionalitas
Untuk urusan fitur pendukung harian, Air Blade sudah cukup lengkap:
-
Smart Key System (Keyless)
-
Bagasi 23 liter – cukup luas untuk satu helm full-face
-
USB Charger – di bawah jok, dilengkapi lampu LED bagasi
-
Panel Meter – full digital LCD (mirip Vario 160), belum ada konektivitas smartphone (Honda RoadSync)
Di Vietnam, varian tertinggi sudah dilengkapi sistem pengereman ABS serta skema warna lebih eksklusif untuk memperkuat kesan sporty.
Kuwi cak sekilas tentang penjabaran secara dalam sosok yang kita sebut sebagai new AirBlade. Honda Air Blade 2026 adalah motor yang secara desain dan spesifikasi sangat menjanjikan. Dengan suspensi ganda, torsi besar di rpm rendah, dan bobot ringan, ia punya modal kuat untuk menantang dominasi Yamaha Aerox di segmen skutik sport. Namun, semuanya masih bersyarat pada satu pertanyaan: Akankah AHM benar-benar memproduksinya di Indonesia?
Last….daftar paten tidak menjadi jaminan produk tersebut akan diproduksi atau dipasarkan disini. Namun bisa saja hanya tindakan Honda untuk mengamankan desainnya dari jiplakan merk lain. Walaupun tetap ada potensi tsb IMHO sangat kecil. Analisa ini mengacu pada terawangan IWB yang tidak menemukan pergerakan project yang mengarah pada Air Blade 160. Tapi boleh cak sampeyan tampung dan kita pantau bareng-bareng. New Air Blade masuk Indonesia ?? emang sampeyan tertarik cak ?? monggo berikan komennya…(iwb)


